Cerita Sex Godaan Mata Setan Terberat -
Cerita Sex Godaan Mata Setan Terberat –

Cerita Sex Godaan Mata Setan Terberat – Ini adalah kisah nyata yang terjadi waktu pertama kali duduk di bangku kuliah. Perkenalkan namaku JANI , umurku pada waktu itu masih 19 tahun. aku kuliah di sebuah Universitas ternama di sebuah kota di medan. Kota tersebut tidak jauh dari kota tinggal saya. Namun di kota itulah saya merasakan sesuatu yang akan sangat sulit saya lupakan
Cerita Sex Godaan Mata Setan Terberat – ini berawal saat saya mencari tempat kost. Namun, setelah sekian lamanya berkeliling kota untuk mencari rumah yang menyediakan kost, Saya mendapatkan hasil nihil. Bukan tanpa alasan, kost penuh karena Saya memang terlalu terlambat untuk mencari tempat kost, sedangkan ospek sudah terlanjur dekat, maka terpaksa saya menginap di kost Kakak perempuan saya, dia lebih dariku beda 3 tahun dari ku dan dia kuliah di Universitas yang sama dengan saya namun kami berbeda jurusan.
Dia setuju, aku pun ijin dan numpang kost sementara karena memang di mata dia saya adalah adik bungsunya sendiri yang masih polos. jadi tidak sedikitpun dalam benaknya Terpikirkan, bahwa aku sudah tahu banyak mengenai SEX meskipun belum pernah melakukan secara langsung.
Setelah dikenalkan dengan teman-teman kostnya, akhirnya dengan sembunyi-sembunyi akupun tinggal di kamar kakaku ini. Bukanlah hal yang sulit untuk mengakrabkan diri dengan teman-teman kakakku itu sulit, selain sifat supel dan periang saya, sifat kekanak-kanakan saya pun menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-teman kakak saya untuk lebih akrab dengan saya, bahkan lebih akrab dari kakak saya.
Yaps…… Hingga suatu saat saya berkenalan dengan mbak Litna . Dia adalah sahabat karib kakak saya yang paling dekat dengan saya. Orangnya cantik, berjilbab, dan agak tomboy, ukuran Dadanya dan bentuk tubuhnya yang agak bongsor namun Proporsional dengan tinggi badanya jelas memikat laki-laki manapun yang melihatnya.
Banyak kejadian seru bersama mbak Litna ini hehehe. Pernah suatu ketika saat dia mandi, dan saya pada waktu itu sedang mencuci baju di dekat kamar mandinya dia meminta tolong pada saya untuk mengambilkan seperangkat sabun yang tertinggal di rak dekat tempat saya mencuci pakaian.
Namun saat saya berikan seperangkat sabun tersebut, dia bukannya menyodorkan tangan dari pintu kamar mandi yang seharusnya sedikit ia buka untuk mengambil perangkat sabun, tetapi ia malah membuka seluruh pintu kamar mandi dan bermaksud memperlihatkan tubuhnya tanpa sehelai benangpun.
Kontan saya langsung menutup mata saat dihadapan saya berdiri sebuah tubuh yang sangat sintal, ukuran dada yang sangat proporsional, mungkin 35B. Dari semua yang sempat saya lihat, godaan mata terberat adalah yang ada di bawah Perutnya itu. Hanya Terlihat Sekilas, namun Saya melihat warna hitam halus di bawah perutnya.
Bukan hanya itu saja. Pernah terjadi aksi saling dorong pintu kamar mandi saat Saya sedang menikmati kesegaran mandi di dalam, kejadian itu berawal saat dia meminta saya mengambilkan handuk yang ada di dalam kamar mandi tempat saya berada.
Dan yang lebih parah lagi, dia dibantu temannya melawan pertahanan saya dari dalam. Saya tidak tahu siapa yang bersama ia menjahili saya. saya hanya bisa mendengar dua tawa cekikikan di luar. tetapi apapun usaha mereka, Yang jelas hasilnya adalah Sudah pasti kemenangan menjadi milik saya, padalah sebenarnya itu adalah sebuah kerugian besar.
Tetapi, dari semua kejadian yang Saya alami, kejadian puncak terjadi pada suatu malam saat saya tidur di kamar Mbak Litna . Cerita ini Sex ini berawal saat Saya, kakak perempuan saya dan mbak Litna sedang menyaksikan Sebuah Konser DJ di Universitas tempat kami menimba ilmu.
Ditengah-tengah acara, tiba-tiba rasa kantuk menyerang saya dengan amat sangat. Karena tidak tahan dengan rasa kantuk tersebut, akhirnya Saya pamit pulang ke kost. Tetapi, karena kunci kamar Kakak saya dibawa temannya yang pergi dengan pacarnya, jadi terpaksa Saya membawa kunci kamar Mbak Litnaa…dan numpang tidur di kamarnya.
Setelah pulang dan langsung memanjakan kantuk dengan ranjang hangat khas kamar perempuan yang bersih dan wangi, akhirnya Saya tertidur pulas dibelai mimpi, mungkin memimpikan mbak Litna kali ya?? Uhhhhh.
Ditengah-tengah tidur saya, tida-tiba Saya terbangun. Ada sebuah kehangatan aneh yang begitu asing bagi saya. Tenyata ada seseorang yang memeluk saya di malam itu. Meskipun setengah sadar, tapi logika saya masih sempat bekerja, sangat tidak mungkin jika yang memeluk saya adalah Kakak saya sendiri , meskipun kami saudara sekandung, tapi hubungan kami sangat buruk, dia bersikap manis sekali pada saya hanya dihadapan teman-temanya saja. Yang ada di benak saya malam itu pastilah Mbak Litnaa ini . Ternyata tebakan saya benar sekali disini. Ternyata itu memang mbak Litna Aduhh…
Saat saya terjaga karena kaget, saya rasakan ia berhadapan langsung dengan saya, dengan posisi kepalanya di leher saya, jadi bisa saya rasakan wangi rambutnya yang selalu dia rawat dengan wangi dan cantik. Pikiran saya pun liar membayangkan banyak hal. Terlebih dia hanya memakai baju tidur tipis tanpa BH. Jadi gundukan putingnya bisa saya rasakan pas berada di dada saya. Tanpa perlu dikomando, adik kecil saya tidak bisa di ajak kompromi untuk tidak menegang.
Saya lalui malam tersebut tanpa memejamkan mata. Nafas dan detak jantung saya tidak terkendali. yang menegang bebas karena Saya tidak pernah suka memakai CD. Saya lihat angka jam dinding menunjuk di angka 12 malam. Pikiran saya gelisah sekali disini dan tidak tenang malahan khawatir dan cemas ingin rasanya aku memasukan batang kontolku ini, rasa takut, tegang, malu dan sedikit rasa senang bercampur aduk sudah lengkap pokoknya aghhh.
Di tengah Kegelisahan Tersebut, tiba-tiba saja disini Mbak Litnaa…. bergerak dalam tidurnya dan menindih paha saya dengan paha mulusnya. Karena posisi tidur miring, maka batang kontol saya tepat Bergesekan Dengan Mahkota Mbak Litnaa Ughhh Enak rasanya . Saya semakin tegang, alur nafas saya semakin tidak terkendali. Keringat membasahi seluruh tubuh saya.
Saat rasa gelisah semakin menjadi-jadi, tiba-tiba kepala Mbak Litna… Berganti posisi berhadapan dengan wajah saya. Entah dapat Keberanian dari mana, tiba-tiba saya dekatkan bibir saya ke bibir Merah Merona Mbak Litna ini . Ternyata respon yang saya dapat lebih dari apa yang saya harapkan.
Ditengah ketidak sadaran Mbak Litna dalam tidurnya ia membalas saya dengan kuluman bibir dan permainan lidah yang pertama kali saya rasakan. Selanjutnya, dengan mata yang masih tertutup, tangan lembutnya menelusuri tubuh saya. Mulai dari leher, dada, perut hingga dibagian yang paling sensitif dari tubuh saya.
Tiba-tiba dia meremas kontolku yang dari tadi sudah menegang. Dengan lembut dia pun mengocok perlahan. Sensasi yang pertama kali saya rasakan ini kontan membuat saya merintih lirih kenikmatan dan melepaskan ciuman mbak Litna Luar bias sekali aghhhh.
“Uuuhhhh…” “Uuuhhhh…” “Uuuhhhh…” “Uuuhhhh…” “Aghhhhhhhh…….Aghhhhhhhh……..
Sambil memejamkan mata, saya resapi tiap sensasi yang saya rasakan dibagian sensitif saya. Entah setan Dari mana yang merasuki saya, tiba-tiba kepala saya bergerak kebawah dan langsung menyerbu dua bukit kembar di dada Mbak LITNA. Saya kulum ujung merah muda dari tempat keramat tersebut. Apa yang saya lakukan mendapat respond dan membangunkan tidur mbak Litna.
“ahhhh!!!! Aghhhhhhh……..Teruskan Saja JANI Aghhhhh…….
Dia semakin kuat meremas Kontolku yang benar-benar menegang maksimal. Saat itu, saya rasakan Dada yang dihadapan saya bergerak dan pindah tempat. Ternyata Mbak Litna berganti posisi dengan kepala tepat menghadap kontolku . Yang saya rasakan selanjutnya adalah, kontol saya masuk dalam lLang hangat dari mulut Mbak Litna . Saya semakin mengerang.
“Aarrggghhh… Enak Mbak…!!!” Aghhhh…..Mbakkkk….Aghhhhhhh…Mbakkkkk….
Setelah itu dengan posisi kepalanya yang sedang memanjakan batang keperkasaan saya, rasa tidak ingin kalah menyerang. Saya angkat paha Mbak Litna, dan posisikan pahanya tepat menjepit kepala saya setelah saya lepas CD tipisnya, sehingga yang berada dihadapan saya saat itu adalah gundukan berbulu halus dan dengan tonjolan daging berwarna kemerahan yang telah basah oleh cairan yang berbau khas.
Tanpa perlu dikomando, saat MbakLitna keasikan mempermainkan batang kontolku, langsung saya hisap liang kenikmatan milik Mbak Litna. Tiba-tiba ia terhentak dan sempat menggigit senjata saya.
“Aaarrgghhh!!! Sakit Mbak…”
Dia tidak menggubris serangan saya, malah semakin dalam memasukan, Panjang saya ke dalam Tenggorokanya. Karena tidak mau kalah, saya hisap keras-keras memeknya dan saya mainkan lidah saya menelusuri tiap sudut yang ada di lubang tersebut. Akhirnya ia tidak tahan. Dilepasnya kontol saya dari cengkraman mulutnya, dan kini yang ada dihadapan saya adalah wajah cantik Mbak Litna yang haus ciuman.
Dia mencium saya dengan penuh nafsu. Dan saat itu pula tangannya membimbing rudal saya ke liang kewanitaannya, dia benar-benar tidak sabar dan dikuasai nafsu. Karena terlalu tergesa-gesa, senjata pamungkas saya selalu meleset meskipun dibimbing dengan tangannya hingga yang saya rasakan adalah gesekan basah bibir memeknya.
Karena kelihatannya dia kepayahan berusaha, akhirnya saya lepas ciuman saya dan langsung saya baringkan ia dan saya angkat kakinya ke pundak saya. Tidak perlu usaha yang terlalu keras, dengan sedikit memaksa, akhirnya batang saya langsung menghujam deras ke liang kenikmatannya.
Saya sodok dia dengan keras. Meski ini adalah yang pertama bagi saya, entah dapat ilmu dari mana hingga seolah-olah Saya sudah sangat berpengalaman dan permainan saya menjadi kasar dan liar. Saya sodok terus hingga terdengar bunyi khas dari bawah perut kami.
“Jannn….Jannnn…… Niikkkkmmmattt… Aaahhhhhh…!!” Sayanggg Aghhh…………Nikmat!!
Tidak saya hiraukan desahannya, dan saya sama sekali buta pada saat itu, hingga tidak sadar jika di sebelah tempat kami beradu, ternyata ada teman sekamar Mbak Litna yang terbangun karena erangan kami.
Saat saya lihat ia terbangun, pikiran saya langsung dibayangi rasa takut. Saya takut jika ia tiba-tiba teriak saat melihat kami bersetubuh. Namun, rasa takut saya tidak terbukti. Saat saya lihat teman Mbak Lina sambil menyodokan Mbak Litna, saya lihat dia telah memasukan tangannya ke CDnya dan tangan satunya ke BH.
Bukti bahwa ia sudah lama terbangun dan terangsang oleh pemandangan yang ada di depannya. Rasa takut saya hilang dan Cuek saja dengan teman sekamar Mbak Litna. Setelah agak lama bermain, kami berganti posisi. Kali ini mbak Litna yang memegang kendali, ia dengan posisi di atas, menggoyang-goyangkan pinggulnya dan semain membuat saya melayang.
Saat saya menoleh lemas oleh ulah Mbak Litna , saya lihat teman sekamar mbak Lina masih sibuk memuaskan dirinya sendiri. Dan tepat saat teman sekamar Mbak Litna dan Saya berhadapan, tatapan memelasnya seolah-olah berkata bahwa ia ingin merasakan hal yang sama dari rasa yang Mbak Litna rasakan.
Saya sanmbut dengan tatapan mengundang. Mungkin karena memahami undagan saya tersebut, ia langsung melepas seluruh pakaian yang ia kenakan dan mendekati kami yang masih sibuk beradu.
Tiba-tiba ia langsung membenamkan selangkangannya ke muka saya. Otomatis, dengan posisi saya yang masih terlentang dengan batang kenikmatan yang melayani liang milik mbak Litna ughhhh…., Mulut saya pun mengulum liang kenikmatan teman Mbak Litna yang saya kenal bernama Yesi.
Pada waktu itu ia masih SMA kelas tiga dan sekolah dekat dengan kampus saya, dia tidak begitu cantik, ukuran dadanya 33B, namun bodinya yang kecil imut tanpa busana cukup kuat untuk memancing libido saya untuk lebih menikmati malam itu.
Pergulatan ini berlangsung lama. Mbak Litna masih sibuk berjingkrak-jingkrak layaknya anak kecil yang main kuda-kudaan, Caca menggesek-gesekkan memeknya kemulut saya menambah sensasi dari hisapan kuat yang saya berikan, bahkan Yesii semakin kuat menekan pahanya hingga kepala saya terbenam ke dalam kasur empuk dan hampir membuat saya tidak bisa bernafas.
Sementara itu, Mbak Litna semakin menggila. Ia malah memeluk pinggul Yesii dan menggunakanya sebagai pegangan agar kontolku semakin dalam memuaskan liangnya, dan tanpa saya sadari paha saya sudah basah oleh cairan hangat dari liang milik Mbak Litna.
Setelah itu, tiba-tiba gerakanya terhenti, dan bersamaan dengan itu, senjata saya tiba-tiba tersedot kedalam liangnya yang basah dan hangat. Ternyata dia telah mencapai puncak terlebih dulu dibandingkan saya.
Di saat Mbak Litna ini lemas dan membaringkan tubuhnya didekat saya, Yesi yang tidak puas dengan servis dari mulut saya, langsung mundur bagaikan anak kecil yang main perosotan di dada saya. Setelah itu, ia langsung mengarahkan batang kontolku tepat di Liangnya yang sudah Dibanjiri Cairan bening dari rahimnya dan cairan air liur saya.
Meskipun rudal saya telah licin oleh permainan dari mbak Lina, karena liang Caca yang mungkin masih perawan karena dia masih lebih muda dari Mbak Litna, bahkan lebih muda dari saya, rudal saya masih sulit masuk ke liang kenikmatanya.
Karena Saya sendiri juga tidak sabar dan dirasuki nafsu, langsung saya posisikan ia di tepi ranjang dengan posisi kaki menekuk di pinggir ranjang dan pungggung membungkuk dengan dada yang berada terbuai di ranjang. Dari belakang saya hujamkan senjata saya.
Dengan perjuangan yang agak lama, Dan dengan sisa tenaga dari kemenangan saya menghadapi Mbak Litna , saya masukan dengan keras penis saya ke lubang milik Yesi. Karena usaha yang kasar dan licinnya Kontolku dari pergulatan saya tadi dengan MbakLitna , batang saya dengan cepat menerobos pertahanan milik Yesii. Ternyata ia benar-benar perawan.
“Aaarrgggghhhhhh…!!!! Sakit…!!!!!!!!!!!!”
Dia mengalami kesakitan yang amat sangat seiring dengan warna merah yang saya liat sedikit keluar dari tempat rudal saya menghentak. Rasa sakit itu bahkan tak mampu membuat ia menjerit keras. Tertapi Saya tidak peduli dengan hal itu, tetap saja saya sodok Yesii pun dari belakang dengan keras.
“Saa… Sakkiiittttttttttt…!!!!!”
Saya lihat ia menitikan air mata dan merintih agak keras. Karena takut teriakanya membangunkan seisi kost putri, saya balik posisinya menjadi terlentang di ranjang di sebelah Mbak Litna yang tertidur lemas. Sambil saya sodok, saya hisap bibirnya dengan hisapan bibir saya yang baru saja saya pelajari dari Mbak Litna . Dengan masih terus bergerak, bahkan tempo sodokan saya semakin cepat, hingga akhirnya ia mulai bisa menikmati permainan meski di selangkangannya mengalir darah dan cairan basahnya.
Setelah hampir 40 Ngentot dengan Yesi, tiba-tiba tubuh saya menggelinjang hebat, cairan yang dari tadi tidak keluar akhirnya mulai siap untuk dimuntahkan, ternyata Yesi ini pun mengalami hal yang sama jugs, saat itulah… Croottttttt!!!
Cairan hangat beradu dalam rahim Yesii, dan dengan lemas kami berpelukan. Mbak Litna masih belum terlelap meskipun rasa lemas menyerangnya.
Jannn……Aghhhhh……..Mantaps!! aku gak nyangka, dibalik Sikapmu yang masih seperti anak-anak, ternyata kamu bisa muasin aku lebih dari pacarku sendiri. Aku harap kamu bisa muasin aku lain kali tanpa perlu kupancing” Mbak Litna membisikan sedikit kalimat kecil di tenlinga saya.
“Iya Mbak, aku juga gak nyangka kalo aku diberi pengalaman seindah ini,” saya membalas kalimat dari Mbak Litna sambil mengecup kening MbakLitna.
“Dan kamu Yesii, makasih dah ngasih yang pertama bagiku” saya kecup pula kening Yesi ini dengan lembut. Dan ia hanya membalas dengan senyuman manisnya tanda bahwa ia tidak menyesal telah memberi saya yang pertama baginya.
Posisi saya ditengah tanpa busana dan di kanan kiri saya ada dua gadis yang tertidur lelap tanpa busana pula dan benar-benar telanjang bulat. Hingga kami bertiga tidur dalam buai kehangatan masing masing
Hari telah pagi , saya dibangunkan Mbak Litna, dia sudah mandi dan menyuruh saya dan Yesi ini yang masih bugil Perpelukan untuk lekas berpakaian. Namun bagaimana dengan Kakak perempuan saya? Saya sama sekali tidak khawatir dengan Kakak perempuan saya.
Kata Mbak Litna ia masih tidur dikamarnya dan masih Terlelap sampai saat saya bangun, karena saya tahu Persis kebiasaanya yang sering bangun kesiangan.
Setelah kejadian itu, tanpa Sepengetahuan kakak saya, saya sering memuaskan dua temannya itu secara bersamaan.
SINGKAT CERITA, INILAH CERITA DARI GAIRAHPRIA.COM – MARI BUKA MATAMU DAN BACALAH CERITA SEX INI AGAR HIDUPMU SEMAKIN AKTIF.
|GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT |GAIRAHPRIA.COM