Cerita Sex Step Mom Nikmat sekali !
Cerita Sex Step Mom Nikmat sekali ! –

Cerita Sex Step Mom Nikmat sekali ! – iyapss kali ini datang dari kisah seorang pemuda yang mendapatkan Perilaku yang enak sekali dari StepMomnya, ayoo dibacain d ceritanya hanya di gairahpria.com.
Sebelum Cerita ini kita mulai, Perkenalkan Namaku REZA. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah perumahan di BALI. Di rumah itu, hanya ada kami bertiga, tapi suasananya Terasa sangat sepi sekali. Mama dan Papa jarang ada di rumah, kecuali pada hari-hari Tertentu Saja. Mama sering pergi untuk arisan atau perawatan, sedangkan Papaku Selalu Saja Sibuk dengan Pekerjaannya. Namun, ada yang sedikit aneh Papa sering pulang di siang bolong setiap Mama sedang keluar。
Yapss…. Tepatnya Suatu hari, Papa pulang dari kantor bersama seorang wanita yang awalnya kukira Mama. Ternyata, itu Tante MELDA , adik Mama. Aku sering melihat Papa dan Tante Melda ini untuk Berpelukan saat menonton TV. Kadang, Tangan Papa Nakal sekali mengelus paha Atau Payudara Tante Melda ini dengan penuh nafsu. Bagaimana mungkin aku tidak tertarik? Tubuh Tante Melda ini Sangat menggoda Payudaranya Besar Seolah ingin meledak, Pinggangnya ramping, dan lekukan pantatnya begitu seksi. dan jujur saja aku juga menyukai Tante Melda ini karena dia benar-benar begitu sangat sempurna sekali, bagaimana ya rasanya jika Batang Kontolku menembus ke dasar lubang memeknya Tante Melda ini, pasti rasanya sangat gurih sekali !! Aghhhh
Dan Sejak Tante Melda ini sering datang ke rumah, aku jadi sering sekali untuk Membayangkannya saat aku ngocok. 2 bulan berlalu, Mama dan Papa bercerai karena Kehadiran seorang wanita yang bernama Tante Melda ini. Akhirnya, Papa memberanikan diri Mengajak Tante Melda untuk tinggal di rumah. Usianya sekitar 37 tahun, Tubuhnya Agak berisi, Tapi wajahnya masih terlihat muda sekali dan masih sangat segar dan fresh!!. Dia Bekerja Sebagai Perawatan tentu dong masih terjaga.
Pada suatu hari tepatnya di hari Senin, aku Bangun Dan Menjalani rutinitas seperti biasa. Saat menuruni tangga dengan mata masih mengantuk, aku terbelalak melihat Tante Melda ini. Dia sedang Menyapu Membersihkan rumah, hanya Mengenakan Daster berwarna pink tipis Tanpa Celana Dalam. Lekukan pantatnya yang besar dan lubang memeknya terlihat sangat jelas sekali. Kontolku langsung tegang aku tidak tahan sekali.
“Ehhhh? Kamu ngeliatin apa? nak?? Ucap dari Tante Melda ini, membuatku sedikit tersentak.
“gpp kok, nggak kok. Cuma lihat Tantee lagi nyapu aja tante Rajin banget yah hehehe,” Ucapku tergagap, padahal mataku tidak lepas dari Pantat Dan gundukan memeknya yang terlihat Saat dia Membungkuk.
” Nakkk….Kamu jangan nakal ya sayang, ya??. Tante ini ibu tirimu,” Ucapknya, Sepertinya dia tahu aku Memperhatikan tubuhnya yang sangat Seksi itu dan ingin sekali aku menamparnya pakai batang kontolku ini.
“Tante mirip bintang porno, hehe,” Ucapku tanpa sengaja. “Tante udah masak belum tan??” Ucapku kepadanya biar cepat untuk mengalihkan pembicaraan.
“Belum kok sayang… Duduk dulu, ya. Nanti setelah Nyapu, Tanteee masakin, “jawabnya sambil melanjutkan menyapu.
Lalu setelah itu Aku berjalan ke kamar mandi. Di sana, aku langsung ngocok karena aku sudah tidak tahan lagi. Kebetulan sekali bra Tante Melda ada di sana, jadi saat mencapai puncak, Aku Mengeluarkannya di bra-nya. Usai mandi, aku keluar hanya dengan handuk melilit pinggang dan menuju dapur. Di sana, aku disuguhi Pemandangan Yang Lebih Menggoda lagi Uhhhh!! . Daster Tante Melda ini Tersingkap ke atas, Memperlihatkan memeknya dan lubang anusnya yang bersih luarbiasa!!.
Tanpa pikir panjang lagi, Kulepaskan handukku dan memeluknya Tante Melda ini dari belakang. Kontolku yang sudah bebas dan besar ini kugesekkan di selangkangannya Ahhhh!!.
“Ehh sayang kamu ngapain ini aduhh…, kamu ngapain?? sygggg…. Jangan perkosa Tantee … Tante nggak Tahanan Orangnya” Ucapnnya, Suaranya terdengar panik sekali.
“Udah, nikmatin aja. Tante nggak cocok jadi istri Papa. Tante lebih cocok jadi milikku,” ujarku penuh hasrat.
“Kamu jangan nakal, sayang. Masa Tante harus begini sama kamu?” bisiknya pelan.
“Tante, aku udah terangsang banget lihat Tante. Puasin aku sekarang ya??, aku nggak mau tahu. Atau aku paksa gimana?” bisikku sambil melepas dasternya, tanganku mengelus Pantat Dan Payudaranya dari belakang.
“Jangan kasar nak kamu gaboleh gitu ihh, sayang. Sakit, tahu, Ucapnya sambil sedikit Melengkungkan Pantatnya yang besar itu sungguh bulat sekali dan indah seperti gunung bromo.
Aku tak peduli lagi dengan omongannya Tante Melda ini disini. Aku terus mencumbunya. Aku tahu Tante Melda ini sangat Liar sekali di ranjang, tapi saat ini dia belum sepenuhnya terangsang. Dia hanya butuh sedikit waktu untuk membangkitkan gairahnya. Kuciumi dan kujilati lehernya, tanganku meremas payudaranya dari belakang. Lalu, tanganku mulai mengusap memeknya yang Tebal sekali, Jari Telunjukku Memainkan klitorisnya hingga Kontolku semakin mengeras.
akupun disini sudah…. tidak sabar lagi, Kupaksa dia menungging. Aku mulai memasukkan batang Kontolku dari belakang.
“Ough, jangan masukin, Den!” teriaknya.
“Nurut aja, Tan. Aku mau puas sama Tante. Aku tahu Tante liar di ranjang,” kataku sambil mendorong tubuhnya ke depan agar kontolku masuk lebih dalam.
Aku merasa vaginanya masih agak kering—dia belum terlalu terangsang. Kucabut Kontolku, lalu berjongkok di belakang pantatnya, menjilati lubang memeknya dari bawah.
“Aah… kamu mau apain Tante?” Tanyanya dengan suara khas wanita yang menahan nikmat.
Kujilati lubang memeknya, mencium aroma khas yang membangkitkan nafsuku. Dia mulai bernafsu—tak lagi berontak, bahkan mengangkat satu kakinya ke atas meja kompor, memberi ruang agar aku lebih leluasa menjilatnya. Akhirnya, dia pun terbawa hasrat.
“Sudahlah, kalau kamu mau nikmatin tubuhku, lakukan aja. Tapi Tante minta jangan sampai Papa tahu kita pernah begini. Kapanpun kamu mau, Tante kasih, asal jangan paksa, apalagi kalau Papa ada,” keluhnya.
Tante Melda ini pun langsung lalu membalikkan badan, duduk di atas meja makan, Membuka lebar Pahanya, dan menyingkapkan kedua bibir Memeknya. Kini terlihat jelas Memeknya merah merekah, ditumbuhi bulu halus yang lebat. Tanpa ragu, aku berdiri dan memasukkan Kontolku yang besar ini ke dalam lubangnya.
Kurasakan sekali disini memek Tante Melda ini sedikit basah basah licin, tapi sepertinya dia belum sepenuhnya terangsang dengan apa yang kulakukan tadi. Aku mencabut Kontolku, lalu berjongkok di belakang pantatnya, menjilati Memeknya dari bawah.
“Aahhh… kamu mau apa sama Tante?” tanyanya dengan nada khas wanita yang menahan kenikmatan.
Kujilati lagi memeknya dan, mencium aroma khas yang membangkitkan nafsuku. Aku merasa dia mulai terbawa hasrat—dia tak lagi melawan, bahkan mengangkat satu kakinya ke atas meja kompor, memberi ruang agar aku lebih leluasa menjilat. Akhirnya, dia pun tersulut gairahpria.com.
“Sudahlah, kalau kamu mau nikmati tubuhku, lakukan saja. Tapi Tante minta jangan sampai Papa tahu kita pernah begini. Kapan pun kamu mau, Tante kasih, asal jangan paksa, apalagi saat Papa ada,” ucapnya dengan nada pasrah.
Tante Melda ini lalu membalikkan badan, duduk di atas meja makan, membuka lebar pahanya, dan menyingkapkan kedua Bibir Memeknya. Kini terlihat jelas—lubangnya merah merekah, ditumbuhi bulu halus yang lebat. Tanpa ragu, aku berdiri dan Memasukkan Kontolku ke dalamnya.
“Ssstt… aaahhh… nikmatnya… Kontolmu besar dan keras sekali, oughhh,” rintihnya keenakan.
Aku menggenjotnya semakin ganas. Hampir 11 menit berlalu, dan akhirnya dia mencapai orgasme. Tapi aku belum klimaks.
“Tante, aku belum keluar…” keluhku.
Seperti kelaparan, dia turun dari meja dan langsung Menjilati Kontolku dengan liar sekali nikmatnya luarbiasa . Dia benar-benar ahli—Kontolku hampir lenyap ditelannya. Tak lama, kutekan kepalanya dalam-dalam. “Oooohhh… Tanteee, aku keluaaarrr… aaahhh…” erangku. Aku memuntahkan semua spermaku ke tenggorokannya.
“Kita pindah ke kamar, Tan. Nggak seru di dapur,” ajakku.
Kugendong Tante ke kamarnya, lalu melanjutkan dengan memasukkan Kontolku yang sudah besar sekali d lagi ke Memeknya. Dengan posisi aku di atas, kugoyang pinggulku kencang sambil meremas payudaranya, tak lupa memelintir putingnya yang sudah mengeras.
“Oughhh… aaahhh… sayang, kamu nakal banget… berani juga… aaahhh… macam memperkosa Tante,” godanya terbata-bata, karena sodokanku semakin kencang membuatnya mendesah nikmat.
“Lah, siapa suruh Tante bahenol begini? Siapa yang tahan kalau cuma berdua di rumah, apalagi Tante cuma pakai daster tanpa daleman? Pasti Kontolku ngaceng pengen masuk ke memek Tante Melda yang montok,” jawabku dengan nada sedikit kacau.
“Kenapa nggak bilang dari tadi kalau kamu udah terangsang banget? Nggak perlu sampe perkosa Tante sayang!”
“Yasudah, nikmati aja tubuh Tanteee sepuasmu, sayang. Tante rela kalau buat kamu,” ucapnya.
Kupercepat tusukanku hingga Tante orgasme untuk kedua kalinya. “Aaakhhh… sayanggg… Tante keluar lagi nih… aahhrhhh…” desahnya penuh kenikmatan.
Aku mengganti posisi—kini Tante di atas, aku di bawah. “Gantian, Tante yang puasin aku. Aku belum orgasme, nih.”
Tanpa buang waktu, Tante menggoyangkan pinggulnya maju-mundur, cairan Kewanitaannya masih membasahi. Lalu, dia beralih memompa Kontolku naik-turun. Kuseimbangkan dengan sodokan dari bawah, hingga terdengar suara “plak, pak, pok” dari pantat dan selangkanganku.
“Plak… pak… sayang, enakan? Emang kamu kuat kalau Tante giniin?” tanyanya sambil memperkuat hentakan.
“Aaaahhh… Tanteee… aku keluar!!” “Barengan ya, Tante juga mau keluar lagi.” “Aku keluarin di mana, Tan?” lirihku, karena pertahananku sudah jebol.
“Iya, sayang, keluarin di dalam aja. Taburin benihmu di rahim Tante,” pintanya.
“Aaaaghhhh… Tanteeeee… ssshtttt…” Desahan kami bercampur saat mencapai puncak bersama.
Kontolku pun yang masih Tertancap itu Kubiarkan Hingga Mengecil Sendiri. Setelah itu, kami tidur Bagaikan suami-istri hingga pagi. Hubungan intim kami berlanjut bahkan Setelah Tante Melda ini jadi istri Papa. Karena puas Denganku, Tante Melda yang Seksi ini, tidak pernah lagi untuk menolak ajakanku bersetubuh
| INILAH CERITA SEX. GAIRAHPRIA.COM | DITAHAN YA JANGAN SAMPAI BASAH OKEY? SELAMAT MENIKMATI !!