Tante Kesepian Enak Dientot -

Tante Kesepian Enak Dientot – Gairahpria.com Setelah sepulang sekolah biasanya aku disuruh untuk menjaga took milik Tante Andini, dia adalah teman dari ibuku yang saudaranya jauh sekali, aku mulai menjaga took ini 3 minggu yang lalu, yang beli biasanya ibu iu rumah tangga karena yang disediakan disini adalah menjual sembakao, Toko milik tante Lina berdempetan dengan toko Tante Andini.
Dia biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tante Andini xxx, dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tante Andini xxx biasanya dijemput oleh suaminya atau anaknya.
Tapi suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan Indomie ke pelanggan, aku cepat-cepat balik ke toko. Dan memang toko sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung masuk menuju tempat penyimpanan Indomie.
Ternyata aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tante Andini xxx dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras sedang dioral kemaluannya oleh Bu Sakirna. Tante Andini xxx sangat menikmati dengan rintihannya yang ditahan-tahan dan tangannya memegang kepala Bu Sakirna untuk dirapatkan ke selangkangannya.
Karena terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan memperlihatkan wajah sedikit malu-malu. Tapi tidak sampai lima detik, mereka pun tersenyum dengan penuh artii
“Kamu belum pulang to Jonna (Jonna namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame, ya kan Bu Sakirna..?” ucap Tante Andini xxx sambil menariktangan Bu Sakirna ke arah kedua dadanya yang terbuka.
“Ayo sini Jonna.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tante Andini xxx lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.
Dan aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya.
Perlahan aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing.
Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua langsung meremas selangkanganku.
“Jonna, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tante Andini xxx manja.
“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat.
“Wah.., hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..!” canda Bu Sakirna, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku benar-benar telanjang di hadapan mereka.
Dan sesaat kemudian aku merasakan kehangatan padabatang kemaluanku. Terdengar srup, srup ahh. Tante Andini xxx dan Bu Sakirna seakan ingin berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal-normal saja.
“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”
“Iya Bu.., ini kontol kok enak banget sih..?”
“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.
Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.
Tidak sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat mengenai wajah Bu Sakirna dan Tante Andini xxx, dan dengan serta merta Tante Andini xxx mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Sakirna.
Dengan buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tante Andini xxx, Tante Andini xxx hanya menurut.
“Mau apa kau Sayang..?” desah Tante Andini xxx.
Aku hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu.
Kurasakan ketika aku menyedot benda kecil Tante Andini xxx, Tante Andini xxx selalu menggelinjang dan mengangkat pantatnya, sehingga kadang hidungku ikut mencium benda kecil itu.
“Jonna.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahhh, ehh, aahhh..!” ceracau Tante Andini xxx.
“Terus Jonna, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Jonna..!” ucap Bu Sakirna yang memilin dan mengemut puting susu Tante Andini xxx.
“Terus Bu..! Jonna.., aku mau muncrat! Ayo Jonna.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Andini xxx.
Aku pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Andini xxx, “Aghh.., ughh..!” lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari vagina Tante Andini xxx. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu untuk menelannya.
“Jonna, sudah Jonna.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Sakirna ya..!” ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang senggamanya.
Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu.
“Bentar Jonna.., kamu disini dulu ya..!” pinta Bu Sakirna sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar.
Kemudian Bu Sakirna masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya. Setelah kira-kira cukup, Bu Sakirna menelentangkan tubuhnya dan memanggilku, “Ayo sekarang giliran saya dong Jonna..!” katanya sambil tangannya meremas susunya sendiri.
Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus, enak rasanya memegang payudara orang dewasa.
“Jonna.., masukin dong tuh burung kamu ke lubang Lina, ayo dong Jonna..!” bisiknya lembut.
Aku pun berusaha untuk mengarahkan masuk ke liangnya, tapi dasar memang masih amatir, terasa terpeleset terus.
“Ayo Lina bantu biar nggak salah sasaran..!” ucapnya.
Dan tangannya pun memegang batang kemaluanku dengan lembut dan memberikan kocokan sebentar, dan akhirnya dibimbing masuk ke lubang kenikmatannya.
Ini pertama kali kurasakan penisku masuk ke sarangnya. Terasa hangat, lembab, nikmat dan seperti ditarik-tarik dari dalam kamaluan Bu Sakirna. Secara naluri aku pun mulai menggerakkan pantatku maju mundur secara pelan dan berirama.
“Terus Jonna.., masukkin lagi yang lebih dalam, ayooo, ughh..!” desah Bu Sakirna.
Tangan Bu Sakirna pun telah memegang pantatku dan menekan-nekan supaya doronganku lebih keras, sedangkan kakinya telah melingkar di pinggangku.
Kira-kira hanya 10 menit berlalu, Bu Sakirna menjerit sambil menggaruk punggungku dengan keras, “Ooohhh.., aku ngejrot.., Jonna..! Yeess.., uhhh..!”
Kemudian tubuhnya lunglai dan melepaskan kakinya yang melingkar di pinggangku. Aku pun bangkit meninggalkan Bu Sakirna yang telentang dan tampak dari liang kenikmatannya sangat banyak cairan yang keluar. Kuhampiri Tante Andini xxx yang mulai menutup pintu-pintu tokonya. Aku pun turut membantunya untuk mengemasi barang-barang.
Setelah beberapa menit menunggu jemputan, terdengar telpon berdering. Setelah kuangkat ternyata mobil yang dipakai menjemput dipakai suaminya untuk ngantar tetangga pindahan. Kemudian aku pun menawarkan untuk mengantarkan ke rumah Tante Andini xxx dengan Impresa 95 kesayanganku.
Di dalam perjalanan, Tante banyak bercerita bahwa hubungan lesbinya dengan Bu Sakirna sudah 3 tahun, karena Omku suka pulang malam (mabuk-mabukan, judi, nomor buntut, dan sebagainya) sehingga tidak puas bila dicumbu oleh Omku. Sedangkan Bu Sakirna memang janda karena suaminya minggat dengan wanita lain.
Sampai di rumah Tante Andini xxx, suasananya memang sepi karena anaknya kuliah dan Omku sedang mengantar tetangga pindah rumah. Setelah aku angkat-angkat barang ke dalam rumah, aku pun lalu pamitan mau pulang kepada Tante Andini xxx. Aku terkejut, ternyata Tante Andini xxx bukannya memperbolehkan aku pulang, tetapi malah menarik tanganku menuju kamar Tante Andini xxx. ” pintanya sambil memelukku dan menempelkan kedua buah dadanya ke tubuhku.
Aku pun mencium bibirnya yang terbuka dan mengulumnya dengan nafsu, demikian pula Tante Andini xxx. Kemudian dengan dorongan, jatuhlah tubuh kami berdua di kasurnya, dan dengan bersemangat kami saling meraba, menindih, merintih. Hingga akhirnya aku melepaskan maniku ke dalam kemaluan Tante Andini xxx.
Aku pun pamitan pulang dengan mencium bibirnya dan meremas susunya dengan lembut. Kemudian dari laci lemari diambilnya uang seratus ribuan, dan diberikan kepadaku, “Untuk rahasia kita..!” katanya.
Sampai saat ini lebih dari 2 tahun aku bekerja di toko Tante Andini xxx, dan hubungan badanku dengan Tante Andini xxx dan Bu Sakirna masih berlangsung. Dan yang menyenangkan adalah Tanti, anak Bu Sakirna mau kupacari, dan aku ingin menjadikannya sebagai istri.
GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT) |GAIRAHPRIA.COM