Cerita Sex Tetanggaku Yang Seksi Membuatku Bergairah -
Cerita Sex Tetanggaku Yang Seksi Membuatku Bergairah –

Cerita Sex Tetanggaku Yang Seksi Membuatku Bergairah – Yapss.. Aku biasa dipanggil dengan nama JANI. Saat ini aku kuliah di Tangerang
Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Tangerang. Di depan rumahku tinggallah dan ada seorang wanita, namanya adalah Gavrila, Usianya saat itu sekitar 23 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Gavrila . dia ini bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. dia pun cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Ayu Ting-Ting, kulitnya putih sekali, dan rambutnya hitam panjang sebahu.
Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yang indah sekali. Kira-kira ukurannya 35B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk Tubuhnya yang Langsing Sekali membuatku Sangek ingin mengentotnya.
Keindahan tubuh Mbak Gavrila ini tampak semakin aduhai sekali ahh… saat aku melihat Pantatnya yang bulat itu. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-Remas Pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Mbak Gavrila ini… Memintaku mencium pantatnya akan kulakukan sampai kering. Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah merona seperti jambu merah. Ingin sekali aku mencium bibir yang merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan Keindahan Tubuhnya.
Setiap pagi saat dia menyapu teras rumahnya, Mbak Gavrila ini pun selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika dia sedang menunduk, sering kali aku melihat Bayangan Celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu batang Kontolku benar-benar langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat Bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, aduhh ahhh…. pasti dia tidak memakai celana dalam .
Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Gavrila ini jika sedang bugil dan telanjang bulat pasti mantap dehh…, rambut lubang memeknya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu Kontolku ini berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Gavrila ini. Terutama bagian Pantatnya, buah dada dan memeknya, akan kujilati sampai puas sampai dia mendesah dan matanya berubah akibat Jilatanku.
Yaps… pada tepatnya di malam hari jam 10 itu, aku pergi ke rumah temanku yang bernama JONO, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Jeki, temanku yang main drum. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah.
“Waduh kunci terbawa Jeki ,” ucapku dalam hati. Padahal rumah Jeki ini cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam kan, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Jono tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam juga hehe.
“kok kamu masih diluar?? Jani.” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Gavrila ini sudah tiba dan baru pulang.
“Ehhh… iya.. Mbak juga baru pulang yaa??,” ucapku membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman ,” Ucapnya.
“Kok kamu tidur di luar Jani?? iss .”
” gpp kok mbak heheh kuncinya terbawa teman tadi, jadi ya nggak bisa masuk aku,” Ucapku kepadanya. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Gavrila ini memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak Gavrila ini pun membuka pintu rumah, tapi kelihatannya dia disini mengalami kesulitan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan.
“Kenapa Mbak, pintunya macet yaa??..”
“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” Ucap mbak Gavrila ini.
“Kamu bisa membukanya gaa??, Jan lanjutnya.
“Coba ya Mbak, saya coba bantu.” Ucapku kepadannya, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.
Aku mulai bergaya disini, Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Gavrila ini memberiku tumpangan tidur di rumahnya hehe.
” Tengg….Tenggg…Tengg… dan akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega sekali.
“Wah pinter juga kamu ya Jann, belajar dari mana kamu??.”
“Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya dulu pernah kerja di bengkel ucapku bercanda.
“Terima kasih banyak ya JAN ucap Mbak Gavrila ini kepadaku sambil masuk rumah.
Aku agak kecewa, ternyata dia disini tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak Gavrila ini pun keluar dan menghampiriku.
“Tidur di luar tidak dingin? Kalau mau, tidur di rumahku saja Jani tidak masalah kok,” Ucap dari Mbak Gavrila ini uhhhh…
“Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “ucapku basa-basi padahal aku sandirawa lagian juga aku ingin Meniduri nya.
“Nanti sakit loh kamu jan apalagi diluar kan dingin. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok.. ayo.”
Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan akan terjadi.
“Mbak, saya tidur di kursi saja.”
Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu dan televisi.
“Ini bantal dan selimutnya JANI dipakai aja ya.”
Aku tersentak kaget melihat Mbak Gavrila ini datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka Pakaianku dan hanya memakai celena pendek.
“Oh, maaf Mbak heheh, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” Ucapku
“Oh nggak pa-pa JANI, telanjang juga gapapa kok.
“Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” Ucaapku.
“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku yaa??, ” Ucap dari Mbak Gavrila ini sambil masuk kamar.
Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Gavrila hanya memakai pakaian tidur yang tipis sekali sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Gavrila . Apalagi dia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu.
Langsung aku menghampiri kamar MbakGavrila . Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Gavrila tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.
“Kurang hangat selimutnya Jani??, Ucap Mbak Gavrila .
“Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” ucapku memberanikan diri.
“Ini di sini,” kata Mbak Gavrila sambil menunjuk tempat tidurnya.
Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak Gavrila ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga dia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh MbakGavrila yang tertutup kain tipis itu.
“Sudah jangan bengong, ayo sini naik aja,” kata Gavrila .
katanya tadi mau telanjang gapapa kok sini yaa, kok masih pakai celana pendek, buka aja yaa biar lebih enak,” kata Gavrila saat aku hendak naik ranjangnya.
Kali ini aku benar-benar kagets sekali , tidak mengira dia langsung memintaku Telanjang Bulat. Tapi Kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu Batang Kontolku benar-benar sudah berdiri seperti tiang listrik.
“Wowwwww Aghhhhh, punyamu sudah berdiri ya Jan?? , kedinginan ya, ingin yang hangat,” Ucapnya.
“Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong heheh,” ucapku.
“OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku.”
Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak Gavrila mengatakan hal itu. dia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan lubang indah yang berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Gavrila Kontolku sudah berdiri.
“Ayo bukalah bajuku,” Ucap dari mbak Gavrila .
Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film bokep sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini aku sangat bahagia sekali uhhhh….
Setelah Mbak Gavrila benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas buah dada Mbak Gavrila yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak Gavrila rupanya Ke Enakan Dengan Hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri.
Ahhh…. Nikmat sekali rasanya JANI ahhhh…..”
Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas sekali disini . Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Gavrila . Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak Gavrila . Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Gavrila yang merah seperti jambu merah.
“JANI, kamu ahli juga melakukannya ya??, sudah sering ya kamu ihh,” ucapnya.
“Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti hal seperti ini karena aku sering nonton film dewasa, apalagi aku sering Membayangkan bentuk tubuh mbak hehe,
Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Gavrila . Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang vagina Mbak Ninik. Bulu vaginanya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Gavrila . Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh MbakGavrila .
“Naik ranjang yuk,” ucap Gavrila .
Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Gavrila tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati vagina Mbak Gavrila . memeknya itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum.
Mungkin MbakGavrila rajin merawat memeknya. Saat kubuka memeknya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Gavrila menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat.
“Masih belum puas menjilatinya JANI??”
“Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.”
“Ganti yang lebih nikmat dong.”
Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Gavrila yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi vaginanya. Kemudian sambil memegang Kontolku yang berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam lubang memeknya Mbak Gavrila .
“Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah..”
“Terus Jani Aghhh…Ahhh…., Masukkan sampai habis.. ah.. ah..”
Aku terus memasukkan Batang Kontolku hingga habis. Ternyata Batang Kontolku yang ukuran 16 cm itu masuk semua ke dalam lubang dasar memeknya Mbak Gavrila . Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.
“Mbak Gavrila .. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah..”
Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Gavrila semakin menggeliat keasyikan.
“Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah..”
Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Gavrila memintaku menarik Kontol. Rupanya dia pun ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu Kontolku terlihat berdiri seperti Tiang Listrik. Sekarang MbakGavrila memegang kendali permainan. Diremasnya Kontolku sambil dikulumnya.
Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Gavrila . Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti memeknya yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum Kontolku, ia mulai mengarahkan Kontolku hingga tepat di bawah memeknya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga kontolku ini benar-benarhabis masuk ke dalam lubang memeknya yang indah ini.
“Oh.. Mbak Gavrila .. nikmaaatt sekali.. hangat Ahh… Ohh…Ohh…Aghhh… oh..”
Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak Gavrila . Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Gavrila .
“Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..”
“Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah…”
Mbak Gavrila rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan vagina MbakGavrila mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Gavrila disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa Kontolku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.
“Mbak Gavrilaaaa…… Mbaaakk.. Niiikmaaattt..”
“Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk.. nikmaaatt..”
Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Gavrila melepas Kontolku pun. dia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya.
Sebelum kemasukan Batang Kontolku , aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Gavrila kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati.
“JANII…Aghhhh….Ohhh….Ah….. ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih,” kata Mbak Gavrila .
Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hujaman Kontolku.
“Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.
Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan Kontolku tepat di lubang memeknya. Selanjutnya kontolku pun menghujam dengan ganas memeknya Mbak Gavrila . Nikmat sekali rasanya saat Kontolku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras.
“Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt JANI.. terus.. lebih keras JANI…”
“Mbak Ninik.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii..”
Kembali aku merasakan cairan hangat dari vagina Mbak Gavrila membasahi Kontolku. Cairan itu membuat memek Mbak Gavrila bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan penisku maju mundur.Mbak Gavrila berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama.
“Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..”
Kutarik penisku keluar dari lubang memeknya dan dari kontolku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat MbakGavrila yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung Kontolku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung penisku menyentuh pantat Mbak Gavrila .
“Oh, Mbak Gavrila .. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat.. permainan Mbak bener-bener hebat..”
“Kamu juga Hen, penismu hebat.. hangat dan nikmat..”
Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:00 pagi.
“Kamu nggak sekolah ” Jani?? tanya Mbak Gavrila .
“Sudah terlambat, Mbak Gavrila tidak bekerja?”
“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang kok sayang..”
Kemudian Mbak Gavrila pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Gavrila tetap nikmat.
Akhirnya pukul 15:30 aku pergi ke rumah JEKI dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan Permainan Nikmat dengan seorang wanita yang luarbiasa sekali aghh!!
TERIMAKASIH MBAK GAVRILA, PERJUANGANKU SELAMA INI TIDAK SIA-SIA YANG AWALNYA AKU CUMAN MEMBAYANGKAN DIIRMU.KINI SUDAH MERASAKAN BENTUK TUBUH HANGATMU, DAN SUDAH MERASAKAN NIKMATNYA LUBANG SUCIMU UHHH~
AKU TERGILA-GILA DENGANMU DARI DULU, SEHINGGA SETIAP KALI AKU MELIHATMU BATANG KONTOLKU SELALU BERDIRI DAN TEGAK.KINI CAIRAN YANG SELAMA INI KUTAHAN, SUDAH MASUK KE DASAR LUBANG MEMEKMU MBAK GAVRILA AHHH~
|gairahpria.com (MATAUANGSLOT) |gairahpria.com