Cerita Sex Kekasih Ibuku Om Bayu –

Cerita Sex Kekasih Ibuku Om Bayu – Gairahpria.com – Tidak semua orang memiliki keluarga yang harmonis. Aku harus menerima kenyataan bahwa keluargaku satu dari jutaan keluarga tak harmonis tiga tahun yang lalu. Ayahku dan Ibuku bercerai. Kesabaran ibuku sudah tidak bisa lagi mentolerir kelakuan ayahku saat itu. Semua berawal saat seorang wanita yang kami kenal sangat dekat tiba-tiba datang ke rumah dan mengatakan bahwa dirinya hamil. Perempuan itu adalah Nadia. Sekretaris perusahaan ayahku yang sudah lama bekerja untuknya.
Aku dan ibuku bukan tak tahu hubungan itu. Sudah beberapa kali ibuku menemukan bukti-bukti perselingkuhannya tetapi ia mencoba untuk bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Ia tak ingin mengedepankan egonya demi menjaga keutuhan keluarga. Baginya, kehadiran kedua orang tua sangatlah penting untuk diriku anak semata wayang mereka berdua.
Nadia juga bukan wanita pertama yang tidur dengan ayahku. Sudah banyak wanita yang tidur dengan ayahku dan ibuku selalu saja tahu informasi itu. Entah ada yang memberi tahu atau memang ayahku saja yang sangat bodoh menyembunyikan perselingkuhannya. Sudah sering keduanya ribut baik saat ada aku maupun ketika aku sedang tidak dirumah. Suatu malam aku pernah mendengar bahwa ibuku memberi sebuah ultimatum kepada ayah.
“Terserah kamu mau tidur sama siapa! Aku capek! Tapi jangan pernah anak kita tahu dan jangan sampai pelacur-pelacur itu hamil!” tegas ibuku sambil menangis. Ayahku saat itu tak menjawab seperti orang bodoh. Aku hanya bisa lari ke kamar untuk menangis setelah mendengar itu.
Kedatangan Nadia membuyarkan semua pertahanan ibu. Wanita yang selalu kukagumi itu langsung menggugat cerai ayah. Ayahku juga tidak bisa berkutik dan tahu bahwa ia telah melakukan tindakan yang sangat bodoh untuk kesekian kalinya. Kini, aku tinggal dengan ibuku meski beberapa kali aku masih sering bertemu dengan ayah untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Satu persyaratanku, aku tidak pernah ingin bertemu dengan Nadia.
Tak ada yang tahu mengapa ayahku segatel itu. Ada kabar bahwa memang banyak wanita kepincut dengan harta ayahku. Tetapi ada juga kabar yang mengatakan bahwa ayahku memang tak pernah puas bercinta dengan hanya satu wanita. Terlebih seluruh wanita yang ia kencani selalu lebih muda jauh. Bahkan ada di antara mereka yang mungkin hanya 2 tahun di atasku. Apapun itu, aku yakin kesalahan tetap berada di ayahku.
Ayah dan ibuku menikah ketika mereka berumur 24 tahun. Kegigihan mereka dalam bekerja membuat keduanya berani untuk meninggalkan pekerjaan dan membangun bisnis masing-masing pada usia 26. Kemapanan keluarga ibuku juga mendukung mereka untuk berani keluar dai zona nyaman dan memulai bisnis. Benar saja, dalam lima tahun, ayah dan ibuku memiliki bisnis yang terbilang maju dan stabil. Ayahku memiliki bisnis di bidang periklanan sementara ibu berada di bidang hukum.
Setelah keduanya benar-benar mencapai apa yang mereka mau itulah, ayahku mendadak berubah. Ibu awalnya menduga karena ayahku dikenalkan oleh beberapa pihak dengan dunia malam dan semenjak itu ayah seolah lupa memiliki seorang istri dan anak yang setia menunggu.
Meski pil pahit mengenai keluargaku harus tertelan, namun di sisi lain aku melihat sebuah hal positif. Aku melihat ibuku menjadi sosok yang berbeda. Ia kemudian memiliki waktu luang untuk menjaga tubuhnya. Ia rajin mengikuti banyak kegiatan olahraga di akhir pekan. Bahkan kami memiliki kelas yoga bersama. Itu juga yang membuat ibuku berubah drastis secara fisik. Kini tubuhnya benar-benar langsing dan terjaga. Ia tak lupa juga mengajaku untuk melakukan perawatan tubuh.
Tak jarang aku dan ibuku dikira kakak dan adik ketika sedang berjalan bersama. Bahkan setiap selesai olahraga, ada beberapa pria yang selalu melirik kami berdua. Aku hanya bisa tertawa dengan sikap jual mahal ibuku.
“Semakin kita jual mahal, semakin penasaran mereka,” ujar ibuku memberi tips.
Semenjak kepergian ayah, aku sering menghabiskan waktu bersama dengan ibu. Kami berbagi cerita di tengah segala aktivitas menyenangkan di atas. Tak jarang kami membicarakan perihal percintaanku. Ya, aku memiliki seorang pacar yang lebih tua satu tahun di atasku. Sejauh ini ibu menyukainya dan belum menemukan hal buruk dari pacarku. Aku senang kadang mereka bisa ngobrol panjang lebar tanpa perlu sungkan.
Maaf aku belum memperkenalkan diri sebelumnya. Namaku Bella Aruan Sudibyo, mahasiswi yang kini tengah berkuliah di universitas swasta di sekitaran Jakarta. Kalian boleh memanggilku dengan nama Bella. Umurku saat ini memasuki 19 tahun. Sementara ibuku adalah Kikan Awantara atau biasa dipanggil Kikan. Kini ibuku sudah memasuki umur 44 tahun. Meski sudah memasuki kepala empat, tetapi seperti yang kubilang tadi, ibuku memiliki tampilan fisik layaknya umur 25 tahun. Tinggi kami berdua sama yakni 168 cm. Berat tubuh kami pun sama yakni 52 km. Kami berdua memiliki kulit sawo cerah. Mungkin perbedaan yang mencolok dari kami adalah rambut. Aku memiliki rambut panjang se-pundak sementara ibuku memiliki rambut pendek.
Kembali ke cerita, kini ibuku masih sibuk dengan dunia hukum, tetapi ia juga tak menutup diri untuk dunia percintaan. Banyak yang mendekati ibu ketika mereka tahu ibu sudah tak lagi memiliki suami. Salah satu yang paling getol adalah Bayu. Om Bayu juga bukan sosok yang asing dimata keluarga kami. Saat ibu baru mendirikan perusahaannya, Om Bayu adalah sosok yang membantu memulai dari nol.
Belakangan baru ku tahu bahwa Om Bayu dulu adalah mantan pacara ibuku ketika kuliah. Namun keduanya kandas karena restu orang tua yang tak kunjung datang. Terlebih lagi saat itu, ayahku lebih terlihat memiliki masa depan dengan ambisi-ambisinya. Itu yang membuat ibuku jatuh cinta pada akhirnya dan memutuskan untuk menikah.
Om Bayu yang tahu ibu bercerai mulai berani mengantarkan ibu ke rumah meski ibu tak membutuhkannya. Tetapi ibu tetap welcome dengan om Bayu karena kini, tak ada lagi hati yang harus dijaga. Terlebih lagi ia juga membutuhkan sosok untuk bercerita. Jika harus membandingkan dengan ayahku, Om Bayu memang terlihat lebih tampan dan memiliki badan yang juga bagus. Maklum, om Bayu juga rutin olahraga. Bahkan Om Bayu beberapa kali ikut nge-gym bersama kami.
Namun yang tak disukai ibu dari Om Bayu adalah statusnya. Om Bayu masih memiliki istri meski sampai sekarang keduanya belum memiliki anak. Bagi ibuku, status itu membuatnya tak mau membuka hati untuk Om Bayu dan memutuskan untuk menjadikan om Bayu sebagai sahabat saja. Ibu juga khawatir jika mereka ke jenjang serius, masalah pekerjaan akan menjadi tidak stabil. Bagaimanapun juga sebagai seorang single parrent, ibu tidak bisa mengedepankan egonya di dunia percintaan. Ia juga harus memastikan anaknya tetap bahagia dan ekonomi kami terus berada di posisi terbaik.
“Tapi Om Bayu sebenarnya tipe mamah nggak?” tanyaku iseng di suatu sore saat sedang melakukan jalan mengelilingi komplek.
“To be honest, he is my type. From the first time, he is my type,” jawab ibuku serius.
“Tapi dia nggak pernah bisa serius sama komitmennya dia. Bisa dibilang, omongannya hanya bisa dipegang saat bekerja. Selepas itu, ia hanya penuh bualan,” lanjut ibuku.
“Tapi aku kira Om Bayu orang yang romantis mah,” tanyaku.
“Believe me baby, apa yang kamu lihat itu baru sebagian. Dia lebih romantis dari apa yang pernah kamu lihat,” jawab ibuku sambil mengagumi Om Bayu.
“Is he good in bed?” tanyaku iseng.
“Hey! Siapa yang ngajarin kayak gitu!” Mamahku marah. Aku hanya tertawa-tawa mendengar amarah ibuku dan berjalan mlebih cepat meninggalkannya.
BERSAMBUNG. . .
|GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT) |GAIRAHPRIA.COM