Cerita Sex Pacarku di Perkosa Sampai Menjerit Kesakitan -

a Sampai Menjerit Kesakitan – Gairahpria.com cerita perkosaan, cerita sex threesome, cerita sex gangbang, cerita sex sodomi, cerita sex menjerit kesakitan. Saya pertama kenal Anjelina putri ketika melihatnya menjadi model cover di sebuah majalah di Makassar, kemudian ia juga menjadi bintang sinetron Abad 20. Anjelina putri berumur 16 tahun, cantik, kulitnya putih mulus, ramah dan yang paling menarik perhatian orang-orang adalah buah dadanya yang bundar dan padat berisi. Semua orang yang menatap Anjelina putri pandangannya akan langsung tertarik ke arah buah dadanya yang membusung. Tidak terlalu besar memang, tapi sangat proporsional dengan tubuh dan wajah Anjelina putri. GAIRAHPRIA.COM
Saya berkenalan dengannya, pertama melalui surat kemudian bertemu, sesekali menelepon dirinya. Lama-kelamaan kita semakin sering bertemu dan percakapan yang ada semakin menjurus ke hal-hal yang pribadi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajaknya keluar makan malam. Suatu hari saya memberanikan diri untuk mengajaknya dan ternyata Anjelina putri senang sekali mendengar ajakan saya, dan langsung setuju. Saya gelisah sekali menunggu pada saat menjemput Anjelina putri di rumahnya.
Setelah pulang kerja dan berganti pakaian saya menjemput Anjelina putri, untuk kemudian makan malam di sebuah restoran. Di sana kami bercakap-cakap panjang lebar, setelah itu dilanjutkan sebuah diskotik untuk sedikit menggoyangkan tubuh dan minum. Di tengah-tengah percakapan di diskotik, Anjelina putri mengajak saya untuk kembali ke rumahnya dan melanjutkan sisa malam itu di rumahnya. Bagaimana saya bisa menolak tawaran itu?
Sepanjang perjalanan pulang Anjelina putri berkata bahwa ia belum pernah mengalami hari yang menyenangkan seperti yang baru ia alami malam itu, dan ia juga berkata, di rumah nanti giliran dirinya yang akan membuat diri saya tidak akan melupakan malam ini.
Saya begitu bergairah dan berhasrat untuk lekas-lekas sampai ke rumah Anjelina putri, ketika tanpa sadar saya mengendarai mobil melebihi batas maksimal kecepatan di jalan. Tiba-tiba saya tersadar ketika di sebelah kanan sudah ada mobil Polantas yang berusaha menghentikan mobil saya. Saya meminggirkan mobil di tempat parkir sebuah toko dan menunggu Polantas tadi mendekati mobil kami. Ia bertanya hendak ke mana kami sampai-sampai kami membawa mobil itu melebihi batas kecepatan. Rupanya alasan saya tidak masuk akal sehingga Polantas tadi meminta STNK dan SIM saya.
Setelah melihat surat-surat itu Polantas itu menjengukkan kepalanya ke dalam mobil kami dan lama sekali mengamati Anjelina putri yang duduk terdiam. “Anda harus meninggalkan mobil Anda di sini dan ikut saya ke kantor”, perintah Polantas tadi. Akhirnya sepuluh menit kemudian kami sampai ke sebuah kantor polisi yang terpencil di pinggir kota.
Waktu itu sudah lewat pukul 11 malam, dan dalam kantor polisi itu tidak terdapat siapa pun kecuali seorang Hassan yang bertugas jaga dan Polantas yang membawa kami. Ketika kami masuk, Hassan itu memandangi tubuh Anjelina putri dari bawah hingga ke atas, kelihatan sekali ia menyukai Anjelina putri. Kami dimasukkan ke dalam sel terpisah, saling berseberangan.
Sepuluh menit kemudian, Polantas yang berumur sekitar 40-an dan berbadan gemuk dan Hassan yang tinggi besar berbadan hitam, dan umurnya kira-kira 45 tahun kembali ke ruang tahanan. Polantas tadi berkata, “Kalian seharusnya jangan mengemudi sampai melebihi batas kecepatan yang ada. Tapi kita semua bener-benar kagum, soalnya dari semua yang kami tangkap baru kali ini kita dapat Cerita Seorang yang cantik seperti kamu.” Hassan tadi menimpali, “Betul sekali, dia bener-bener kualitas nomer satu!” Saya sangat takut mendengar nada bicara mereka, begitu juga Anjelina putri yang terus-menerus ditatap oleh mereka berdua.
Mereka lalu membuka sel Anjelina putri dan masuk ke dalam. “Sekarang denger gadis manis, kalau kamu berkelakuan baik, kita akan lepasin kamu dan pacar kamu itu. Mengerti!” Hassan tadi langsung memegangi kedua tangan Anjelina putri sementara Polantas menarik kaos yang dikenakan Anjelina putri ke atas. Dalam sekejap seluruh pakaian Anjelina putri berhasil dilucuti tanpa perlawanan berarti dari Anjelina putri yang terus dipegangi oleh Hassan. “Wow, lihat dadanya.” Anjelina putri terus meronta-ronta tanpa hasil, sementara Hassan yang tampaknya sudah bosan dengan perlawanan Anjelina putri, melemparkan tubuh Anjelina putri hingga jatuh telentang ke atas ranjang besi yang ada di sel Anjelina putri. Dan dengan cepat diambilnya borgol dan diborgolnya tangan Anjelina putri ke rangka di atas kepala Anjelina putri.
Kemudian mereka dengan leluasa menggerayangi tubuh Anjelina putri. Mereka meremas-remas dan menarik buah dada Anjelina putri, kemudian memilin-milin puting susunya sehingga sekarang buah dada Anjelina putri mengeras dan puting susunya mengacung ke atas. Kadang mereka mengigit puting susu Anjelina putri, sedangkan Anjelina putri hanya bisa meronta dan menjerit tak berdaya.
Saya berdiri di dalam sel di seberang Anjelina putri tak berdaya untuk menolong Anjelina putri yang sedang dikerubuti oleh dua orang itu. Kedua polisi itu lalu melepaskan pakaian mereka dan terlihat jelas kedua batang kemaluan mereka sudah keras dan tegang dan siap untuk memperkosa Anjelina putri. Polantas mempunyai batang kemaluan paling tidak sekitar 25 senti, dan Hassan mempunyai batang kemaluan yang lebih besar dan panjang. Anjelina putri menjerit-jerit minta agar mereka berhenti, tapi kedua polisi itu tetap mendekatinya.
“Lebih baik kamu tutup mulut kamu atau kita berdua bisa bikin ini lebih menyakitkan daripada yang kamu kira.” kata Polantas.
“Sekarang mendingan kamu siap-siap buat muasin kita dengan badan kamu yang bagus itu!”
“Dia pasti sempit sekali”, kata Hassan sambil memasukan jari-jarinya ke lubang kemaluan Anjelina putri.
Ia menggerakkan jarinya keluar masuk, membuat Anjelina putri menggelinjang kesakitan dan berusaha melepaskan diri.
“Betul kan, masih sempit sekali.”
Kemudian Polantas tadi naik ke atas ranjang di antara kedua kaki Anjelina putri. Kemudian mereka membuka kaki Anjelina putri lebar-lebar dan Polantas memasukkan batang kemaluannya ke dalam lubang senggama Anjelina putri. Anjelina putri mengeluarkan jeritan yang keras sekali, ketika perlahan batang kemaluan Polantas membuka bibir kemaluan, dan masuk senti demi senti tanpa berhenti. Kadang ia menarik sedikit batang kemaluannya untuk kemudian didorongnya lebih dalam lagi ke lubang kemaluan Anjelina putri.
Sementara itu, Hassan naik dan mendekati wajah Anjelina putri, mengelus-elus wajah Anjelina putri dengan batang kemaluannya. Mulai dari dahi, pipi kemudian turun ke bibir. Anjelina putri menggeleng-gelengkan kepalanya agar tidak bersentuhan dengan batang kemaluan Hassan yang hitam.
“Ayo dong manis, buka mulut kamu”, kata Hassan sambil meletakkan batang kemaluannya di bibir Anjelina putri.
“Kamu belum pernah ngerasain punya polisi kan?” Anjelina putri tak bergeming.
“Buka!” bentak Hassan.
“Buka mulut kamu, brengsek!” Perlahan mulut Anjelina putri terbuka sedikit, dan Hassan langsung memasukkan batang kemaluannya ke dalam mulut Anjelina putri.
Mulut Anjelina putri terbuka hingga sekitar 6 senti agar semua batang kemaluan Hassan bisa masuk ke dalam mulutnya. Batang kemaluan Hassan mulai bergerak keluar masuk di mulut Anjelina putri, saya melihat tidak semua batang kemaluan Hassan dapat masuk ke mulut Anjelina putri, batang kemaluan Hassan terlalu panjang dan besar untuk bisa masuk seluruhnya dalam mulut Anjelina putri. Ketika Hassan menarik batang kemaluannya terlihat ada cairan yang keluar dari batang kemaluannya.
Julurin lidah kamu!” Anjelina putri membuka mulutnya dan mengeluarkan lidahnya. Hassan kemudian memegang batang kemaluannya dan mengusapkan kepala batang kemaluannya ke lidah Anjelina putri, membuat cairan kental yang keluar tadi menempel ke lidah Anjelina putri.
“San, dia nggak mungkin bisa masukin punya Hassan ke mulutnya, biar saya coba. Gantian!” Mereka kemudian bertukar tempat, Hassan sekarang ada di antara kaki Anjelina putri dan Polantas berjongkok di dekat wajah Anjelina putri.
Hassan mulai mendorong batang kemaluannya masuk ke liang senggama Anjelina putri. Terlihat sekali dengan susah payah batang kemaluan Hassan yang besar itu membuka bibir kemaluan Anjelina putri yang masih sempit. Polantas, mengacungkan batang kemaluannya ke mulut Anjelina putri. “Kamu mungkin nggak bisa masukin punya Hassan ke mulut kamu, tapi kamu musti ngerasain punya saya ini, seluruhnya.” Dengan kasar ia mendorong batang kemaluannya masuk ke mulut Anjelina putri, sampai akhirnya batang kemaluan itu masuk seluruhnya hingga sekarang testis Polantas berada di wajah Anjelina putri. Ia kemudian menarik batang kemaluannya sebentar untuk kemudian didorongnya kembali masuk ke tenggorokan Anjelina putri. Setelah lima kali, keluar masuk, Polantas sudah tidak bisa lagi menahan orgasmenya.
“Saya keluuarrhh. Aaahhh!” Ia tidak menarik batang kemaluannya keluar dari mulut Anjelina putri, batang kemaluannya tampak bergetar berejakulasi di tenggorokan Anjelina putri, menyemprotkan sperma masuk ke tenggorokannya. Saya mendengar Anjelina putri berusaha menjerit, ketika sperma Hassan mengalir masuk ke perutnya. Terlihat sekali Hassan yang sedang mencapai puncak kenikmatan tidak menyadari Anjelina putri meronta-ronta berusaha mencari udara.
“Iyya… yaah! Telleeen semuaa! Aaahhh… aahhh… nikhmaattt!”
Ketika selesai ia menarik keluar batang kemaluannya dan Anjelina putri langsung megap-megap menghirup udara, dan terbatuk-batuk mengeluarkan sperma yang lengket dan berwarna putih. Anjelina putri berusaha meludahkan sperma yang masih ada di mulutnya. Polantas tertawa melihat Anjelina putri terbatuk-batuk, “Kenapa? Nggak suka rasanya? Tenang aja, besok pagi, kamu pasti sudah terbiasa sama itu!”
Sementara Hassan yang masih mengerjai kemaluan Anjelina putri sekarang malah memegang pinggul Anjelina putri dan membalik tubuh Anjelina putri. Anjelina putri dengan tubuh berkeringat dan sperma yang menempel di wajahnya tersadar apa yang akan dilakukan Hassan pada dirinya, ketika dirasanya batang kemaluan Hassan mulai menempel di lubang anusnya.
“Jangan Pak, jangan! Ampun Pak, ampun, jangan…”
“Aaahkk! Jangaaan!”
Anjelina putri menjerit-jerit ketika kepala batang kemaluan Hassan berhasil memaksa masuk ke liang anusnya. Wajah Anjelina putri pucat merasakan sakit yang amat sangat ketika batang kemaluan Hassan mendorong masuk ke liang anusnya yang kecil. Hassan mendengus-dengus berusaha memasukkan batang kemaluannya ke dalam anus Anjelina putri. Perlahan, senti demi senti batang kemaluan itu tenggelam masuk ke anus Anjelina putri. Anjelina putri terus menjerit-jerit minta ampun ketika perlahan batang kemaluan Hassan masuk seluruhnya ke anusnya. Akhirnya ketika seluruh batang kemaluan Hassan masuk, Anjelina putri hanya bisa merintih dan mengerang kesakitan merasakan benda besar yang sekarang masuk ke dalam anusnya.
Hassan beristirahat sejenak, sebelum mulai bergerak keluar masuk. Kembali Anjelina putri menjerit-jerit. Hassan terus bergerak tanpa belas kasihan. Batang kemaluannya bergerak keluar masuk dengan cepat, membuat testisnya menampar-nampar pantat Anjelina putri. Hassan tidak peduli mendengar Anjelina putri berteriak kesakitan dan menjerit minta ampun ketika sodomi itu berlangsung.
Saya melihat berulang kali batang kemaluan Hassan keluar masuk anus Anjelina putri tanpa henti. Akhirnya Hassan mencapai orgasme ia menarik batang kemaluannya dan sperma menyemprot keluar menyembur ke punggung Anjelina putri, kemudian menyembur ke pantat Anjelina putri dan mengalir turun ke pahanya, dan terakhir Hassan kembali memasukkan batang kemaluannya ke anus Anjelina putri lagi dan menyemprotkan sisa-sisa spermanya ke dalam anus Anjelina putri. Hassan kemudian melepaskan pegangannya dari pinggul Anjelina putri dan berdua dengan Polantas mereka keluar dari sel dan menguncinya. Saya masih dapat mendengar Hassan berkata pada Polantas, “Pantat paling hebat yang pernah ada. Dia bener-bener sempit!”
Dini hari, ketika Anjelina putri kelelahan menangis dan merintih, mereka berdua dengan langkah sempoyongan dan dengan botol bir di tangan masuk kembali ke dalam sel Anjelina putri. Mereka menendang tubuh Anjelina putri agar terbangun dan mereka mulai memperkosanya lagi. Sekarang Polantas menyodomi Anjelina putri sementara Hassan berbaring di bawah Anjelina putri dan memasukkan batang kemaluannya ke dalam kemaluan Anjelina putri.
Kemudian mereka berganti posisi. Mereka juga menyiksa Anjelina putri dengan memasukkan botol bir ke dalam liang kemaluan dan anusnya sementara batang kemaluan mereka dimasukkan ke mulut Anjelina putri. Mereka terus berganti posisi dan Anjelina putri terus menerus menjerit dan menjerit hingga akhirnya ia kelelahan dan tak sadarkan diri. Melihat itu polisi-polisi tersebut hanya tertawa terbahak-bahak meninggalkan tubuh Anjelina putri yang memar-memar dan belepotan sperma dan bir.
Keesokan paginya, Hassan masuk dan membuka sel kami.
“Kalian boleh pergi.”
Saya membantu Anjelina putri mengenakan pakaiannya. Tubuhnya lemah lunglai berbau bir dan sperma-sperma kering masih menempel di tubuhnya. Kami pergi dari kantor polisi itu dan akhirnya sampai ke rumah Anjelina putri. Kemudian saya membersihkan tubuh Anjelina putri dan menidurkannya. Ketika saya tinggal, saya mendengar ia merintih, “Jangan Pak, ampun Pak, sakit… ampuunn… sakiiit…”.
GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT) (GAIRAHPRIA.COM