Cerita Sex Kisah sepasang pelajar di kost -

Cerita Sex Kisah sepasang pelajar di kost – Gairahpria.com Annisa putri adalah tokoh utama dalam cerita ini dgn tampilan perempuan khas Indonesia berkulit sawo matang, tinggi semampai sekitar 166cm, boleh dibilang langsing, berhidung mancung, bibir mungil merah, rambut ikal melewati pundak sedikit, berdada mungil (bisa dibilang tocil walau kalo digenggam tdk bisa dibilang terlalu kecil).
Kanza adalah mantan kedua Annisa putri yg telah menjadi kekasihnya semenjak SMA kelas 3 hingga pertengahan kuliah, bertubuh hitam besar, jago basket, ehm… kalo boleh dibilang memiliki paras yg biasa saja.
Memasuki masa kuliah adalah masa yg menyenangkan untuk semua orang, tak terkecuali untuk Annisa putri dan Kanza yg dianggap telah cukup dewasa dan bertanggungjawab akan masa depannya. Bila saat SMA mereka harus agak ‘backstreet’ dgn keluarga Annisa putri karena dianggap belum cukup umur, maka saat kuliah mereka telah mulai di’lepas’ untuk saling antar jemput dan pulang malam dgn alasan… kuliah. GAIRAHPRIA.COM
Semester pertama adalah masa awal adaptasi dimana biasanya mereka terikat dgn jam sekolah dan saat ini harus mengikuti jam kuliah yg bisa telah dipilih berdasarkan schedule yg tersedia. Dikarenakan beda faqultas, Annisa putri dan Kanza terkadang saling menunggu satu sama lain untuk dapat sekedar bertemu, bercengkrama, dan atau makan bersama. Disaat Annisa putri harus menunggu saat kuliah berikutnya dan Kanza sedang kosong jadwalnya, terkadang mereka menunggu di kost Kanza dimana…. petualangan ini dimulai.
Pagi itu tanpa disangka dosen yg mengajar mata kuliah yg Annisa putri ambil sedang kosong karena sang dosen sedang berhalangan, Kanza yg dari pagi telah suntuk karena harus bangun pagi-pagi menjemput kekasihnya untuk kuliah pagi mendadak tersenyum sembari menawarkan kekasihnya itu untuk mampir ke kostnya sembari menunggu mata kuliah berikutnya yg kebetulan bersamaan dgnnya.
Annisa putri yg cukup lega dgn absennya dosen killer itu tampaknya tak ragu mengiyakan ajakan Kanza, mengingat dia malas pulang lagi untuk ganti baju karena dosen killer yg absen itu mengharuskan formal dress bagi para mahasiswa/siswi yg mengikuti kelasnya, pagi itu Annisa putri mengenakan rok span coklat selutut dgn kemeja ketat dibalut cardigans yg membuatnya tampak lebih anggun dan manis.
Dgn motor honda klasiknya Kanza membonceng Annisa putri menuju kostnya dgn pemikiran polos bisa tidur lagi mengingat semalam dia tidur cukup larut bersama-sama kawan kostnya menonton bola. Kost Kanza sebenarnya adalah kost khusus lelaki tetapi mengingat sang pemilik sering keluar kota dan menitipkan dgn penjaganya yg merupakan temen nonton bola Kanza, sehingga dia tak terlalu sulit untuk memasukkan Annisa putri ke kamar…toh pikirnya dia mau tidur lagi dan mungkin Annisa putri mau buka-buka komputer melihat dvd yg kemarin dia sewa atau bermain game.
Sesampai di kost, Kanza memarkirkan motornya tepat didepan kamar kost sementara suasana kost sendiri cukup hening karena kebanyakan penghuni kost telah berangkat ke kampus atau kerja. Annisa putri yg baru pertama masuk ke kamar kost Kanza nampaknya cukup canggung mengingat biasanya dia hanya bertemu Kanza diruang tamu depan yg memang diperuntukkan untuk bertamu.
Kamar kost Kanza tak terlalu besar tetapi cukup nyaman, ada satu buah kasur, lemari, meja belajar dan kursi yg agak berantakan khas kamar lelaki . Kanza langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur berusaha untuk membayar hutang tidurnya sementara naluri kewanitaan Annisa putri muncul untuk membereskan buku-buku dan cd yg berserakan.
Tak sampai sepuluh menit Annisa putri telah sedikit membereskan ‘kekacauan’ kamar Kanza dan duduk didepan komputer untuk bermain mini game untuk mengisi kekosongan saat. Kanza tampaknya tak benar-benar tertidur mengingat dia juga tak mau kekasihnya bosan menunggu beberapa jam untuk kembali kampus, saat Annisa putri sedang asik bermain, tiba-tiba Kanza berdiri memeluk Annisa putri dari belakang, Annisa putri yg sdg duduk asik bermain game sempat terkejut tetapi kembali melanjutkan permainannya.
Kanza yg dalem posisi berdiri memeluk Annisa putri yg sdg dalem posisi duduk dari belakang, punya keleluasaan untuk mengusap buah dada mungil Annisa putri yg berbalut kemeja dan cardigans, Annisa putri agak cuek karena pacaran mereka dari SMA memang sebatas maen raba, french kiss, HJ atau petting dalem kondisi berpakaian. Melihat kekasihnya yg tampaknya telah ter’biasa’ dgn aksinya,
Kanza semakin agresif mengusap dan meremas lembut buah dada mungil Annisa putri…ketika hasrat tak tertahan, Kanza menarik Annisa putri berdiri… memutar tubuhnya sehingga berhadapan dan melumat bibir indah Annisa putri. Bibir mereka saling bertemu dan sesekali lidah nakal Kanza memasuki rongga mulut Annisa putri…berkeliaran dgn nakalnya, sementara kedua tangannya meremas bokong bulat Annisa putri yg terbalut rok span warna coklat. Beberapa saat mereka melakukan french kiss telah cukup untuk membakar gairah muda yg menggelora…
Kanza membalik tubuh Annisa putri dan kembali memeluknya dari belakang, tetapi kali ini dilakukan didepan kaca sembari sesekali dia melihat ekspresi paras Annisa putri saat buah dadanya diremas lembut kedua tangan besarnya itu, Annisa putri mendesah pelan… apalagi ketika merasakan tonjolan menekan bokongnya… sensasi petting yg sering dirasakan Annisa putri! Dgn perlahan Kanza membuka cardigans Annisa putri, melemparkannya sembarang ke pojokan kamar…dan dgn napas memburu, membuka satu persatu kancing kemeja Annisa putri dari belakang tubuh Annisa putri sembari menatapnya melalui pantulan kaca.
Kancing kemeja itu satu persatu terbuka, dan dgn lembut Kanza menyibakkan kemeja Annisa putri tetapi tak melepaskannya…sehingga terlihat bagian depan tubuh Annisa putri yg hampir telanjang. Dari pantulan kaca, sebentar dia memandangi perut Annisa putri yg mulus dan rata serta buah dada mungil yg terbungkus breast houlder warna krem…
Kanza mencium kuping telinga Annisa putri sembari berkata “I Love You”…kata klise yg mampu mendobreast houlderk pertahanan perempuan yg sedang mabuk cinta. Sembari menciumi bagian belakang telinga Annisa putri dan sesekali tengkuknya, kedua tangan Kanza aktif mengusap perut rata Annisa putri sembari sesekali meremasi buah dada Annisa putri yg terbungkus breast houlder krem berenda tersebut. Annisa putri mendesah, menggigit bibir bawahnya sendiri saat lidah Kanza menyapu tengkuknya yg dipenuhi bulu-bulu halus.
Kedua tangan Kanza yg terus meremasi buah dada Annisa putri yg masih tertutup breast houlder tampaknya tak sabar lagi untuk memilin puting buah dada dan meremasi tanpa ada halangan apapun…dan dgn satu sentakan, cup breast houlder Annisa putri dinaikkan keatas sehingga buah dada mungil Annisa putri mencuat keluar dgn puting buah dada coklat kemerahan yg mengeras.
Secara kasar Kanza memelintir puting buah dada indah itu sehingga Annisa putri menjerit kecil…memaksa Kanza meminta maaf dgn kecupan lembut di pipi kiri Annisa putri (Posisi Kanza msh dibelakang Annisa putri dan mereka masih sama-sama berdiri didepan kaca). Interupsi kecil itu memaksa Kanza mengalihkan tangannya ke bagian restleting rok span Annisa putri yg berada dibelakang….dia berusaha meloloskan rok span itu dan membuka ikat pinggang kecil yg dikenakan Annisa putri.
Kanza memaksa diri untuk tak melaqukan hal yg lebih lagi ketika dia berhasil membuka rok span Annisa putri… dia memilih untuk melepas kemeja Annisa putri yg sdh terbuka kancingnya sehingga Annisa putri hanya mengenakan cd dan breast houlder berdiri didepan kaca…
Kanza melihat tubuh indah kekasihnya dari pantulan kaca sembari berkata “I Love You” kembali… kata-kata sakti yg membuat Annisa putri luluh… pasrah tak bisa melawan kehendak nafsu yg ada. Kanzapun menyibakkan rambut Annisa putri dan menciumi punggung halus Annisa putri sembari membuka kaitan breast houlder… tak seberapa lama kaitan itu terlepas dan dgn sabar meloloskan breast houlder krem berenda itu dari tubuh Annisa putri.
Kanza memilih untuk tak melihat tubuh bagian atas Annisa putri yg telah telanjang dari pantulan kaca tetapi meneruskan membuka cd Annisa putri sembari menciumi punggungnya dari atas hingga kebagian pinggang tepat diantara belahan gundukan padat bokong Annisa putri. Dgn posisi telanjang penuh, Annisa putri sedikit gemetar mengingat udara pagi itu cukup dingin, tetapi dia hanya dapat memejamkan mata menunggu sensasi berikutnya yg terjadi…
Jantung Kanza berdegup kencang ketika memandang tubuh polos kekasihnya untuk pertama kali melalui pantulan cermin…dgn perlahan Kanza membuka celana panjang dan cdnya sendiri sehingga kemaluan hitam besarnya mengacung bebas dgn arogan… kembali Kanza memeluk Annisa putri yg masih berdiri terpaqu didepan cermin sembari ‘menyelipkan’ kemaluannya diantara kedua belah bongkahan bokong Annisa putri…
digesekkannya perlahan sehingga menimbulkan campur aduk antara ngilu, geli dan nikmat… tangan kanannya mengusap rambut kemaluan Annisa putri yg tak terlalu lebat sembari sesekali jari tengahnya menyentuh klitoris Annisa putri. Annisa putri mendesah merasakan sensasi petting tanpa sehelai benang pun menutupi kemaluan mereka berdua…
kemaluannya terasa geli kenikmatan menerima gesekan-gesekan lembut kemaluan hitam besar milik Kanza dgn urat-urat yg menonjol keluar….sementara klitorisnya terangsang sentuhan-sentuhan nakal jemari Kanza. Desahan demi desahan sambung menyambung tatkala kemaluan mereka saling bersentuhan skin to skin…tangan kiri Kanza menggenggam kuat buah dada kiri Annisa putri sembari sesekali memelintir puting buah dadanya dgn lembut dan terkadang kasar. Kanza menciumi bahu, pundak, leher Annisa putri sembari terus membisikkan kata-kata sakti
“I Love You”…dan setelah beberapa menit Kanza berbisik
“membungkuk dikit sayg…”, Annisa putri hanya menurut pasrah sembari kedua tangannya bertopang pada sisi kanan dan kiri kaca didepannya….sesungguhnya dia antara sadar dan tak sadar mengikuti kemauan kekasihnya itu, dan saat Annisa putri merasa benda bulat hangat yg cukup besar telah berada didepan bibir kemaluannya, dia tersentak dan spontan berbalik ke arah menghadap Kanza sembari berkata
“Enggak…jangan sekarang, dulu kita telah komit tdk mau ML sebelum resmi…dan kamu telah menyggupinya…”, kedua tangan Annisa putri sedikit mendorong tubuh Kanza untuk agak memberi ruang bagi keduanya…
“Iya sayg, aqu serius sama kamu…aqu ga akan lari dari tanggung jawab”, begitu gombalnya jawaban Kanza. Annisa putri tetap menolak dan berusaha memungut pakaiannya yg berserakan dilantai kamar kost itu…tetapi dgn cepat Kanza mencengkram kedua pergelangan tangan Annisa putri dan menghempaskan tubuh polos kekasihnya itu keatas tempat tidur…Annisa putri terjatuh telentang dan mencoba berontak, tetapi cengkraman tangan Kanza yg kuat dan besar membuat usahanya sia-sia..
”Kanza! Aqu ga mau!”, rengek Annisa putri memohon kepada kekasihnya yg terkenal cukup temperamen dikalangan kawan-kawannya.
Kanza menindih Annisa putri sembari mencari sesuatu untuk menahan rontaan tangan Annisa putri yg cukup menyulitkannya untuk menuntaskan aksinya…dan dia mendapati ikat pinggang Annisa putri yg akhirnya digunakan untuk mengikat kedua tangan Annisa putri…kedua tangan Annisa putri terikat dipergelangan dan disangkutkan kepinggir besi tempat tidur, sehingga posisi Annisa putri terlentang sementara kedua tangan terikat keatas…
Annisa putri mencoba untuk berteriak, tetapi dgn sigap tangan kanan Kanza membekap mulutnya sembari berkata “ga usah teriak sayg, kamu ga malu nanti ketauan anak kost yg lain lg bugil begini? Aqu serius sama kamu…” Entah terbuai atau pasrah dgn kondisi yg ada, Annisa putri menahan diri untuk tak berteriak tetapi agak sedikit terisak…sementara Kanza mulai melaqukan aksinya….
Dimulai dari kecupan lembut dibibir yg lama-lama semakin kasar, melahap seluruh bibir Annisa putri, menciumi leher jenjangnya dgn dibumbui jilatan-jilatan buas yg mau tak mau membangkitkan gairah Annisa putri juga. Tak ada satupun yg luput dari paras dan leher Annisa putri dari sapuan mulut buas Kanza… sementara kedua tangannya meremas kencang kedua buah dada mungil Annisa putri hingga menyisakan puting buah dadanya yg semakin mencuat kencang…
Sejenak Kanza berhenti melaqukan aksinya, memegang kemaluan besarnya sendiri lalu duduk disamping kepala Annisa putri sembari menjambak rambutnya menyorongkan mulut Annisa putri untuk mengulum kemaluan besar hitamnya itu…Annisa putri berusaha untuk tak membuka mulutnya tetapi dgn paksa Kanza terus menyodokkan kemaluannya sehingga bagian kepalanya masuk sedikit didalem mulut Annisa putri… dgn satu sentakan,
Kanza menyodokkan dgn paksa kemaluannya kedalem mulut Annisa putri…agak sedikit nyeri terkena deretan gigi Annisa putri, tetapi terasa hangat ketika hampir setengahnya telah masuk! Pelan-pelan Kanza mengocokkan kemaluannya dalam mulut Annisa putri…walau tak dapat masuk sepenuhnya tetapi sensasinya sangat luar biasa mengingat baru pertama kali Annisa putri melaqukan blow job walau dgn sedikit terpaksa.
“Nikmati saja sayg, spt saat kamu menghisap permen lolipop kesukaanmu”, desah Kanza membujuk kekasihnya yg mulai menitikkan air mata…Annisa putri hanya dpt terpejam dan mencoba menikmati kemaluan Kanza yg terlalu besar untuk mulutnya dan sedikit berasa asin…apalagi saat ada sedikit cairan keluar dari lobang kemaluan itu.
Beberapa kali Kanza bergejolak dan menahan kocokannya, dia berusaha menahan agar jangan sampai klimaks terlebih dahulu…. dgn cepat dia menarik kemaluannya dari mulut Annisa putri lalu merangsek keantara paha Annisa putri, membukanya lebar-lebar sembari memegang kedua lutut Annisa putri…
Kemaluan Annisa putri terpampang jelas dihadapannya, dgn rambut kemaluan yg tdk terlalu lebat dan tdk terlalu tipis, bibir kemaluan yg merekah merah berkilatan cairan kenikmatan…dan yg lebih membuatnya bergairah adalah klitoris Annisa putri yg tampaknya sedikit mengeras karena rangsangan-rangsangan paksa yg dibuatnya.
Tanpa berkata-kata lagi Kanza segera menjilati klitoris Annisa putri sembari menggigitinya pelan-pelan…sesekali dia menghisapnya seperti saat menikmati puting buah dada Annisa putri…
“Arrrggg Kanza…apa yg kamu laqukan…arrgggg geliiiii…” Annisa putri meracau sendiri…Kanza yg sadar bahwa kekasihnya mulai menikmati kondisi yg ada semakin aktif melancarkan aksinya…mengulumi klitoris Annisa putri, menjilati bibir kemaluannya…naik kepusar lalu menerkam kedua buah dada Annisa putri dgn raqusnya!
Dia benar-benar mencengkram kedua buah dada mungil nan sekel itu, sehingga puting buah dadanya mencuat dan lebih mudah dilahapnya…entah berapa menit dia menikmati buah dada Annisa putri sehingga timbul memar-memar dibawah buah dada dan sekitar puting Annisa putri.
Kanza menindih tubuh telanjang Annisa putri dan siap mengarahkan kemaluannya ke lobang kemaluan Annisa putri…
”Kanza…jangan please…aqu belum mau ngelaquin itu…”, pinta Annisa putri dgn paras memelas…Kanza terus mengarahkan kemaluannya ke arah lobang kenikmatan Annisa putri….Annisa putri sendiri telah merasakan kepala kemaluan Kanza berada tepat didepan lobang kemaluannya yg masih rapat itu!
Kanza berusaha pelan-pelan mendorongnya… dan setiap dorongan membuat Annisa putri menjerit kecil…senti demi senti… Kanza merasakan seluruh kepala kemaluannya telah masuk dalem lobang kemaluan Annisa putri…tetapi cukup sulit memang mengingat ini pertama kali buat mereka berdua melaqukannya….
Annisa putri meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tangannya sembari mencoba menggoygkan tubuh polosnya yg ditindih tubuh besar Kanza….dia merasakan nyeri yg luar biasa dilobang kemaluannya saat kepala kemaluan besar itu telah mulai masuk. GAIRAHPRIA.COM
Kanza agak kesulitan untuk mendorongnya lebih dalem karena rontaan kekasihnya itu…dgn agak kesal dia memegang kedua paha Annisa putri dan membentangkannya lebar-lebar sehingga memudahkan langkah selanjutnya untuk memasukkan seluruh kemaluannya kedalan kemaluan Annisa putri…
“Kanza…please jgn dimasukkin….kamu telah janji kan?”, rengek Annisa putri….
”Kenapa sayg? Sakit ya kemaluannya? Kamu nikmatin aja….nanti kemaluanmu akan terbiasa…”, jawab Kanza sekenanya….
Usaha Kanza menerobos lebih dalem lagi cukup sulit…tetapi dgn satu sentakan cepat….blesssssss!
Tiga perempat kemaluannya telah masuk kedalem liang kemaluan Annisa putri….dia membiarkannya beberapa saat lalu mulai mengocokannya pelan2….
“Ahhhhh..Annisa putri…kemaluan kamu enak sekali…sempit dan hangat….tititku geli!”….racau Kanza sembari memegang kedua paha Annisa putri agar terbuka lebar sembari mengocokan kemaluannya. Annisa putri yg mulai kehabisan tenaga dgn keringat bercucuran…dan memar sana sini didaerah dada, buah dada, perut bekas cupangan Kanza hanya menggigit pelan bibirnya sendiri sembari menahan antara sakit dan nikmat yg datang bersamaan!
Kanza tahu bahwa kekasihnya itu mulai menikmati ‘perkostaan’ yg terjadi… pelan2 dia melepaskan cengkraman kedua tangan besarnya dikedua paha mulus Annisa putri…. menyusuri dada Annisa putri dgn kecupan-kecupan lembut yg diakhiri dgn lumatan penuh kasih dibibir sementara kedua tangannya melepaskan ikatan tangan Annisa putri….sembari terus mengocok-ngocok pelan kemaluan kekasihnya dgn kemaluan besar hitamnya itu! Setelah tangan Annisa putri terlepas, terlihat memar bekas jeratan karena kuatnya ikatan itu…
Annisa putri tak melawan lagi, dia telah tak berdaya…apalagi ketika Kanza membalikan tubuh telanjangnya… dan memposisikan tubuh Annisa putri utk telungkup dan menaikan bokongnya utk sedikit nungging… dia hanya pasrah dan merasakan sentakan demi sentakan kemaluan besar Kanza menghujam liang kemaluannya, entah telah berapa kali dia merasakan klimaks….
Kanza menyetubuhi Annisa putri dari belakang dan sesekali menekan dalem-dalem kemaluannya sembari meremas kuat-kuat buah dada mungil Annisa putri dari belakang sehingga bertambah merah…kontras dgn kulitnya yg halus sawo matang. Tiba-tiba tubuh Kanza bergetar dan mencabut kemaluannya dgn cepat! Dan Annisa putri merasakan cairan kental hangat membasahi bokong bulat dan sebagian punggungnya…
“Arrggggghhh Annisa putri….nikmat sekali kemaluan kamu sayg!”
Kanza membersihkan air maninya yg berceceran ditubuh kekasihnya itu dan tiba-tiba dia tersadar….kenapa tak ada darah yg keluar?
|GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT) |GAIRAHPRIA.COM