
Cerita Sex Peju yang tertinggal di dalam memek – Gairahpria.com Sinar matahari sudah di ubun-ubun kepala. Suasana sebuah kos di satu daerah di bilangan Jakarta Selatan sunyi senyap. Maklum penghuninya yang rata-rata mahasiswi jam segini pada masih di kampus. Tapi, di kamar no. 12 di lantai 2, sesosok tubuh sexy baru menggeliat bangun. “Uuuukkkhh.. kepala gue masih agak cenut-cenut nih” batin Stella Zahra sambil berusaha untuk duduk di ranjangnya.
Tiba-tiba Stella Zahra seperti menyadari sesuatu “Eh, kok gue cuma pake atasan? Mana celana gue? Mana tong gue juga?” pikir Stella Zahra kebingungan. Stella Zahra memang cuma memakai pakaian halter pink, dengan bawahan polos. Sehingga memeknya yang tak berjembi dan montok terekspos dengan jelas. Perasaan Stella Zahra juga semakin tidak enak karena halternya juga dalam kondisi terbuka sehingga toked Stella Zahra yang besar tidak tertutup apa-apa.
Deg-degan Stella Zahra menjulurkan tangan kanannya ke selangkangannya. Jari tengahnya dimasukkan ke sela-sela bibir memeknya dan masuk ke lubangnya sedikit. Jantung Stella Zahra berpacu semakin cepat karena terasa ada cairan agak kental di lubang memeknya. Pelan-pelan dikeluarkan jarinya sambil membawa cairan tersebut. Diujung jari Stella Zahra terlihat cairan agak kental berwarna putih. Dari baunya Stella Zahra langsung tau “PEJU SIAPA INIIIIII…????” jerit Stella Zahra histeris.
Stella Zahra mandi cepat-cepat (tidak lupa menyemprot kencang-kencang mhemeknya untuk membersihkan peju yang tersisa). Berpakaian sekadarnya, dan langsung celingak-celinguk di kosnya. Seperti yang bisa ditebak, tidak ada siapapun selain Stella Zahra. Tapi hendak masuk ke kamarnya, Stella Zahra berpapasan dengan Mirna dan cowoknya, si Varel. Kelihatannya mereka habis beli makan siang.
Mirna seperti biasa langsung melengos melihat Stella Zahra. Tapi, si Varel memandang Stella Zahra dan tersenyum malu-malu. Stella Zahra cuek aja dan masuk lagi ke kamarnya. Stella Zahra langsung menghempaskan pantat semoknya ke ranjang. Dengan muka tertekuk, Stella Zahra mencoba mengingat-ngingat setiap kejadian semalam di pestanya si Putri di X2.
Malam sebelumnya. Pulang kuliah sore itu, Stella Zahra langsung mandi dan berdandan. Malam itu perayaan ulang tahun sahabatnya di kampus, Putri. Pestanya diadain di X2 (di Plasa Senayan bagi yang ga tau). “Harus dandan habis nih gue, mumpung si Nanda ga ikutan” batin Stella Zahra. FYI, Nanda itu cowoknya Stella Zahra. Halter pink
Bebe dengan belahan cukup rendah untuk menunjukkan 1/2 bagian toked putih Stella Zahra yang menyembul menantang, celana pendek warna hitam, wedges merah hitam, kalung tipis menghiasi leher, dan setelah tambahan beberapa aksesories, Stella Zahra pun puas mematut dirinya di hadapan cermin. “Sapa tau ada cowo tajir kecantol. gairahpria.com
Mumpung Nanda masih di Singapore batin Stella Zahra puas dengan dandanannya. Tiba-tiba HP Stella Zahra berbunyi. Dari Putri. “Halo Ngel. Udah mo sampe”. “Van, sory ya. Joel telat. Kelamaan kalo jemput elu. Jadi si Kanza yang jemput ya. Paling bentar lagi dia nyampe” jawab Putri penuh penyesalan. “Ya udah deh” jawab Stella Zahra pasrah. “Yah, ada Kanza. Ga bisa bebas deh gue.
Pasti ngelapor ke Nanda kalo gue macem-macem” pikir Stella Zahra agak sebel. Kanza tuh sohib kentel Nanda. Benar kata Putri, nggak ada 5 menit mobil Soluna Kanza sudah di depan kost Stella Zahra. Tidak menunggu Kanza menjemputnya ke dalam, Stella Zahra langsung ke halaman menghampiri mobil Kanza. Si Kanza yang baru keluar mobil, langsung terpana melihat Stella Zahra.
Ya iyalah, cowok normal mana yang tidak akan nelen ludah liat cewek sexy habis dengan toked yang 36C yang menggunung indah terekspos setengahnya. Hot pant Stella Zahra menunjukkan paha putih mulusnya. Tidak memperdulikan pandangan mesum Kanza, Stella Zahra langsung masuk dan menghenyakkan pantatnya di jok mobil. “Ayo jalan Ris. Kita udah telat neh” perintah Stella Zahra. Tidak usah disuruh, Kanza langsung melesatkan mobilnya menuju X2. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00WIB.
Kanza yang berambut kriting Afro kurang konsen dalam menyetir mobil. Matanya bolak-balik melirik toked dan paha Stella Zahra. “Hoki banget si Nanda punya cewe hot habis kaya gini. Asemm.. jadi konak gue” batin Kanza. Stella Zahra bukannya ga tau kalo si Kanza lirik-lirik belahan dadanya. Tapi doi pasang tampang so cool. Story-nya, sebelum Nanda nembak Stella Zahra, Kanza udah ngejer-ngejer duluan. Nah ditolaklah dengan sukses. Tapi story ini penulis belum bisa konfirmasikan kebenarannya hehe. Long story short, sampailah mereka di X2.
Belagak gentlement, Kanza langsung bayarin Stella Zahra sekalian, yang orangnya lagi sibuk tele-tele dengan Putri. Putri, Joel Cowoknya, dan beberapa temen lainnya ternyata udah di dalam. Sudah nge-reserve Sofa segala buat spot mereka di pojokan lantai Trance. Begitu Stella Zahra melihat Putri dan temen-temennya, biasalah langsung ribut cipika cipiki.
Di meja sudah ada kue tart mini dengan lilin angka 19 di atasnya, dan minuman (ga jadi sebut merk. Disangka promosi) beberapa botol juga sudah siap. Ritual ulang tahun seadanya, lalu mereka langsung turun. Putri yang cantik dan anggun malam itu menggunakan mini dress warna hitam. Kontras banget dengan kulit putihnya. Putri langsung turun ngikutin hentakan musik Trance, berpasangan dengan Stella Zahra. Berdua mereka joget dengan hotnya.
Beberapa ABG yang seperti biasa langsung sadar ada barang bagus, mulai menghampiri dengan ikut joget di sekeliling Putri dan Stella Zahra. Tapi, sebentar saja sudah nyingkir melihat ada 2 gorilanya datang, si Joel dan Kanza (terutama si Kanza nih. Tinggi, gede, rambut kribo. Siapa yang tau dia taroh apaan aja di dalam rambutnya). Putri berpasangan dengan Joel, Stella Zahra dengan agak malas ngaledenin Kanza.
Party malam itu heboh dan rame banget. Minuman terus ngalir (emang tajir si Joel). Nah, ada nih satu minuman kegemaran Stella Zahra, yang naiknya pelan. Tapi, begitu mulai naik, si Stella Zahra jadi agak hyper. Jogetnya makin hot. Dan, libido nih lonte juga ikut naik. Pas jojing bertiga sama Putri dan Laila, Stella Zahra sudah mulai ngerasa makin horny.
Selangkangannya mulai agak berkedut-kedut. Semakin heboh goyangannya, semakin kuat kedutan di bibir-bibir mhemeknya. Apalagi selama goyang, tubuh Stella Zahra bergesakan terus dengan tubuh Putri & Laila. Stella Zahra goyang sambil menggigit bibirnya. Stella Zahra ga sadar Putri berteriak di telinganya “Vann.. gue ngaso dulu yahh… Lo masih mo goyang?”.
Karena Stella Zahra ga ngerespon, Putri dan Laila langsung balik lagi ke meja. Kanza yang dari tadi ceng-gur, liat kesempatan karena Stella Zahra joget sendirian. Dia nyamperin, dan sambil ngedorong satu anak ABG dengan pakaian full HipHop menyingkir, Kanza ngimbangin goyangan Stella Zahra.
Pertama-tama Kanza sudah siap kalo Stella Zahra bakal nyuekin dan balik ke meja. Kanza malah agak kaget karena Stella Zahra malah mengimbangi dance Kanza. Jelas Kanza jadi makin semangat, karena Stella Zahra goyang makin hot, dan tidak jarang tokednya menempel di badan Kanza.
Liat sepasang toked lompat-lompat di depan mata, Kanza jadi makin horny. Dia jadi makin berani. Pertama-tama, Kanza coba taroh tangannya di punggung Stella Zahra. Karena Stella Zahra ga nolak, Kanza makin berani dengan menarik badan Stella Zahra lebih menempel ke badannya. Habis itu udah deh, setiap goyangan Stella Zahra berarti gesekan kuat tokednya dengan badan Kanza.
“Hmmmpff… puting gue jadi negang nih. Enak banget kegesek-gesek badan Kanza desah Stella Zahra dalam hati. Oiya lupa bilang. Stella Zahra jelas tidak pake bra. Jadi setiap gesekan di dadanya, langsung kena putingnya. Kanza juga sadar banget kalo puting Stella Zahra menegang. “Wah ni anak horny toh. Gue garap bisa kali ya” pikir mesum si Kanza.
Melihat Putri, Joel dan anak-anak lain juga mulai turun dance lagi, si Kanza memulai siasatnya dan menggiring Stella Zahra ke sofa. “Van, kita duduk minum dulu yuk”ajak Kanza, menggiring Stella Zahra ke sofa sambil meremas-remas pantat montok Stella Zahra.
Di sofa, Kanza langsung mengangsurkan se sloki penuh ke Stella Zahra yang ditenggak Stella Zahra dengan cepat. Wajah Stella Zahra sudah memerah. Tidak menunggu lagi, Kanza langsung menyosor bibir Stella Zahra dan melumatnya dengan rakus. Stella Zahra agak gelagepan awalnya, dan mencoba mendorong menjauh Kanza. Tapi, tangan kiri Kanza langsung menyelusup ke balik halter Stella Zahra, dan dengan ganas meremas-remas toked sekal Stella Zahra.
Remasan-remasan memutar di bongkahan tokednya, diselingi dengan pilinan-pilinan puting Stella Zahra yang besar membuat gairah Stella Zahra langsung membumbung tinggi. “Haahhh… hhmmppfffh…sshhhh..” desah Stella Zahra dengan nafas memburu di sela-sela lumatan bibir Kanza. Mhemeknya semakin basah dan gatalnya nyaris tidak tertahankan untuk digaruk dan digesek-gesek.
Karena saking bernafsunya, kaki Stella Zahra bergerak serampangan dan terbentur meja. Sakitnya langsung sedikit menyadarkan Stella Zahra. “Eh, kok gue cipokan dengan Kanza? Minggir lo Rissss..!!” jerit Stella Zahra sambil berusaha mendorong Kanza. Tapi Kanza yang horny habis, malah mengeluarkan toked Stella Zahra dari balik halter kedua-duanya, meremasnya dan berusaha mengisapnya.
Mati-matian Stella Zahra berusaha mendorong Kanza. Rasanya sia-sia saja. Stella Zahra sudah hampir pasrah, ketika tiba-tiba badan Kanza terangkat. “Gila lo ya Kanza!” maki Joel yang mengangkat tubuh Kanza dari tubuh Stella Zahra. Kanza didorong agak kasar menjauh oleh Joel. “Napa sih Joel? Dia sendiri yang mau kok!” teriak Kanza tidak kalah keras. “Woe, gue lihat sendiri Stella Zahra mati-matian nolak lo.
Lo jangan maksain nafsu lo ya, ke bokin sohib sendiri” tegas Joel garang. Kanza seperti kembali sadar dan tau kalo sia-sia saja menjelaskan, karena Joel dan lainnya cuma melihat pas bagian akhir (kasian deh lo Kanza wkwkwkwk). “Sorry bro. Gue cuma kebawa nafsu. Sory ya Van” ujar Kanza ke Stella Zahra. Setelah itu, Kanza langsung ngeloyor pergi.
Stella Zahra diantar pulang oleh Joel dan Putri. Joel menyetir, Putri menemani Stella Zahra di jok belakang. Putri ngerti banget si Stella Zahra. Sambil memeluk Stella Zahra, Putri berbisik “Lo horny banget ya Van?” Stella Zahra mengangguk malu-malu. “Udah sempet keluar blom pas tadi lo digarap sama Kanza?” selidik Putri lebih lanjut. “Belum Ngel. Amit-amit deh. Tapi, gue jadinya nanggung banget” rengek Stella Zahra pelan.
Stella Zahra masih merasakan putingnya tegang dan mhemeknya berkedut-kedut minta dijamah. Tiba-tiba Putri berkata tegas ke Joel yang lagi sibuk nyupir “Joel, ga boleh noleh-noleh ke belakang sampai di kost Stella Zahra. Trus, spion tengah naikin. Jangan sampe keliatan jok belakang”. “Siap bos” jawab Joel sambil cengar-cengir dan belagak naikin posisi spion tengah. Padahal sebenarnya malah diturunin biar pemandangan jok belakang makin kelihatan jelas. Joel tau jelas apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pelan-pelan jemari lentik Putri menyusup ke balik halter Stella Zahra. Membelai kulit mulus toked Stella Zahra dan bergerak memutar mengitari gunung mulus itu. Diiringi remasan perlahan, jari Putri mulai membelai puting Stella Zahra yang makin menegang. “Ssshhh….mhhhhhh….hhmmmmm….” desahan erotis Stella Zahra mulai terdengar. Sambil memejamkan mata, Stella Zahra membayangkan Nanda sedang bermain-main dengan tokednya.
“Kerasin dikit remesnya..”pinta Stella Zahra pelan. Putri menuruti dengan memperkeras cengkraman tangannya di toked Stella Zahra. “Buset, perasaaan tambah gede aja toked si Stella Zahra. Tangan gue ga cukup” batin Putri agak iri. Putri menyingkap ke samping halter Stella Zahra, sehingga kedua tokednya muncul utuh, membusung besar.
Kedua tangan Putri yang penuh dengan daging kenyal tersebut, meremas-remas dengan kasar (Putri tau Stella Zahra suka tokednya diremas-remas kasar). Kemudian Putri mulai menjilati puting Stella Zahra. “Akkhhh….hhhmmppffff… enak.. terusinnn…” erang Stella Zahra yang dibanjiri libido tinggi.
Joel yang menyetir pelan-pelan, menikmati pemandangan erotis di jok belakang dengan penuh nafsu. Dia senang banget melihat ceweknya, Putri, dengan rakus melahap kedua toked Stella Zahra. Joel melihat Putri sudah bersiap masuk ke menu utama, karena tangan Putri mulai bergerak untuk membuka resliting hot pant Stella Zahra.
Begitu jari Putri menyusup ke balik tong Stella Zahra, Putri langsung sadar betapa horninya Stella Zahra “Van, mhemek lo udah banjir banget” ujar Putri yang mulai nafsu juga. “Please kocokin Ngel” rajuk Stella Zahra memelas. Tanpa diminta dua kali, dua jari Putri langsung menyusup ke sela-sela bibir montok mhemek Stella Zahra dan mulai mengocok lubangnya.
Bunyi kecipakan becek mulai terdengar heboh di mobil Joel. Cuma kalah oleh erangan nafsu Stella Zahra yang menggila “Oaaahhh… Aaahhhhh.. Aeehhhhhh….Hahh..hahhhh…iya..iya.. gitu terusinn…”. Putri menjawab erangan Stella Zahra dengan meremas dan mengisap-ngisap putingnya, dan semakin cepat mengocok mhemek Stella Zahra. Tidak sampai 2 menit, badan Stella Zahra menegang hendak mencapai puncak. “OOAAAAAHHHH……
HHHAAAAHHHHHHH…..” jerit orgasme Stella Zahra sambil kelonjotan didera gelombang orgasme yang meledak di selangkangannya. Orgasme yang kedua langsung menyusul tanpa jeda. Stella Zahra sampai terbungkuk mencengkram pundak Putri kuat-kuat “SHIIIIIITTTT…..OOOUUUGGHHHH…!!!”. Putri merasakan sedikit semburan dalam mhemek Stella Zahra.
Stella Zahra tergolek lemas dan puas di jok belakang. Tidak sadar Putri memperbaiki pakaian dan celananya. Joel tiba-tiba berkata “Honey, lo malam ini tidur di apartemen gue ya”. Putri cuma tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya dan mengangguk mengiyakan. Putri tau apa yang akan terjadi malam ini.
Seks panas dan kasar sudah menantinya sepanjang malam. 5 menit kemudian Joel dan Putri sudah memapah Stella Zahra ke kamar kosnya. Begitu menyentuh bantal, Stella Zahra langsung jatuh tertidur tanpa sempat mengganti pakaian. Joel dan Putri langsung melaju menuju apartemen Joel, dan lupa mengunci pintu kamar Stella Zahra.
Kembali lagi ke hari ini. Stella Zahra masih berpikir keras siapa gerangan yang mengenthot dirinya ketika tidur. Kecurigaan awalnya adalah pada Joel. Tapi, Stella Zahra langsung menepis dugaan itu. Ada Putri semalam. Joel ga akan berani macem-macem. Apa mungkin Kanza? Bisa saja dia mengikuti mereka pulang, dan langsung masuk ke kamar Stella Zahra ketika Joel-Putri pulang. Untuk memastikannya, Stella Zahra langsung menelpon Kanza.
Ketika tersambung, di ujung sana suara Kanza langsung memelas “Van… Gue betul betuulll minta maaf soal semalem. Sorry banget Van. Gue betul-betul ga bisa nahan liat lo begitu hot semalem. Pliss jangan bilang ke Nanda. Gue khilaf doang. Suer” berondong Kanza. Stella Zahra langsung tau kalo bukan Kanza pelakunya. Kalo memang Kanza yang ninggalin peju di mhemeknya, Kanza pasti sudah mengambil photo atau bahkan video adegan ngenthot tersebut.
Dan menggunakannya untuk memaksa Stella Zahra putus dari Nanda atau sekedar digunakan untuk sandera agar bisa minta jatah seks sewaktu-waktu. Setelah basa-basi singkat, dan berjanji berulang kali bahwa Stella Zahra tidak akan melapor ke Nanda, akhirnya Stella Zahra bisa memutuskan sambungan telpon tersebut. Stella Zahra jadi tambah bingung. Siapa sih yang ninggalin pejunya di mhemek gue?
Pusing mikir, Stella Zahra beranjak keluar mau cari makan siang. Melintasi kamar Mirna, tetangga kosnya anak Komunikasi, terdengar suara Mirna yang cempreng dari jendela yang tidak tertutup sedang memaki-maki cowoknya. Stella Zahra jadi terkikik karena mendengar sebab amarah Mirna adalah konthol cowoknya ga mau berdiri padahal si Mirna sudah horny dan siap tempur. Tapi, kalau Stella Zahra tau tentang kejadian tadi pagi, dia tidak akan tertawa sebahagia itu.
Ini kejadian 3 jam sebelum Stella Zahra bangun. Kamar sebelah Stella Zahra sudah heboh, karena Mirna mau keramas tapi kehabisan sampo. Dipaksanyalah cowoknya, si Varel, minta sampo ke tetangga kos. Varel reflek langsung menuju kamar Stella Zahra yang berada tepat di samping kamar Mirna. Beberapa kali mengetok kamar Stella Zahra, tidak ada jawaban.
Varel iseng mencoba membuka pintunya, cuma buat ngecek ada orangnya atau nggak. Eh terbuka. Masuklah Varel, dan langsung disuguhi pemandangan hot Stella Zahra yang sedang tertidur dengan slebornya. Tokednya yang sebelah kanan menyembul tanpa kain penutup. Sambil menelan ludah berkali-kali, Varel menggoyang kaki Stella Zahra pelan “Van..van..”.
Tapi, Stella Zahra anteng aja tidur terus. Varel cepat-cepat menuju kamar mandi Stella Zahra, mengambil sampo dan lekas-lekas menyerahkannya ke Mirna. Begitu Mirna menutup pintu kamar mandi, Varel langsung berlari menuju kamar Stella Zahra.
“Ouuhh rejeki nomplok” sorak Varel kegirangan. Sudah lama Varel nafsu liat Stella Zahra. Sejak memacari Mirna, Stella Zahra sudah jadi bacol Varel. (Bacol = bahan colai). Tanpa babibu, Varel langsung melepas celana dan celana dalamnya. tongkolnya yang 11cm sudah mengacung tegak. Dengan gemetaran Varel melepaskan hotpant Stella Zahra. Melihat tong Stella Zahra yang berwarna hitam, Varel nyaris menangis terharu.
Diremas-remasnya pelang gundukan mhemek Stella Zahra. Stella Zahra cuma menggeliat pelan, dan terus tidur. Tong Stella Zahra langsung dilepas dan dilempar ke lantai. Paha Stella Zahra dibuka lebar-lebar, sehingga mhemek Stella Zahra yang bagai bakpao itu terpampang dengan jelasnya. Varel langsung melesakkan kontholnya dalam-dalam. “mmhhh…” terdengar desahan pelan Stella Zahra. Varel sempat kaget.
Tapi, ternyata Stella Zahra masih tetap tidur. “Uuuhhh peret banget mhemek Stella Zahra… agak basah pula” erang Varel keeanakan. Varel langsung masuk RPM tinggi. Mhemek Stella Zahra di kocoknya super cepat. Plak..plak..plak.. slep..slep..slepp… bunyi benturan paha Varel ke paha Stella Zahra terdengear ditingkahi bunyi tongkolnya yang menggesek-gesek dinding mhemek Stella Zahra.
Melihat toked Stella Zahra yang berguncang-guncang heboh, Varel langsung meraup dengan kedua tangannya. Tidak pernah seumur-umur Varel meremas-remas toked sebesar itu. Dihisap-hisapnya putting Stella Zahra yang besar mengacung sambil diremasnya kuat-kuat toked bongsor itu. Tidak sampai tiga menit, Varel sudah mengejan-ngejan orgasme. Menembakkan spermanya di dalam mhemek Stella Zahra. Ngos-ngosan, Varel tersenyum puas. Cepat-cepat dipakainya kembali celananya, dan berlari riang kembali ke kamar Mirna.
Nah, sekarang lo tau kan, kenapa Varel siang itu tidak bisa ngaceng lagi demi Mirna? Wong si Varel sudah puas dan loyo lawan Stella Zahra. Dan misteri peju di mhemek Stella Zahra milik siapa pun terpecahkan. Oya, sampai sekarang Stella Zahra tidak tau. Gue tau karena teman Varel tempat dia ngember tentang keberhasilannya ngent*tin Stella Zahra adalah temen gue juga. Wkwkwkwk… Ga kebayang kalo Stella Zahra tau Varel pernah ngenthotin dia.
Oke, cerita ini masih berlanjut sedikit. Marilah kita kembali lagi ke saat sekarang (sorry ya alurnya maju mundur. Sesuai hobi gue maju mundurin selangkangan), ke masa Stella Zahra yang masih bingung siapa yang ngenthotin dia. Sekarang Stella Zahra sudah kenyang habis makan. GAIRAHPRIA.COM
Tapi, masalah baru muncul. Horny-nya sebenarnya belum terpuaskan. Sejak bangun sebenarnya mhemek Stella Zahra sudah berkedut-kedut gatal. Cuma gara-gara masalah peju tidak jelas itu yang buat Stella Zahra teralih sejenak. Berhubung sekarang sudah kenyang dan tenang, nafsu seksnya naik lagi. Terapi finger dari Putri semalam cuma menyentuh sedikit kepuasan Stella Zahra. Bahkan sebenaranya membuat Stella Zahra lebih horny lagi.
Sambil menekan-nekan selangkangannya, Stella Zahra berpikir-pikir siapa yang bisa diajak indehoy siang itu. “Aduuuhh.. napa sih Nanda harus jauh pas gue sange gini” runtuk Stella Zahra kesal. Nama Kanza terlintas pertama, tapi langsung dibuang jauh-jauh oleh Stella Zahra. Selain karena dia sohib Nanda dan tidak menarik, Stella Zahra tau si Kanza cuma panas di awal doang.
Paling banter si Kanza cuma bisa bertahan 5 menit di dalam mhemek. Stella Zahra tau itu dari cewek si Kanza, Renny. Dua nama lagi terlintas, langsung dikibas oleh Stella Zahra. “Uuhh.. gue pengen ngerasain ngenthot kaya sama si Ethan lagi” pikir Stella Zahra refleks. “Eh, ngapain gue mikirin si setan satu itu. Sorry aja kalo gue sampe ngrendahin diri minta seks sama dia” tukas Stella Zahra gengsi.
Akhirnya Stella Zahra menelpon mantannya yang sebenarnya sudah bertunangan, si Roland. Roland partner seks yang tepat untuk saat ini. Pernah jalan sama Stella Zahra sekitar 6 bulanan, dan sekarang sudah bertunangan dengan orang yang tidak mungkin dibatalkan oleh si Roland karena keluarga mereka sudah sangat dekat. Dan Stella Zahra tau, Roland butuh harta calon istrinya. Maka ditelponlah si Roland.