Cerita Sex Kisah Wanita buas birahi Seksual -

Cerita Sex Kisah Wanita buas birahi Seksual – Gairahpria.com Kulit Andini Sukma putih, halus dan lembut: layaknya gadis keturunan pada umumnya. Wajahnya tidak seberapa cantik. polos dan berkacamata. Andini Sukma yang saat ini sedang menempuh kuliah di salah satu universitas swasta di kota B tinggal bersama ci Alissa yang menyewakan salah satu dari 2 kamarnya yang kosong kepada Andini Sukma.
Penampilan ci Alissa berbeda sekali dengan Andini Sukma: di usianya yang hampir 30, ci Alissa boleh dibilang sangat pandai merawat tubuhnya – kulit putih halus dengan ukuran toket sedang: 34. Parasnya cantik, rambut panjang bergelombang. Rupanya, ci Alissa yang sudah lama tidak merasakan belaian pria menyimpan, lebih tepatnya menimbun gairah yang secara perlahan-lahan telah menggerogoti moralnya (walaupun belum sampai mengenai akal sehatnya). GAIRAHPRIA.COM
Selama ditinggalkan kekasihnya sejak 8 tahun yang lalu, ia sering merasa kesepian tak jarang ia berusaha memuaskan dirinya sendiri dengan berbagai peralatan dan VCD yang disewanya/dibeli melalui pembantunya, karena ia sendiri sebenarnya malu kalau harus terang-terangan membeli atau menyewa benda-benda seperti itu.
Demikian pula untuk bermain dengan pria yang tidak dikenal, ci Alissa menganggap mereka tidak bersih sehingga ia takut untuk berhubungan badan dengan mereka. Namun demikian, ini tidak mengurangi fantasi ci Alissa dalam membayangkan bentuk seks yang diinginkannya.
Bahkan sejak 3 tahun yang lalu, ia juga mulai tertarik untuk melakukan hubungan SEX dengan sesamanya. Ini dapat dilihat dari reaksinya terhadap Andini Sukma sehari-hari, tak jarang ia menelan air ludah dan menjilati kedua bibirnya apabila melihat Andini Sukma mengenakan kaos ketat apabila ia ke kampus. Padahal, bentuk tubuh Andini Sukma begitu biasa apalagi apabila dibandingkan dengan dirinya sendiri yg jauh lebih seksi.
Apa yang dilihat pada diri Andini Sukma adalah dirinya sendiri 10 tahun silam; ketika ia masih berada di awal-awal usia 20 tahun, alim dan rajin namun begitu naif. Ci Alissa sendiri bertekad untuk memberinya ‘pelajaran’ suatu saat.
Namun sesudah agak lama tinggal bersama Andini Sukma, barulah Ci Alissa mengetahui bahwa ia sudah tidak Perawan lagi, ketika ia masih SMP dulu pacarnya sendiri memperkosanya dan sejak saat itu, Andini Sukma begitu minder dan seringkali menghindar dari pergaulan sekitarnya, hingga saat ia kuliah.
Ci Alissa mengetahui hal ini dari Andini Sukma sendiri yang memandang Ci Alissa sebagai wanita yang sabar, bijaksana dan dewasa. Pucuk dicinta ulam tiba, seminggu yang lalu adik ci Alissa yang laki-laki tiba dan hendak menginap untuk satu bulan karena suatu urusan. ‘Sekali tepuk 2 lalat’ inilah yang ada dalam pikiran ci Alissa melihat adiknya sendiri dan Andini Sukma.
Suatu sore sejak 4 hari kedatangan adiknya Ci Alissa sudah mempersiapkan rencana yang baik: pertama adiknya, kemudian Andini Sukma. Biasanya, Andini Sukma tiba di kos pukul 18:00 dan ia hendak memulai rencananya itu pukul 17:30 dengan melakukan ‘pemanasan’ terhadap adiknya. Pukul 17:30.
Alissa memanggil adiknya untuk masuk ke kamarnya. Tanpa berprasangka apa-apa, adiknya masuk ke kamarnya. Dilihatnya Ci Alissa yang mengenakan celana pendek jins ketat dan kaos tanpa lengan yang ketat pula ia sedang menghadap ke cermin dan mengikat rambutnya yang bergelombang halus itu. GAIRAHPRIA.COM
Melihat bayangan adiknya di cermin, Ci Alissa tersenyum dan berkata:
“Masuk saja, cici cuman sebentar koq.” Diam-2, adiknya memperhatikan cicinya dan berpikir:
“Cantik juga, walaupun sudah kepala tiga.
Badannya juga begitu padat dan seksi..” Ci Alissa yang mengerti bahwa dirinya sedang diperhatikan adiknya sendiri hanya tersenyum simpul tiba-tiba ia berdiri, mendekati adiknya dan menggandeng tangannya. Adiknya kaget sekali namun ia tidak berkata apa2. Ci Alissa membimbing adiknya menuju sebuah pintu sambil sesekali melirik ke belakang dan tersenyum simpul ke arah adiknya.
Ci Alissa membuka pintu kamar tersebut dan menyalakan lampunya. Ternyata, apa yang dilihat adiknya adalah sesuatu yang menakjubkan namun juga membuatnya sedikit shock: sebuah kamar yang cukup luas dengan seluruh dinding ditutupi bahan kedap suara berwarna pink. Ranjang yang terletak di tengah ruangan, sebuah TV lengkap dengan stereo-setnya yang mewah: juga 3 teve hitam-putih kecil yang menampakkan situasi di ruang tamu, kamar Andini Sukma dan kamarnya sendiri.
Namun yang membuatnya begitu kaget dan sedikit takut adalah koleksi VCD, video dan DVD dewasa yang berserakan di lantai. Berbagai alat bantu seksual, dan sebuah manekin lengkap dengan kemaluan palsunya segala. Tahulah ia apa yang diinginkan dari cicinya tanpa disadarinya, Ci Alissa sudah mengunci pintu kamar dan mulai melepaskan pakaiannya satu persatu.
Namun ia berhenti sampai pakaian dalam saja. Jadilah Ci Alissa hanya mengenakan bra dan celana-dalam warna hitam, ia berdiri begitu seksi dan menggoda dengan rambutnya terikat (untuk memudahkannya saat permainan nanti, begitulah yang ada di pikiran Ci Alissa).
“Sudahlah, kamu menurut saja toh kamu disini hanya sebulan. Masa kamu tidak kasihan sama cici yg sudah lama tidak merasakan hangatnya tubuh pria?”
Adiknya masih ragu. Ci Alissa tahu ini dan tanpa membuang banyak waktu, ia segera maju ke depan membuka celana pendek adiknya dengan mudah (entah bagaimana, adiknya tidak mampu melawan cicinya sendiri). Mulailah ia mengoral batang kemaluan adiknya itu. Ci Alissa mempercepat gerakan mengocoknya dengan tangan kanan, dia menengadah dan menatap wajah adiknya dengan tatapan tajam penuh birahi ia mendesis sambil berkata:
Sss.. awas kalau kamu berani keluar sebelum aku. Lebih baik kamu cari kos lain saja, meskipun kamu adikku!”
Sesudah berkata demikian, ci Alissa memasukkan seluruh batang kemaluan adiknya ke dalam mulutnya. Ia menggerakkan kepalanya maju mundur membuat batang kemaluan adiknya keluar-masuk dengan sangat cepat. Adik ci Alissa hanya dapat mengerang nikmat mendapat perlakuan seperti itu dari cicinya yang ternyata sangat berpengalaman dalam hal memuaskan pasangan mainnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengecewakan cicinya.
Di tengah-tengah permainan, Ci Alissa melepaskan branya dengan tangan kirinya yang masih bebas. Diliriknya teve hitam putih yg secara rahasia memonitor kamar Andini Sukma. Ternyata ia baru saja datang, dan waktu menunjukan pukul 18:55. Tepatlah perhitungannya: adiknya yang gairahnya sedang menanjak pasti akan mau diajaknya berkompromi. Ci Alissa menghentikan oralnya, dan tahulah ia bahwa adiknya agak kecewa.
“Tunggu sebentar aku ada tugas buat kamu: bawalah Andini Sukma ke kamar ini.” Adiknya mengerti apa yang diinginkan ci Alissa. Sementara adiknya pergi memanggil Andini Sukma ia segera mematikan monitor2-nya, melepas celana dalamnya yang sedikit basah dan bersembunyi di sebelah pintu.
Begitu adiknya masuk bersama Andini Sukma ia segera mengunci kamarnya lagi dan mendorong Andini Sukma hingga jatuh ke ranjang. Andini Sukma yang bertubuh kurus dan lelah sehabis kuliah tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti terhadap perlakuan Ci Alissa yang begitu tiba-tiba tersebut. Ci Alissa melucuti kaos ketat yang dikenakan Andini Sukma dengan buas.
“Kyaa..!!” Andini Sukma menjerit, namun percuma karena ruangan tersebut kedap suara. Adik Ci Alissa hanya diam saja karena shock melihat keganasan cicinya apalagi dengan sesama jenis! Ci Alissa telah sampai pada branya. Dengan kasar, ia merenggut bra Andini Sukma dan melemparkannya ke lantai. Ci Alissa melihat sepasang toket Andini Sukma yang kecil.
“Seharusnya kamu tidak usah pakai bra sama sekali. Toh tidak memberi perbedaan yang berarti..” Ci Alissa melanjutkan dengan melepas kancing celana jins Andini Sukma dan membuka ritsluitngnya dan melepaskannya.
“Pahamu putih dan mulus juga yah..” Terakhir, Ci Alissa menurunkan celana dalam Andini Sukma. Andini Sukma tak dapat berbuat apa-apa terhadap Ci Alissa yang terus menggerayangi tubuhnya dan sesekali menciuminya. Tiba-tiba Ci Alissa berdiri dan berjalan menuju lemari. Diambilnya sebuah kemaluan palsu (dildo) dan semacam lotion. Ia mengolesi dildonya dengan lotion tersebut dan memberikannya kepada adiknya,
“Kamu pakai juga. Aku tidak mau dia berteriak-teriak kesakitan.” Adik Ci Alissa menurut ia melepas seluruh pakaiannya dan mulai mengolesi batang kemaluannya dengan lotion yang diberikan cicinya.
“Jangan ci.. saya takut.” Andini Sukma yang sudah lemas berkata dengan penuh kekuatiran, melihat ci Alissa mengenakan kemaluan palsu (dildo) bergerigi dengan ukuran yang cukup mengerikan seperti mengenakan celana dalam. Ci Alissa dengan cepat bergerak ke arah Andini Sukma.
“Diam. Mana lotionnya.” Sesudah mendapatkan lotion, ia mulai mengolesi dinding kemaluan Andini Sukma sambil berkata: “Kamu jangan takut, percaya sama cici saja. Sesudah itu, ia membalikkan tubuh Andini Sukma dan melumasi lubang pantatnya pula.
“Ayo kamu lubang yang satunya!!” ci Alissa memerintahkan adiknya untuk menyetubuhi Andini Sukma yang malang di lubang duburnya. Adiknya menurut, ia berpindah duduk di atas ranjang. Ci Alissa memapah tubuh Andini Sukma dengan lembut dan menempatkannya di atas adiknya.
Andini Sukma yang tidak berdaya hanya dapat memandang sorot mata penuh gairah ci Alissa yang sedari tadi sibuk mengatur posisi dan membantu adiknya memasukkan batang kemaluannya ke dalam lubang dubur Andini Sukma. Bles! Batang kemaluan adik ci Alissa akhirnya berhasil masuk ke dalam dubur Andini Sukma yang sudah tidak keruan bentuknya karena sedari tadi diobok-obok oleh ci Alissa.
Rasa sakit bercampur nikmat membuat Andini Sukma membelalakkan matanya, ia membuka mulutnya dan merintih
“Aaa..” Ci Alissa membaringkan Andini Sukma dari posisi terduduk menjadi terlentang dengan adiknya di bawahnya (dan batang kemaluannya yang sudah menancap ke dalam lubang dubur Andini Sukma).
“Andini Sukma, aku yakin kamu akan menyukai ini dan pasti ketagihan sesudah ini.” Ci Alissa memasukkan dildo-nya ke dalam lubang kemaluan Andini Sukma.
Andini Sukma yang berada di tengah dengan keadaan tak berdaya, berusaha menahan nikmat bercampur nyeri di lubang kemaluan yang sudah dihujami dildo dari ci Alissa serta batang kemaluan adik ci Alissa yang menancap di lubang duburnya. Mulailah ranjang bergoyang.. mulanya perlahan, namun semakin lama semakin cepat.. demikian pula dengan rintihan-rintihan Andini Sukma..
“Aaa.. aa..” Andini Sukma masih mengenakan kaca mata minusnya ketika permainan ini dimulai.
Ci Alissa tertawa melihat Andini Sukma berusaha bertahan:
“Jangan ditahan dan jangan dilawan Andini Sukma nikmati saja, sayang!!” Perlahan-lahan rintihan Andini Sukma mulai berubah menjadi jeritan nikmat penuh birahi..
“Ah.. ah.. yess.. mmhh.. MM.. AAHH..” Kenikmatan disetubuhi di kedua lubangnya secara bersamaan membuat Andini Sukma kehilangan kendali. Andini Sukma yang sopan dan alim perlahan larut.. perlahan berubah menjadi Andini Sukma yang liar, sifat liar yang seakan ditularkan dari ci Alissa meracuni pikiran Andini Sukma yang semula begitu bersih dan polos.
“Yah.. teruskan!! LEBIH CEPAT LAGI CI Alissa..!! AA.. AA.. MMHH.. MM..”
Andini Sukma menggenggam seprei ranjang dengan sangat kuat, keringat meluncur deras dari sekujur tubuhnya membuat kulitnya tampak mengkilat di bawah cahaya lampu. Hal ini membuat Ci Alissa semakin bergairah mempercepat gerakan pinggulnya. Andini Sukma semakin menikmatinya ia memejamkan matanya sambil memegang rambut ci Alissa.
“AGH.. Enak sekali.. Ci.. aa.. aku.. belum pernah.. uuh.. senikmat ini..” Adik Ci Alissa menganal lubang pantat Andini Sukma sambil meremas-remas kedua toket Andini Sukma dari belakang, walaupun ukuran toket Andini Sukma relatif kecil namun ini tidak mengurangi rangsangan demi rangsangan yg diterimanya.
Auuh.. ah..” mulut Andini Sukma menganga dan mengeluarkan teriakan-teriakan yg semakin tidak jelas. Tubuhnya pun mulai menegang; tahulah Ci Alissa bahwa “anak didiknya” saat ini hampir mencapai puncak kenikmatan.
Ci Alissa mengurangi kecepatan bermainnya dan mengubah gerakan maju-mundurnya menjadi gerakan mengaduk dengan menggoyangkan pinggulnya.
Andini Sukma secara alami mengikuti gerakan Ci Alissa dengan menyesuaikan gerakan pinggulnya. Hal ini justru menambah kenikmatan bagi Andini Sukma. Sampai akhirnya tubuh Andini Sukma benar-benar menegang dan Andini Sukma melepaskan teriakan yang cukup panjang dan memenuhi seluruh ruangan kedap suara tersebut.
Sesudah itu, teriakan berhenti dan seluruh ruangan menjadi sepi. Ci Alissa mencabut dildo dari lubang kemaluan Andini Sukma, ternyata dildo tersebut sudah ditutupi cairan kental dan bahkan saat Ci Alissa menariknya keluar ada sebagian dari cairan tersebut menetes dan adapula yang masih merekat antara dinding kemaluan Andini Sukma dengan dildo Ci Alissa.
Adik Ci Alissa juga mencabut dildonya dari lubang dubur Andini Sukma dan merebahkan Andini Sukma yang sudah lemas di ranjang. Andini Sukma masih memejamkan kedua matanya Ci Alissa melepas kacamata Andini Sukma yang masih dikenakannya dan meletakkannya di meja yg terletak di tepi ranjang.
“Lain kali, kalau mau main jangan lupa lepas dulu kacamatanya..” Ci Alissa tersenyum dan mencium Andini Sukma, kemudian ia melepaskan dildonya dan menggelatakannya begitu saja di lantai. Ia memandang adiknya dan berkata:
“Kamu jangan bengong saja, kamu masih punya tugas satu lagi.” Sesudah berkata demikian, ia duduk di lantai melebarkan kedua pahanya: mengarahkan lubang kemaluannya yang sudah basah ke arah adiknya.
Kemudian ia menunjuk ke arah kemaluannya.
“Ayo: gunakan lidahmu.” Adiknya mengerti apa yg harus dilakukan. Ia menjilat-jilat lubang kemaluan ci Alissa dengan hati-hati. Keenakan, c ci Alissa memejamkan matanya nafasnya tak beraturan: desahan- desahan nikmat meluncur keluar tak terkontrol dari mulutnya. Ia menjambak rambut adiknya dan menekan-nekan wajah adiknya itu ke lubang kemaluannya:
“Errghh.. aaghh.. niikkmmaatt sekkaallii.. ss..!!” Ci Alissa benar-benar menikmati setiap hisapan dan jilatan yang diberikan adiknya ke liang kewanitaannya, namun di tengah ambang sadar dan tidak Alissa ingat bahwa ia tidak ingin mencapai orgasme dengan cara seperti ini.
“Aah.. tunggu say bee.. berhentii duluu.. mmh.. sekarang giliran.. cici ngerjain punya kamuu..”
Adik Ci Alissa menurut dan berhenti. Ci Alissa bergerak kemudian berjongkok membelakangi adiknya, sekarang ia dalam keadaan berjongkok menghadap pantat adiknya. Adiknya agak kebingungan dengan tingkah laku cicinya. Namun Alissa cuek saja, tangan kirinya ia lewatkan di antara kaki adiknya, dan dengan tangannya itu ia mencengkeram buah pelir adiknya dengan halus dan mulai memijat- mijatnya.
“Tenang saja, sayang kujamin kamu akan suka sekali..” Ci Alissa tersenyum penuh gairah, dan dengan tangan kiri masih memegang buah pelir adiknya ia mengangkat telapak tangannya, menghadapkannya ke arah wajahnya dan meludahi tangannya sendiri kemudian mengerut-ngerutkan tangannya.
Kemudian ia melingkarkan tangan kanannya dari pinggang sebelah kanan adiknya langsung menuju ke arah kemaluan adiknya. Dan mulailah ia mengocok-ngocoknya batang kemaluan adiknya itu dengan tangan kanannya yang sudah dilumasi air ludahnya sendiri.
“Aaaghh.. duh, enak sekali ci..” Ci Alissa meneruskan gerakan tangannya sampai ia merasa batang kemaluan adiknya sudah cukup keras. Sesudah itu, ia membalikan badannya dan mengambil posisi nungging di lantai. Tahulah adik ci Alissa apa yang diinginkan cicinya ini. Ia juga mengatur posisi di belakang cicinya
“Awas ya pokoknya aku nggak mau anal. Maenin lubangku yang biasa aja.” Adiknya menurut, dan permainan dimulai.
Adik ci Alissa memulai gerakannya dengan perlahan,
“Mmm.. masih kurang, lagi dong!” Gerakan dipercepat, Ci Alissa memejamkan matanya keenakan. Ia menambah kenikmatan dengan menggesek-gesek klit-nya sendiri, dengan sebelumnya membasahi jari-jarinya dengan cara mengulumnya sendiri.
“Uuuaah.. enaakk sayaang.. Mmmh..” Permainan ini berlangsung agak lama sampai ci Alissa minta ganti posisi lagi. Kali ini ia ingin disetubuhi dengan posisi tubuh menyamping. Ci Alissa menyampingkan tubuhnya yang seksi dan sudah mandi keringat tadi ke arah kanan, sementara adik Ci Alissa mengangkat paha mulus cicinya sebelah kanan dan menyandarkannya ke bahu sebelah kirinya.
Dengan demikian, ia dengan leluasa dapat memasukkan batang kemaluannya ke lubang ci Alissa. Ia mulai bergerak maju mundur,
“Aaahh.. mm..” Untuk sekedar menambah kenikmatan, ia mengarahkan tangan kanannya ke arah pantatnya sendiri dan menggerakan jari tengahnya keluar- masuk lubang pantatnya.
“Kyyaahh.. uuhh..” Tubuh ci Alissa terus bergoyang-goyang toketnya pun bergerak naik turun tak beraturan mengkuti irama tubuhnya. Adik ci Alissa yg sedari tadi bergitu terangsang dengan gerakan toket cicinya sendiri itu sudah tak tahan lagi, ia memajukan tangan kanannya guna meremas toket kanan cicinya itu.
“Oh susumu begitu empuk ci..” Ci Alissa hanya tersenyum, ia mencabut tangannya dari lubang pantatnya dan ikut meremas toketnya bersama-sama dengan tangan adiknya itu. Permainan terus berlangsung, Ci Alissa merasakan tubuhnya sendiri mulai menegang ia sendiri sudah tidak mampu berpikir jernih lagi.
Hanya kenikmatan yang dirasakan sekujur tubuhnya sekarang.
“AAHH.. AAKKUU.. MMH..” Keluarlah Ci Alissa, mencapai orgasme yang diidam-idamkannya dalam posisi menyamping. Tercapailah segala keinginannya selama ini.
Demikian pula adik ci Alissa, ia segera berdiri karena sudah tidak tahan lagi, dan ci Alissa mengetahui hal ini karena ia sudah berhasil meraih orgasme, maka ia berniat membantu adiknya untuk mengeluarkan seluruh peju yang sangat ia inginkan itu. Ci Alissa berjongkok, tersenyum menggoda ke arah adiknya dan mulai mengocok batang kemaluan adiknya.
“Nah, sekarang cici ingin merasakan nikmatnya cairan kejantananmu. Ayo sayang.. keluarkan jangan ragu.. ayo!” Ci Alissa memainkan batang kemaluan adiknya naik turun dengan gerakan memutar sambil sesekali menjilat pangkal kemaluan adiknya. GAIRAHPRIA.COM
“Aih.. masih belum keluar juga.. sebentar..” Sambil mengocok batang kemaluan adiknya dengan menggunakan tangan kanannya, ci Alissa memijat buah pelir adiknya.
“Ah.. ci.. aku mau keluar nih..!!” Ci Alissa langsung mengarahkan ujung batang kemaluan adiknya ke arah mulutnya, menyambut cairan peju yang segera muncrat masuk ke dalam mulutnya. Andini Sukma yang sedari tadi tergeletak lemas berusaha bangkit dan merangkak menuju ci Alissa dan adiknya.
“Ci Alissa.. saya juga mau..”, kata Andini Sukma sambil menunjuk ke arah mulutnya sendiri. Tetes peju terakhir sudah habis meluncur turun ke dalam mulut ci Alissa yang seksi. Ci Alissa menelan sedikit peju adiknya dan menahan sisanya di dalam mulutnya.
Ia tersenyum dengan mulut belepotan peju adiknya, membelai Andini Sukma, kemudian membaringkannya, dan meletakkan kepala Andini Sukma di pangkuannya. Andini Sukma yang sudah lemas hanya menurut seperti anak kecil. Dengan gerakan yang lembut, ci Alissa menyentuh bibir Andini Sukma dan menggerakannya ke bawah dengan jari telunjuknya.
Andini Sukma mengerti apa yang dimaksud ci Alissa, ia membuka mulutnya. Bibirnya bergetar. Ci Alissa kembali tersenyum ia mengarahkan mulutnya tepat di atas bibir Andini Sukma yang sudah merekah, kemudian membuka dan memuntahkan peju lengket yang sudah bercampur dengan air liur ci Alissa, turun memasuki mulut Andini Sukma.
Peju dalam mulut ci Alissa sudah habis dipindahkan ke dalam mulut Andini Sukma. Ci Alissa tersenyum lebar dengan sedikit sisa peju bercampur liur pekat yang menetes dari ujung bibirnya. Kembali, dengan gerakan lembut ci Alissa memberi isyarat kepada Andini Sukma untuk menutup mulutnya. Andini Sukma menuruti dan tersenyum bersamaan dengan ci Alissa.
“Nah, aku tidak pernah pelit kepada gadis manis seperti kamu. Ambillah bagianmu dan nikmatilah.” Andini Sukma menelan peju yang sudah diberikan ci Alissa kepadanya.
“Terima kasih ci..” Kemudian ia bangkit dan duduk Andini Sukma menyentuh wajah ci Alissa dengan lembut. Andini Sukma kembali membuka mulutnya, bergerak maju ke arah bibir ci Alissa sambil menjulurkan lidahnya. Ci Alissa yang mengerti maksud Andini Sukma segera menyambut ciuman Andini Sukma dengan menjulurkan lidahnya pula. Mereka berciuman sampai lama dan saling menjilati sisa-sisa peju hingga bersih.
Sejak saat itu, kehidupan ci Alissa dan Andini Sukma selalui dipenuhi dengan petualangan, hampir setiap bulan Andini Sukma ‘menjebak’ teman kuliahnya entah itu pria atau wanita. Mungkin dalam kesempatan lain, Andini Sukma dapat membagi kisah petualangannya disini.
|GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT) |GAIRAHPRIA.COM