Cerita Sex Kisah mahasiswi diperkosa 30 orang lebih -

kita bertemu lagi teman-teman. Cerita Sex Kisah mahasiswi diperkosa 30 orang lebih – Maharani ialah seseorang mahasiswi berumur 22 tahun dalam suatu perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta, Ia memiliki badan yang benar-benar prima serta tertangani. Tingginya 166 cm, dengan berat 54 kg. Rambutnya hitam sebahu serta ia memiliki payudara yang benar-benar indah, bundar serta kencang memiliki ukuran 34B. Kulitnya putih serta mukanya juga benar-benar cantik. Maharani terhitung mahasiswi yang berprestasi di kampusnya. Tidaklah heran banyak rekan prianya yang tertarik padanya, tetapi sampai sekarang Maharani belum juga punyai pacar
Dalam satu hari Maharani harus terpaksa pulang sendiri cukup malam dari kampusnya, sebab dia harus menyelesaikan pekerjaannya di laboratorium. Saat ia sedang menanti lift dari lantai 8, mendadak Rinto temannya hadir. “Hai, Maharani.. ingin pulang nih..?” “Iya..” “Bareng yuk turunnya..!” ajak Rinto. “Boleh..” tanpa ada rasa berprasangka buruk Maharani menyetujui.
Kelihatannya malam itu betul-betul sepi di kampusnya, tinggal sebagian orang saja kelihatan dalam tempat parkir dibawah. Saat pintu lift terbuka, mereka berdua juga masuk. Waktu ada di lift, mendadak satu benda keras menghajar tengkuk Maharani dari belakang, membuat langsung tidak sadarkan diri.. GAIRAHPRIA.COM
“Dukk..,” Maharani terjaga saat kepalanya terantuk meja. Dengan mata masih berkunang-kunang, ia lihat jika ia sedang ada di ruangan kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang disana. Serta saat ia lihat jam pada dinding, nyatanya telah jam 10 malam. Saat Maharani coba bergerak, ia baru mengerti jika tangan serta kakinya terikat. Ia coba melepas diri tetapi gagal. Mendadak pintu ruang itu terbuka, serta nampaklah tiga orang dari pintu itu. Dua pria serta satu wanita. Mereka temannya, Rinto, Angga serta Rinda.
Rinda.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sich ini..? Kalian kalau bercanda jangan kelewatan dong..!” dengan dikit jengkel Maharani bicara dengan Rinda. “Elo ingin apa sich Nov..? Ini bukanlah bercanda tahu..!” teriak Rinda. “Apa tujuan elo..?” Maharani mulai cemas. “Kita ingin buat penghitungan sama elo, Nov..!
Sampai kini elo tetap jadi fokus perhatian, tetapi elo begitu sombong untuk memerhatikan teman elo sendiri. Elo tahu tidak kalau kawan-kawan tuch banyak yang tidak senang sama elo..! Saat ini waktunya elo untuk memberi suatu sama mereka..!” Rinda dekati dan menampar pipi kiri Maharani. “Elo ingin apa sich..!” jerit Maharani
“Gue ingin simak elo menanggung derita malam hari ini, Nov. Sebab sampai kini elo tetap mendapatkan semua yang elo inginkan…” kata Rinda. Usai Rinda bicara, mendadak pintu ruang itu terbuka kembali serta masuklah 15 orang , 10 orang lelaki serta 5 orang wanita. Mereka temannya. Tapi keliatannya mereka suka lihat Maharani terikat tidak berkapasitas semacam itu.
Mendadak Rinda berteriak, “Teman-teman, berikut waktunya yang kita tunggu-tunggu. Malam hari ini kita bisa ngerjain si Maharani sepuas kita.” Semua berteriak kegirangan dengar pengucapan Rinda, terkecuali Maharani. Bulu kuduk Maharani merinding dengar itu, ia tidak bisa memikirkan apa yang akan mereka kerjakan pada dianya, saat Rinto dekati dianya serta melepas ikatannya.
Meskipun ikatannya telah dilepaskan, tetapi Maharani tidak bisa berdiri, sebab kakinya lemas semua. Ia cuma bisa berlutut. Rinda dekati dianya dan berteriak di telinga Maharani, “Sekarang elo harus membuka pakaian elo satu-satu sampai telanjang di muka kita..! Awas kalau berani menantang..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Rinda sekalian menggenggam gunting di tangannya.
Tidak yakin rasa-rasanya Maharani dengar itu, tetapi ia tidak berani menampik perintah Rinda, ditambah lagi diancam dengan gunting tajam semacam itu. Pada akhirnya dengan badan gemetar, Maharani mulai buka kancing pakaiannya satu-satu serta melepaskannya ke lantai. Seterusnya ia mulai buka kancing celana jeansnya serta menariknya ke bawah sampai saat ini Maharani cuma kenakan BH serta celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu Maharani menggunakan BH serta celana dalam yang benar-benar seksi.
Maharani menggunakan BH tanpa ada tali yang sisi depannya cuma menutupi 1/2 dari payudaranya. Serta celana dalam yang digunakan Maharani lebih seperti dengan satu tali yang cuma menutupi belahan vaginanya, sedang pantatnya benar-benar tidak tertutup. Semua lelaki yang ada di ruang itu betul-betul kagum lihat panorama indah di muka mereka itu. Maharani gadis paling cantik di universitas itu hampir telanjang bundar, hingga penis mereka langsung menegang semua..
Lihat itu Rinda merasakan suka serta kembali memerintah Maharani untuk buka BH serta celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Maharani mendapatkan kait BH di belakang punggungnya serta melepaskannya, hingga BH Maharani dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Saat BH-ya telah lepas, payudara Maharani yang bundar langsung mengacungkan tegak, mengundang decak takjub semua pria di ruang itu.
Puting payudara Maharani berwarna coklat dengan lingkaran di seputar putingnya berwarna coklat muda. Serta waktu celana dalamnya juga dilepaskan, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapi di seputar vagina Maharani. Maharani memang tetap mencukur bulu-bulu kemaluannya serta menjaga vaginanya sendiri. Baru pertama kesempatan ini Maharani telanjang bundar di muka orang serta sekarang ia berdiri dengan badan yang gemetar
Rinda mendekatinya sekalian mengacung gunting ke arahnya, serta menggerakkan Maharani sampai jatuh terduduk. “Sekarang elo harus buat seneng kita. Elo saat ini harus masturbasi di sini. Cepat, kalau nolak gue potong kelak pentil susu elo..! Sekaligus olesin nih tubuh elo pakai minyak ini..!” kata Rinda sekalian memberi baby oil pada Maharani untuk dioles-oleskan ke semua tubuhnya. Dengan ketakutan Maharani terima botol itu serta menumpahkannya ke atas payudara, perut dan ke atas vaginanya.
Selanjutnya Maharani mulai meraba-raba tubuhnya sendiri serta meratakan baby oil itu ke semua tubuhnya sekalian tidur telentang di lantai. Sekalian menangis sebab takut serta malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri serta memilin-milin puting susunya, sedang tangan kanannya merabaraba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.
Lama kelamaan Maharani mulai terangsang serta keluarkan suara erangan halus yang tidak bisa diatahan. Selain itu, semua lelaki di ruang itu buka pakaiannya sampai bugil serta mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang. Sedang yang wanita, terkecuali Rinda tinggalkan ruang itu. Rinda justru bawa camera video untuk merekam insiden itu serta ia meneror Maharani jika ia berani melapor, Rinda akan menebarkan rekaman itu ke semua universitas, serta bahkan juga ke luar kampusnya. Badan Maharani sekarang mengkilat sebab minyak yang dioles-oleskan ke tubuhnya barusan, membuat Maharani terlihat benar-benar seksi, serta ini jadi panorama yang benar-benar menggairahkan untuk semua lelaki di ruang itu.
Waktu Maharani makin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang yang lain yang menggenggam serta menarik ke-2 tangan serta kaki Maharani hingga badan Maharani mirip huruf X, Angga berlutut di selangkangan Maharani, serta mulai mengelus-elus vagina Maharani dengan tangannya. Kadang-kadang jari tangan Angga coba menyerang masuk ke vagina Maharani, membuat Maharani merinding sebab rasa geli yang muncul. .
elanjutnya Angga mulai menjilati vagina Maharani dengan lidahnya.
Aroma ciri khas dari vagina Maharani membuat Angga makin bernafsu menjilati vagina Maharani. Selain itu ke-2 orang pria yang memegangi tangan Maharani ikut juga nikmati beberapa badan Maharani. Lelaki yang menggenggam tangan kanan Maharani menjilati serta menyedot puting susu Maharani yang samping kanan, sesaat lelaki yang menggenggam tangan Maharani yang samping kiri lakukan hal sama dengan payudara Maharani yang satunya.
Sekalian meremas payudara Maharani dengan keras, kadang-kadang mereka menggigit serta menarik puting susu Maharani dengan giginya, hingga Maharani merasakan kesakitan. Ke-2 orang itu berganti-gantian menciumi bibir Maharani dengan kasar serta mainkan lidahnya di mulut Maharani
Sesudah senang menjilati vagina Maharani, Angga kembali berlutut di selangkangan Maharani serta mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Maharani. Sadar jika dianya akan selekasnya kehilangan keperawanannya, Maharani berupaya melepas diri semaksimal mungkin, tetapi ia tidak bisa menantang tenaga ke empat orang yang memeganginya. Lihat Maharani yang meronta-ronta, Angga makin bernafsu serta ia selekasnya menghunjamkan penisnya ke vagina Maharani yang masih perawan.
Meskipun vagina Maharani telah basah oleh air liur Angga serta cairan vagina Maharani yang keluar, tetapi Angga masih rasakan kesusahan waktu masukkan penisnya, sebab vagina Maharani yang perawan masih sempit. Maharani cuma bisa menangis serta berteriak kesakitan sebab keperawanannya yang sudah ia menjaga sampai kini direnggut dengan paksa semacam itu oleh temannya sendiri.
Selain itu Angga terus memompa vagina Maharani secara cepat sekalian satu tangannya meremas-remas payudara Maharani yang bundar kenyal serta selang beberapa saat ia sampai puncaknya serta keluarkan semua spermanya di vagina Maharani. Maharani cuma bisa diam telentang tidak berkapasitas di lantai, meskipun tangan serta kakinya tidak dipegangi , serta memikirkan dianya akan hamil sebab sekarang ialah waktu suburnya. Ia bisa rasakan ada cairan hangat yang masuk ke vaginanya. Darah perawan Maharani serta beberapa sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya
Kemudian Rinto maju untuk ambil giliran. Kesempatan ini Rinto mengusung ke-2 kaki Maharani ke atas pundaknya, dan dengan tidak sabar ia selekasnya menanamkan penisnya yang telah tegang ke vagina Maharani. Rinto tidak alami kesusahan waktu masukkan penisnya, sebab vagina Maharani sekarang telah licin oleh sperma Angga dan cairan vagina Maharani, meskipun vagina Maharani masih sempit. Kembali vagina Maharani diperkosa dengan sadis oleh Rinto, serta Maharani kembali lagi cuma bisa berteriak kesakitan. Tetapi kesempatan ini Maharani tidak berontak , sebab ia fikir itu cuma akan membuat teman-temannya makin bernafsu saja.
Mendadak Rinto mencabut penisnya serta ia duduk di atas dada Maharani. Rinto mendempetkan ke-2 buah payudara Maharani dengan ke-2 tangannya serta menggosok-gosokkan penisnya antara sela ke-2 payudara Maharani, hingga kemudian ia memuncratkan spermanya mengarah muka Maharani. Maharani gelagapan sebab sperma Rinto tentang bibir dan matanya.
Kemudian Rinto masih sudah sempat bersihkan tersisa sperma yang melekat di penisnya dengan memoleskan penisnya ke payudara Maharani. Selanjutnya Rinto menampar payudara Maharani yang kiri serta kanan berulang-kali, hingga payudara Maharani berwarna kemerahan serta membuat Maharani merasakan kesakitan. Seterusnya dua orang, Leo serta Reza maju. Mereka sekarang memerintah Maharani untuk ambil tempat seperti merayap.
Selanjutnya Leo berlutut di belakang pantat Maharani serta mulai coba masukkan penisnya ke lubang anus Maharani yang benar-benar sempit. Memikirkan kesakitan yang akan dirasakannya, Maharani berusaha untuk berdiri, tapi kepalanya digenggam oleh Reza yang selekasnya menggerakkan muka Maharani mengarah penisnya. Sekarang Maharani diminta mengulum serta menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidaklah terlalu besar tertelan semua di mulut Maharani
Selain itu, Leo masih berupaya membesarkan lubang anus Maharani lewat cara menusuk-nusukkan jarinya ke lubang anus Maharani. Kadang-kadang Leo menampar pantat Maharani dengan keras, hingga Maharani rasakan pantatnya panas. Selanjutnya Leo berupaya melicinkan lubang anus Maharani lewat cara menjilatinya. Maharani rasakan sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan awalnya waktu lidah Leo menjilati lubang anusnya.
Selang beberapa saat Maharani kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya telah bobol oleh penis Leo yang sukses masuk dengan paksa. Sekarang Leo memperkosa anus Maharani perlahan, sebab lubang anus Maharani masih sempit serta kering. Leo rasakan kesakitan sekaligus juga kesenangan yang mengagumkan waktu penisnya diapit oleh anus Maharani. Waktu Maharani berteriak, kembali Reza menggerakkan penisnya ke mulut Maharani, hingga sekarang Maharani cuma bisa keluarkan suara erangan yang ketahan, sebab mulutnya penuh oleh penis Reza.
Badan Maharani tergerak ke depan serta ke belakang ikuti pergerakan penis di anus serta mulutnya. Ke-2 payudara Maharani yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang sebab pergerakan tubuhnya. Kondisi ini terus berjalan hingga kemudian Leo serta Reza sampai klimaks hampir dengan bertepatan. Leo menyemburkan spermanya di anus Maharani, serta Reza menyemburkan spermanya di mulut Maharani.
Maharani sangat terpaksa menelan semua sperma Reza supaya ia tetap bernafas. Hampir muntah rasakan sperma itu masuk ke kerongkongannya, tetapi tidak bisa sebab penis Reza masih ada di mulutnya. Maharani biarkan saja penis Reza ada di mulutnya untuk sesaat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Maharani. Selanjutnya Reza memaksakan untuk bersihkan penisnya dari sperma lewat cara menjilatinya.
Leo masih biarkan penisnya di anus Maharani serta kadang-kadang masih menggerak-gerakkan penisnya di anus Maharani, berusaha untuk rasakan kesenangan yang semakin banyak. Maharani bisa rasakan kehangatan sperma di lubang anusnya yang dengan perlahan-lahan mengalir keluar dari lubang anusnya.
Sesudah Leo mencabut penisnya dari anus Maharani, temannya lainnya, Irvan, ambil bangku serta duduk di atasnya. Ia menarik Maharani mendekat serta memerintah Maharani untuk mengangkangi penisnya menghadap dianya. Irvan selanjutnya mengarahkan penisnya ke vagina Maharani, dan memaksakan Maharani untuk duduk di atas pangkuannya, hingga semua penis Irvan langsung masuk ke vagina Maharani. Kemudian, Maharani diminta bergerak turun naik, sesaat Irvan meremas serta menjilati ke-2 payudara serta puting susu Maharani.
Kadang-kadang Irvan memerintah Maharani untuk hentikan gerakannya untuk meredam orgasmenya. Irvan bisa rasakan vagina Maharani berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, serta ia dapat rasakan kehangatan vagina Maharani yang telah basah. Irvan tidak bisa tahan lama, sebab ia sangatlah terangsang awalnya saat lihat Maharani diperkosa oleh teman-temannya lainnya, hingga ia langsung memuncratkan spermanya ke vagina Maharani. Maharani kembali rasakan kehangatan yang mengalir di vaginanya.
eterusnya, Iwan yang ambil giliran untuk memperkosa Maharani. Ia menarik Maharani dari pangkuan Irvan, selanjutnya ia sendiri tidur telentang di lantai. Maharani diminta untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan. Selanjutnya dengan kasar Iwan menarik pantat Maharani turun, hingga vagina Maharani langsung terhunjam oleh penis Iwan yang telah berdiri keras.
Penis Iwan, yang tambah lebih besar dibanding penispenis awalnya yang masuk vagina Maharani, masuk semua ke dalamvagina Maharani, membuat Maharani kembali rasakan kesakitan sebab ada benda keras yang masuk jauh ke vaginanya. Maharani merasakan vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksakan Maharani untuk terus menggerakkan pinggulnya turun naik, hingga penis Iwan bisa bergerak keluar masuk vagina Maharani dengan bebas. Selanjutnya Iwan menjepit ke-2 puting susu Maharani serta menariknya mengarah dadanya, hingga sekarang payudara Maharani berhimpit dengan dada Iwan.
Iwan betul-betul terangsang waktu rasakan ke-2 payudara Maharani yang kenyal serta hangat melekat rapat ke dadanya. Lihat tempat semacam itu, Rinda melepas ikat pinggangnya serta mulai memecut punggung Maharani seringkali. Meskipun cambukan itu tidaklah terlalu keras, tetapi Maharani masih rasakan perih di punggungnya, hingga ia berhenti menggerakkan pinggulnya. Rasakan jika pergerakan Maharani berhenti, Iwan geram. Selanjutnya ia menerkam ke-2 iris pantat Maharani dengan tangannya, serta memaksanya bergerak turun naik hingga kemudian Maharani menggerakkan sendiri pantatnya turun naik dengan reflek
Saat Iwan hampir sampai klimaks, ia memeluk Maharani serta bergulir, hingga tempat mereka sekarang bertukar, Maharani tidur dibawah serta Iwan di atasnya. Sekalian mencium bibir Maharani dengan benar-benar bernafsu serta meremas payudara Maharani, Iwan terus menggenjot vagina Maharani. Selang beberapa saat pergerakan Iwan berhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Maharani serta selekasnya menyemprotkan spermanya di seputar bibir vagina Maharani.
Selanjutnya ia menarik tangan kanan Maharani serta memaksakan Maharaniuntuk meratakan sperma yang berada di seputar vaginanya dengan tangannya sendiri. Kemudian, seseorang temannya lainnya, Eka, kembali maju ambil giliran memperkosa vagina Maharani. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Maharani dengan kasar, membuat vagina Maharani makin berasa licin serta longgar.
Sebelum sampai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Maharani serta memaksakan Maharani untuk menadahkan ke-2 telapak tangannya untuk menyimpan spermanya. Setelahitu, Eka memaksakan Maharani untuk menyeka sperma yang berada di telapak tangannya ke mukanya serta meratakannya seperti orang membersihkan muka. Semua temannya ketawa suka lihat itu, sesaat Maharani meredam jijik serta rasa malu yang mengagumkan sebab diperlakukan dengan nista semacam itu. Sekarang muka Maharani telah rata oleh sperma punya Eka. .
Selanjutnya lima orang yang lain dengan berganti-gantian memperkosa Maharani di vagina, anus atau mulut Maharani. Mereka meremas-remas payudara Maharani serta mencubit dan menggigit puting susu Maharani keras-keras. Sekarang muka, payudara, perut, punggung, vagina serta pantat Maharani telah penuh oleh sperma. Bahkan juga ke-2 buah payudara Maharani sekarang berwarna kemerahan sebab digigit serta diremas dengan kasar oleh teman-temannya. Di punggung Maharanitercetak jalur-jalur merah karena dicambuk Rinda barusan.
Meskipun sudah diperkosa berulang-kali, tetapi rupanya Maharani tidak sampai orgasme benar-benar, sebab ia berupaya meredamnya. Lihat itu Rinda merasakan jengkel serta memaksakan Maharani untuk sampai orgasme lewat cara bermasturbasi sendiri. “Gila elo.., diperkosa saja masih sombong tidak mau orgasme. Saat ini elo harus orgasme.., cepat masturbasi sekalian nyukur bulu elo tuch sampai bersih..!” perintah Rinda.
Rinda memberi pisau pangkas pada Maharani serta memerintahnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sekalian bermasturbasi. Maharani tidak berani melakukan perbuatan apa-apa terkecuali menurut. Sekalian tutup matanya, tangan kiri Maharani mulai meremas-remas payudaranya sendiri sekalian meratakan sperma yang berada di payudara serta perutnya. Sesaat tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Maharani tidak membutuhkan shaving krim , sebab vaginanya telah licin oleh sperma dan cairan vaginanya.
Sesudah usai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Maharani mulai masukkan gagang pisau pangkas itu ke vaginanya serta menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan. Vagina Maharani berasa panas serta perih waktu Maharani menyentuhnya.
Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Maharani lebih terangsang, serta pada akhirnya lima menit selanjutnya tubuhnya mendadak mengejang, kakinya menekuk serta dadanya membusung menunjukkan ke-2 payudaranya mengacungkan tegak dengan puting susu yang muncul keluar, mengisyaratkan jika Maharani sangatlah terangsang. Maharani keluarkan erangan yang ketahan sekalian tangan kanannya terus menggosok vaginannya, serta tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri.
Pada akhirnya Maharani alami orgasme yang mengagumkan. Badan Maharani kaku rasakan kesenangan mengagumkan yang menyebar di semua tubuhnya, serta cairan vagina Maharani mengalir keluar dengan derasnya. Maharani tidak bisa menutupi kesenangan yang dirasakannya waktu itu, hingga ia juga keluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan juga ia lupa jika ia sekarang sedang dilihat oleh beberapa orang serta untuk waktu itu ia lupa akan kesakitan yang terkena tubuhnya.
Tidak pernah awalnya Maharani alami orgasme sehebat itu, meskipun ia seringkali bermasturbasi di tempat tinggalnya. Ini sebab awalnya ia tidak pernah terkait tubuh, serta sekarang ia baru diperkosa ramai-ramai. Serta sepanjang diperkosa itu, meskipun sebetulnya Maharani merasakan terangsang, Maharani meredam orgasmenya semaksimal mungkin serta pada akhirnya semua ditumpahkan waktu ia bermasturbasi. Sesudah alami orgasme, Maharani cuma terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan-lahan mulai balik lagi serta rasa sakit kembali berasa di semua tubuhnya. Ke-2 kakinya tertekuk serta mengangkang lebar menunjukkan
vaginanya yang telah licin mengkilat tanpa bulu kemaluannya sehelai juga setelah dicukur. Di seputar vagina Maharani kelihatan bercak-bercak merah darah perawan Maharani dan sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping serta tangan kirinya terlipat menutupi beberapa payudaranya. Tubuhnya licin serta mengkilat sebab keringat yang membanjiri dan sebab sperma yang diratakan ke semua tubuhnya. Maharani masih menangis perlahan sebab sakit dan sebab rasa malu yang menyerang dianya. Tetapi Maharani pun tidak bisa menutupi kesenangan mengagumkan yang barusan dirasakannya. Maharani tidak dapat bergerak.
Tetapi lihat itu, nafsu teman-temannya kembali ada serta mereka kembali maju bertepatan untuk memperkosa Maharani . Kesempatan ini Maharani tidak dapat berontak benar-benar, sebab ia tidak memiliki tenaga . Ia cuma terdiam serta tubuhnya ikuti saja pergerakan pemerkosanya. Maharani seperti boneka yang sedang dipermainkan ramai-ramai. Ke-2 belas temannya kembali memperkosa vagina serta anus Maharani yang telah berasa lebih longgar sesudah dimasuki banyak penis berulang-kali. Mereka memaksakan Maharani untuk mengulum serta menjilati penis mereka, serta menelan semua sperma yang disemburkan ke mulutnya. Bahkan juga Maharani diperkosa oleh tiga orang sekaligus juga yang masukkan penisnya ke mulut, vagina serta anus Maharani dengan bertepatan, sesaat dua orang yang lain mendustai payudara Maharani
Semua tempat yang mungkin dipikirkan dalam hubungan seksual telah diterapkan oleh rekan-rekan Maharani pada badan Maharani. Kesempatan ini Maharani tidak kuat meredam orgasmenya, serta ia alami orgasme seringkali, tetapi tidak sehebat yang pertama. Sesudah ke-2 belas orang temannya usai memperkosa dianya untuk ke-2 kalinya, Maharani pada akhirnya tidak sadarkan diri sebab kecapaian serta sebab kesakitan yang menyerang semua tubuhnya khususnya di vagina, anus dan ke-2 buah payudaranya. Maharani sudah diperkosa dengan habis-habisan sepanjang tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Serta semua insiden itu direkam oleh Rinda.
Saat Maharani terjaga, ia mengerti jika dianya terikat ke tiang listrik dalam kondisi berdiri dalam tempat parkir kampusnya yang terbuka. Waktu itu kondisi masih gelap serta masih belumlah ada satupun orang atau mobil yang hadir. Ke-2 tangan Maharani terikat ke belakang serta ke-2 kakinya terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bundar tanpa ada selembar benang juga serta ia tidak bisa bergerak benar-benar. Saat Maharani coba berteriak, ia baru sadar jika mulutnya tertutupi oleh lakban, hingga ia tidak bisa keluarkan suara benar-benar. Vagina serta ke-2 puting susu Maharaniditempeli oleh lakban. Di dadanya bergantung kertas yang tertulis Silahkan Nikmati Badan Saya. GRATIS. Ttd : Maharani. .
Maharani memikirkan bagaimana malunya dianya jika kelak beberapa orang hadir serta lihat kondisi dianya yang telanjang bundar serta belepotan darah dan sperma kering. Ia bahkan juga tidak bisa memikirkan bagaimana jika kelak orang yang hadir membaca serta mengikuti tulisan di kertas itu, selanjutnya memperkosa dianya.
Selang beberapa saat, ia lihat tujuh orang hadir. Rupanya mereka satpam serta tukang parkir kampusnya. Maharani berupaya meminta tolong serta mereka pada akhirnya hadir menghampirinya. Maharani dikit merasakan lega, sebab ia berpikir tentu mereka akan menolongnya. Tetapi ketakutan Maharani jadi fakta, sebab bukanlah pertolongan yang diberi, ke-7 orang itu justru ingin nikmati badan Maharani dalam tempat parkir itu.
Awalnya seseorang satpam menarik terlepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu serta mulut Maharani, membuat Maharani kembali rasakan kesakitan. Sekarang vagina serta puting susu Maharani kembali terbuka serta bisa disaksikan oleh orang.
Wah, inikan si Maharani, cewek paling cantik di universitas. Ngapain ia telanjang-telanjang ini dalam tempat parkir..?” kata satu dari mereka. Serta orang yang lain menyahut, “Gile.., bodynya seksi sekali. Bagaimana kalau kita cicipin saja bodynya sekaligus. Simak tuch.., memeknya bersih tidak ada bulunya.” “Iya nih, kita perkosa saja yuk sekaligus.. lagian ia yang meminta diperkosa, simak saja tulisan di kertas itu.” “Ayo cepet kita perkosa aja… Gue tidak pernah merasakan punyanya cewek kuliahan nih..!” Maharani cuma bisa menangis serta meminta, “Tolong Pak, bebaskan saya… jangan perkosa saya , cukup sudah penderitaan saya…” Tetapi mereka tidak perduli dengan rintihan Maharani serta masih lancarkan laganya.
Mereka ketawa bahagia serta mulai buka pakaian serta celananya semasing. Lihat itu Maharani cuma bisa pasrah serta mengharap mereka tidak menyakiti dianya . Mustahil baginya untuk berteriak meminta tolong, sebab tidak ada orang benar-benar di seputar situ. Selanjutnya mereka ambil selang air serta menyemprot badan Maharani dengan air dingin sekalian menggosok-gosoknya untuk bersihkan badan serta muka Maharani dari darah serta sperma kering yang melekat di tubuhnya.
Disemprot air dingin semacam itu, Maharani kaget serta menggigil kedinginan. Tetapi itu tidak lama, sebab selanjutnya dua orang lelaki selekasnya melepas ikatan Maharani, mengusung badan Maharani serta mendekapnya dari depan serta belakang. Maharani sekarang terjepit antara badan dua orang lelaki. Mereka mulai masukkan penis mereka ke vagina serta anus Maharani dengan bertepatan. Maharani diperkosa di vagina serta anusnya dalam tempat berdiri.
Selain itu orang yang ada di muka Maharani menciumi bibir Maharani dengan paksa, serta orang yang ada di belakang Maharani meremas-remas ke-2 payudara Maharani dari belakang. Beberapa waktu selanjutnya ke-2 orang itu sampai klimaks serta menyemburkan spermanya di vagina serta anus Maharani. Orang yang memperkosa vagina Maharani menyemburkan spermanya berulang-kali di vagina Maharani, hingga Maharani bisa rasakan jika sekarang vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang banyak sekali serta tidak bisa tertampung di vaginanya.
Kemudian, Maharani diminta berlutut serta harus berkeliling-keliling menjilati semua penis lelaki yang berdiri mengitarinya dengan berganti-gantian. Maharani sangat terpaksa menelan sperma semua lelaki itu satu-satu Sesudah menjilati semua penis lelaki yang ada disana, Maharani selanjutnya diperkosa di vagina dan anusnya. Salah seseorang salah satunya mempunyai penis yang besar sekali serta panjang, hingga saat ia memperkosa anus Maharani, penisnya cuma bisa masuk setengahnya. Tetapi orang itu terus menggerakkan penisnya masuk ke lubang anus Maharani dengan paksa, membuat Maharani meronta-ronta kesakitan.
Tidak hanya menyemburkan spermanya di vagina serta anus Maharani, mereka menyemburkan spermanya di badan Maharani serta memaksakan Maharani untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Maharani belum pernah memikirkan bahkan juga dalam mimpi terburuknya, jika dianya betul-betul di nikmati oleh beberapa orang dalam tadi malam. Serta kesempatan ini Maharani tidak bisa meredam orgasmenya. Ia sampai orgasme sampai berulang-kali, mungkin sebab satpam-satpam ini lebih memiliki pengalaman dibanding teman-temannya yang memperkosanya awalnya. .
Sesudah ke-7 orang itu kebagian mencicip vagina, anus dan mulut Maharani, Maharani kembali diikat di tiang listrik dalam tempat sebelumnya, serta kembali dibiarkan seseorang diri dalam kondisi telanjang bundar. Badan Maharani kembali belepotan oleh sperma serta kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Sperma serta cairan vagina Maharani yang tercampur jadi satu menetes keluar perlahan dari vagina serta lubang anus Maharani. Dari mulut Maharani mengalir keluar sperma yang tidak bisa ditelan oleh Maharani.
Maharani cuma bisa menggigil kedinginan. Tetapi kesusahannya belum selesai sampai disana. Maharani kembali diperkosa dengan berganti-gantian oleh beberapa orang yang melalui, satpam, tukang parkir, temannya, serta bahkan juga dua orang dosennya turut memperkosanya. Vagina, anus serta mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, serta ia diminta menelan sperma mereka. Beberapa meratakan spermanya di semua badan Maharani. GAIRAHPRIA.COM
Ada yang iseng mencoret-coret badan Maharani dengan spidol permanen dengan beberapa gambar serta beberapa kata kotor. Bahkan juga orang paling akhir yang memperkosa Maharani masukkan ranting pohon selama 25 cm ke vagina serta anus Maharani sampai berdarah-darah serta meninggalkannya disana.
Maharani tergeletak di tanah dengan badan serta muka yang kembali berlumuran oleh darah dan sperma, serta ranting pohon yang menancap di anus serta vaginanya. Payudara serta vagina Maharani kelihatan memar serta berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya kelihatan memar serta kemerahan. Maharani tidak bisa rasakan vagina serta lubang anusnya.
Pada akhirnya Maharani kembali tidak sadarkan diri sebab kesakitan serta kecapaian. Keseluruhan Maharani sudah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, hingga kemudian ia ditolong pada pukul 05:30 pagi oleh seseorang dosen wanita yang lihat kondisi Maharani yang memilukan.
Waktu diberi pertanyaan siapa yang memperkosa dianya, Maharani tidak berani menjawab, sebab ingat intimidasi Rinda yang akan menyebarluaskan rekaman video Maharani yang telanjang bundar sedang bermasturbasi serta diperkosa oleh beberapa orang. Maharani lebih pilih bungkam. Serta sesudah insiden itu, Maharani tidak bisa bergerak benarbenar sampai beberapa hari, serta ia merasakan jika kesusahannya akan terulang kembali di masa datang.
|GAIRAHPRIA.COM (MATAUANGSLOT) |GAIRAHPRIA.COM