Mau Turun Berat Badan? Hilangkan 5 Kebiasaan Ini Saat Makan

makanan sehatSaat ingin menurunkan berat badan, pola makan yang sehat tentu menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Namun tak cuma itu, ada pula beberapa kebiasaan saat makan yang sebaiknya mulai dihilangkan.

Seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Jumat (9/1/2015), berikut 5 kebiasaan saat makan yang bisa mengganggu program penurunan berat badan:

1. Bergantung pada produk ‘khusus diet’
Menurut nutrisionis Cynthia Sass, produk khusus diet umumnya mengandung bahan tambahan aditif lain, sehingga seringkali justru membuat seseorang menjadi lebih lapar daripada sebelumnya.

“Beberapa klien saya mengeluh lebih lapar setelah makan produk olahan seperti itu. Akibatnya, mereka justru makan lebih banyak asupan kalori daripada jika mereka mau menyiapkan masakan sendiri dari bahan-bahan sehat dan segar,” ungkap Sass. Studi tahun 2010 juga menyebutkan bahwa tubuh membakar kalori 50 persen lebih banyak jika seseorang mengonsumsi makanan segar, dibandingkan jika mengonsumsi produk beku atau olahan.

2. Berlebihan makan makanan sehat
Buah, sayur, dan kacang-kacangan kerap diidentikkan sebagai asupan sehat. Namun ini bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan dan justru menghilangkan asupan lainnya yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Misalnya dalam sehari Anda menjadi terbiasa hanya makan sayur dan buah dalam porsi besar, namun menghilangkan asupan penting lain seperti karbohidrat dan protein. Untuk mencegah konsumsi yang berlebihan, ‘dengarkan’ rasa lapar dan isyarat kenyang dari tubuh untuk menentukan porsi yang cukup. Jangan lupa untuk tetap memasukkan asupan protein dan karbohidrat dalam diet sehari-hari.

3. Melewatkan waktu makan
Banyak orang mengira melewatkan waktu makan, misalnya sengaja tak makan siang, akan membantu proses penurunan berat badan. Faktanya ini salah besar.

Kebiasaan ini justru membuat metabolisme menurun sehingga kalori yang dibakar menjadi lebih sedikit. Selain itu, tak menutup kemungkinan pada waktu makan berikutnya Anda justru akan menjadi kalap dan makan lebih banyak daripada biasanya. Aturan praktis yang baik untuk waktu makan adalah dengan makan makanan dalam porsi cukup sebelum jam aktif Anda, makan dalam porsi lebih sedikit sebelum jam kurang aktif, dan hindari membiarkan lebih dari 4-5 jam waktu berlalu tanpa makan.

4. Terobsesi menghitung kalori
Meskipun asupan kalori dinilai penting dalam program penurunan berat badan, bukan berarti Anda harus benar-benar menghitung kalori setiap kali akan makan. Ini justru hanya akan membuat Anda stres.

Nah, padahal faktanya stres sendiri dapat menyebabkan lonjakan kortisol, hormon yang dikenal berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan meningkatkan keinginan makan makanan berlemak dan bergula.

5. Emotional eating
“Pada umumnya penyebab utama seseorang mengalami emosional eating adalah karena rasa bosan akibat rutinitas dan emosi yang tak stabil, biasanya karena stres,” tutur Rita Ramayulis, DCN, MKes, pakar gizi, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

“Jika Anda merasa perut keroncongan, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Anda lapar. Coba diingat jam berapa terakhir Anda makan. Apabila jaraknya baru 2 jam, mungkin Anda tidak lapar, tapi dehidrasi,” papar Rita. Relaksasi juga dianggap Rita bisa membantu Anda mengatasi emotional eating. Caranya, saat ada dorongan untuk makan saat Anda belum lapar, segera alihkan pikiran. Misalnya dengarkan musik, main games, membaca atau mengobrol dengan teman. (detik.com)

PhoneOrder Foredi via SMS Pin BB Add Pin BB