Hai Wanita, dari 4 Jenis Orgasme Ini Mana yang Anda Rasakan?

kehidupan SeksKetika berbicara soal orgasme, wanita dapat dikatakan memiliki keunikan tersendiri. Di satu sisi, wanita dikenal susah mencapai orgasme saat bercinta, tapi sekali berada di puncak kenikmatan, ia bisa mendapatkannya berkali-kali. Bahkan wanita punya empat jenis orgasme. Apa sajakah itu?

Menurut sebuah studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Neuro Quantology, berikut empat jenis orgasme yang dimiliki wanita. Halnya dilansir¬†Womenshealthmag, Selasa (23/7/2013). Continue reading →

Rahasia Membahagiakan Wanita Saat Bercinta dengan Stimulasi Klitoris

Wanita Orgasme
ilustrasi (Foto: Thinkstock)

95% wanita mencapai klimaks setelah mendapat stimulasi klitoris, begitu menurut pakar seks Dr. Petra Boynton. Dijelaskannya, area klitoris adalah area paling sensitif ketimbang vagina.

“Jadi saat mendapat stimulasi, bisa membuat wanita lebih bergairah ketimbang penetrasi vagina,” ujar Dr. Petra Boynton seperti dikutip dari The Sun.

Pria perlu memahami bagaimana melakukan stimulasi pada klitoris ini. Bagi Anda yang belum tahu, klitoris berada di bawah mulut Miss V, tepat di atas labia bagian dalam. Ukuran dan bentuk klitoris berbeda-beda pada setiap wanita. Namun rata-rata ukurannya antara 1/8-3/8 setiap inchinya. Di dalam klitoris ini ada banyak syaraf sehingga sangat sensitif ketika wanita sedang bergairah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menstimulasi klitoris sehingga wanita lebih mudah meraih orgasmenya:

1. Bahasa
Untuk menstimulasi klitoris, lakukan sesuatu yang bisa membangkitkan gairahnya bukan hanya dengan melalui sentuhan di tubuh. Coba lakukan pembicaraan nakal namun tidak terlalu membuat wanita risih. Semakin seorang wanita bergairah sebelum aktivitas inti bercinta dilakukan, semakin mudah ke depannya dan ini menjadi kunci untuk memahami klitoris.

2. Jari
Wanita pun sebenarnya suka distimulasi dengan tangan pasangannya. Aktivitas ini pun bisa jadi cara jitu untuk membuat wanita klimaks saat pasangannya sudah tak sabar untuk orgasme. Lakukan stimulasi di area klitoris dan G-spot secara silmutan. Jangan terburu-buru saat melakukannya. Wanita setidaknya butuh waktu 3-5 menit jika memang distimulasi di area yang tepat.

3. Vibrator
Sex toys, seperti vibrator sebenarnya mudah digunakan. Namun kebanyakan wanita berpikir alat itu hanya bisa dipakai untuk masturbasi, tidak bersama pasangan. Padahal vibrator bisa menambah kenikmatan yang cukup intens terhadap Anda dan pasangan. Getaran pada area intim bisa menstimulasi klitoris, sehingga lebih mudah mencapai orgasme.

4. Mulut
Wanita sangat menghargai ketika pasangannya mau lebih intim dengan area Miss V mereka. Manfaatkan mulut dan lidah ketika melakukan aktivitas ini. Lakukan perlahan ketika menstimulasi area klitorisnya secara oral. Untuk sensasi tambahan, gesekkan Mr. Happy secara perlahan di area klitoris.(detik.com)

Wanita-wanita yang Paling Sering Mengalami Orgasme

Wanita-wanita yang Paling Sering Mengalami Orgasme

Orgasme
(Foto: ThinkStock)

Banyak wanita mengaku merasa kesulitan mencapai orgasme. Kecenderungan wanita untuk orgasme bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari fisik maupun psikologis. Menurut penelitian, ada kelompok wanita tertentu yang cenderung lebih mudah mencapai orgasme.

Umumnya kelompok seperti selebriti, super model atau profesi lain yang dianggap glamor diduga lebih mudah mencapai orgsme. Nyatanya tidak selalu demikian. Banyak wanita dari kalangan tersebut yang justru sering gonta-ganti pasangan.

Seperti dilansir¬†Women’s Health, Senin (4/2/2013), wanita-wanita yang paling sering mengalami orgasme adalah:

1. Berusia 50 tahun ke atas
Walau gerakannya sudah tak lincah lagi, wanita tua masih memiliki keinginan seksual. Sebuah penelitian yang dimuat American Journal of Medicine menemukan bahwa wanita berusia 80 – 99 tahun lebih puas secara seksual dibandingkan para gadis.

Penyebabnya adalah karena tak lagi merasa cemas dengan kemampuan seksualnya dan lebih mengenal tubuhnya sendiri. Ada juga kemungkinan wanita yang lebih puas secara seksual cenderung lebih lama usianya.

2. Konservatif
Sebuah penelitian di AS menemukan bahwa wanita yang memihak Partai Republik cenderung lebih banyak mengalami orgasme dibandingkan wanita partai Demokrat. Survei ini dilakukan situs Match.com terhadap 5.000 orang wanita lajang di AS.

Hasilnya menemukan bahwa orang-orang Partai Republik yang konservatif atau kolot cenderung lebih yakin akan penilaiannya dan mudah rileks. Hal ini merupakan kunci dari kepuasan seksual wanita. Alasan lain, bisa jadi orang konservatif cenderung tidak langsung berhubungan seks saat kencan pertama. Akibatnya, wanita ini lebih mengenal pasangan saat pertama kali bercinta.

3. Punya suami macho
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Penn State University, wanita dengan pasangan yang maskulin atau macho lebih sering mencapai orgasme, bahkan lebih besar peluangnya terjadi pembuahan. Jadi wanita mencari pria macho bukan tanpa alasan, tapi karena merasa lebih aman, terlindungi dan lebih besar kemungkinannya melanjutkan keturunan. (sumber:detik.com)

Yang Terjadi Pada Otak & Tubuh Wanita Saat Orgasme

Apa itu orgasme? Bagi beberapa wanita orgasme menjadi hal yang sulit didapat. Bisa jadi itu terjadi karena beberapa wanita tersebut tak memahami apa sebenarnya orgasme. Apa yang dirasakan ketika orgasme? Adakah tanda-tandanya ketika orgasme itu akan datang?

Pakar dan terapis seks dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Dr. Laura Berman memberikan penjelasan dalam situsnya mengenai hal dasar soal orgasme. Dengan memahami apa yang terjadi di dalam tubuh saat klimaks itu terjadi, bisa membantu wanita mencapai level baru dalam keintiman. Memahami orgasme bisa membuat wanita belajar bagaimana mendapatkan kepuasannya.

Menurut Dr. Laura, saat orgasme otak wanita dibanjiri berbagai informasi baik dari psikis dan dari syaraf-syaraf di area genitalnya. Ada jutaan syaraf di area Miss V sehingga ketika bagian itu distimulasi, akan membuat wanita sangat bergairah.

Saat stimulasi itu berhasil dilakukan, syaraf-syaraf di area Miss V akan mengirimkan pesan ke bagian otak yang mengatur kesenangan atau kebahagiaan. Bagian ini sama dengan bagian otak yang aktif ketika Anda makan makanan enak seperti cokelat.

Orgasme bukan hanya mengaktifkan area otak yang mengatur kebahagiaan, tapi juga menyebabkan Anda kehilangan kontrol pikiran sesaat. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Groningen, Belanda sudah membuktikannya. Ketika wanita dan pria mencapai orgasme, area lateral orbitofrontal cortex untuk sementara tak berfungsi. Area ini bertanggungjawab mengontrol perilaku. Sehingga tidak heran ketika seseorang begitu menikmati orgasme, rasanya bukan hanya luar biasa tapi pikiran seolah-olah seperti terbang.

Saat orgasme, otak juga dibanjiri dengan oksitosin, hormon yang membuat seseorang ingin merasakan keintiman. Hormon ini membuat Anda merasa lebih dekat dengan pasangan. Pada pria, karena tingginya jumlah hormon testosterone di otak mereka, bisa jadi efek oksitosin ini sedikit terkalahkan. Hal itu bisa menjadi penjelasan kenapa pria bisa langsung tertidur pulas setelah bercinta, sementara wanita ingin dipeluk atau merasakan keintiman dalam bentuk lain.

Tak hanya itu saja, masih berdasarkan riset Universitas Groningen, ketika merasakan orgasme, bagian otak wanita yang mengontrol ketakutan dan kecemasan yaitu area amygdala dan hippocampus, aktifitasnya menurun. Hal itu karena wanita butuh merasa aman dan rileks untuk mencapai orgasme.

Dan pastinya bukan hanya otak yang bekerja saat orgasme terjadi. Area genital atau Miss V juga memberikan respon dengan berkontraksi dan melepaskan energi seksual yang sangat kuat sehingga membuat Anda merasa seperti tak berdaya. Kontraksi otot Miss V ini biasanya menimbulkan sensasi tersendiri pada Mr. Happy pasangan.(health.detik.com)