Ini Cara ‘Seret’ Pasangan yang Malas Bercinta ke Ranjang Sekarang Juga

Karena pasangan mengeluh sibuk, capek atau malas, terkadang Anda terpaksa harus gigit jari akibat tak bisa bercinta dengannya malam ini. Padahal Anda sedang ingin intim dengan si dia dan menghabiskan banyak waktu bersamanya.

Wanita memang susah didorong untuk bercinta jika sudah beralasan macam-macam. Tapi bukan berarti mereka tak bisa ‘dipaksa’ secara halus untuk menuruti keinginan dan gairah seksual Anda. Simak lima trik untuk ‘menyeret’ pasangan yang malas bercinta untuk naik ke atas ranjang sekarang juga seperti dikutip dari mid-day, Jumat (4/1/2013) berikut ini.

1. Merajuk
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Psychological Association Journal menunjukkan bahwa merajuk lebih bisa memenangkan perhatian pasangan ketimbang jika Anda banyak tersenyum.

Para pakar mengklaim bahwa tersenyum justru membuat seorang pria terlihat tak lebih kuat, berkuasa atau maskulin bila dibandingkan dengan pria yang tampak muram atau moody.

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti meminta lebih dari 1000 orang dewasa untuk menilai tingkat daya tarik seksual pada pria dan wanita yang ada dalam ratusan foto. Ekspresi para pria dan wanita yang ada di dalam foto ini pun beragam, mulai dari bahagia (tersenyum lebar) hingga malu (menundukkan kepala dan mengalihkan pandangan). Secara khusus partisipan diminta menilai ekspresi lawan jenisnya saja.

Dari situ tim peneliti dari University of British Columbia, Kanada ini dapat menyimpulkan bahwa pria lebih cenderung tertarik pada wanita yang tampak bahagia dan banyak tersenyum, sebaliknya wanita menyukai pria yang terlihat cool atau merajuk.

2. Memasak
66 Persen wanita yang diwawancarai dalam sebuah survei yang digelar Men’s Health mengaku mereka lebih cenderung bercinta dengan pasangan setelah menikmati makanan yang dimasak oleh sang suami.

3. Menulis surat cinta
Dari sebuah survei yang digelar oleh perusahaan pembuat coklat, Lindt terhadap 2.113 orang dewasa di Inggris terungkap bahwa meski banyak wanita yang menjadi pengguna aktif jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, lebih dari separuh mengaku kecewa jika hanya menerima ucapan di wall Facebook atau tweet di hari Valentine. Mereka tetap menyukai kartu ucapan tradisional sebagai bentuk ucapan di hari kasih sayang itu.

Studi yang sama juga menemukan bahwa 78 persen wanita suka menerima surat atau puisi romantis; 62 persen suka dipuji penampilannya; dan 33 persen menghargai para pria yang mencoba membuat kontak mata dengan mereka. Pastikan saja Anda membuat kontak mata dengan wanita yang sedang bersama Anda, bukannya orang lain.

4. Membisikkan sesuatu ke kuping kanan
Setelah menggelar sebuah studi di sejumlah klab malam di seputaran Pescara, Italia, dua psikolog Daniele Marzoli dan Luca Tomassi menemukan bahwa merendahkan posisi tubuh untuk berbisik di kuping kanan seseorang dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi Anda.

“Sejumlah studi juga telah menunjukkan bahwa bagian kiri dan kanan otak masing-masing terhubung dengan emosi negatif dan positif. Jadi berbicara melewati telinga kanan akan mengirimkan kata-kata Anda ke bagian otak yang lebih banyak menyepakati atau menyetujui sesuatu,” terang peneliti. Hebatnya, hal ini sama-sama berlaku baik bagi pria maupun wanita.

5. Jangan pura-pura
Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology of Music pada 2012, wanita dilaporkan lebih cenderung menerima cinta seseorang atau bersedia mengencani seseorang jika dilatarbelakangi oleh musik romantis.

Temuan itu merupakan hasil percobaan yang dilakukan oleh tim psikolog Perancis yang sebelumnya menemukan bahwa pria rela menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli bunga ketika toko bunga itu memutar lagu romantis.

Namun ternyata efek musik romantis ini bukanlah semata faktor yang menyebabkan seseorang menjadi berperilaku romantis. Seorang pakar terapi psikologi dan perilaku, Dr. Nivesita Rawal mengungkapkan bahwa originalitas tindakan-lah yang penting bagi seorang wanita.

“Berbagai aksi yang otentik seperti mengajak makan malam atau memberi bunga pada pasangan akan cenderung membuat wanita menjadi romantis, apalagi jika dia berpikir hal ini didasari niat yang tulus. Jika sebaliknya maka jangan harap kencan Anda berjalan lancar,” pungkasnya. (vit/vit detik.com)

Ini Sebabnya Saat Stres Pasangan Jadi Malas Bercinta

Ada berbagai hal dalam kehidupan yang bisa membuat seseorang mengalami stres. Mulai dari masalah kehilangan pekerjaan, keuangan, kehilangan anggota keluarga, keretakan dalam pernikahan dan tantangan hidup lainnya semua bisa membuat seseorang kehilangan gairah bercinta.

Dr. D, Ashley Hill dari Department of Obstetrics and Gynecology, Florida Hospital Family Practice Residency, Orlando, mengatakan tentu sulit untuk merasa bergairah, saat Anda merasa khawatir soal bagaimana harus membayar tagihan atau mengatasi masalah keluarga lainnya. Gairah seks yang hilang saat ada permasalahan hidup ini umum dialami pasangan.

Pria dan wanita punya respon yang berbeda saat harus bercinta dalam kondisi stres. Wanita biasanya kehilangan libidonya saat mereka stres. Tapi pria malah menggunakan seks untuk menyembuhkan stres yang dialami.

Saat seseorang mengalami stres, level hormon testosteronenya menurun. Orang yang kehilangan gairah seksnya karena stres biasanya akan mencari pelampiasan pada alkohol, merokok, makan atau hal-hal lainnya yang berefek buruk pada kesehatan. Semua itu pada akhirnya malah membuat kondisi orang tersebut semakin buruk.

Bagi Anda yang tengah stres, seperti dikutip dari live strong, disarankan untuk berolahraga atau mempelajari teknik relaksasi seperti yoga. Orang yang stres sebaiknya juga tidur cukup dan makan makanan sehat agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.

Saat stres, sebaiknya Anda juga jangan menghindari seks. Keintiman dengan pasangan justru bisa mengurangi stres tersebut. Penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine, Oktober 2008 membuktikan, bercinta bisa menurunkan tingkat stres karena masalah di kantor. Dalam penelitian itu, peneliti mengambil air liur dan merekam mood serta aktivitas 51 responden yang merupakan pasangan bekerja. Penelitian terhadap mereka dilakukan beberapa kali dalam sehari selama enam minggu.

Hasil penelitian menunjukkan, semakin intim pasangan, semakin rendah juga kadar kortisol, hormon yang menyebabkan orang stres. Pasangan yang memiliki hubungan positif dengan kehidupan seks sehat juga bisa menghadapi stres lebih baik.

PT. ABE yang mempunyai visi untuk menjaga keharmonisan pasangan mempunyai produk untuk meningkatkan gairah wanita yaitu ladyfem dan gairah pria yaitu Gasa. Tidak ada salahnya mencoba produk ini karena Aman sudah ada ijin dari BPOM dan rekomendasi Boyke Dian Nugraha.

Lelah untuk Bercinta? Tingkatkan Energi Seksual dengan Cara Ini

Ada kalanya pasangan merasa terlalu lelah untuk bercinta. Tentu hal ini sah-sah saja sebab masing-masing pasangan memiliki aktivitas dan kesibukan masing-masing. Tapi jika sudah kerap terjadi dan mengganggu hal-hal kecil lainnya, nampaknya ada yang luput dari perhatian.

“Seks itu membutuhkan energi yang luar biasa. Energi ini berhubungan dengan awareness lingkungan dan orang-orang yang dekat dengan kita, termasuk tempat tidur. Misalnya ada orang yang ingin membangun suasana romantis dengan lilin-lilin kecil,” kata psikolog seksual, Zoya Amirin dalam acara talkshow ‘Sex and Social Cohesiveness’ di Woodland Park Kalibata, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Lebih lanjut lagi, Zoya menjelaskan bahwa cara kita berinteraksi dan memperlakukan benda-benda di sekeliling akan mempengaruhi kebahagiaan. Semakin individual seseorang, maka ia akan semakin kurang bahagia, termasuk kebahagiaan seksualnya.

Menurut Zoya, orang-orang yang sejahtera adalah orang yang nyaman dengan lingkungannya. Apabila seseorang sudah merasa tidak nyaman, maka ketertarikannya untuk membina hubungan akan sangat rendah.

Sebuah penelitian yang dilakukan psikolog bernama Sachs di tahun 1995 menegaskan bahwa energi bersifat kontagius atau menular. Energi yang ada di sekitar kita akan mempengaruhi perilaku. Sering berinteraksi dengan orang-orang yang negatif akan membuat energi seseorang juga negatif.

“Kehidupan seks yang sehat berasal dari energi yang dikumpulkan sebelum naik ke ranjang. Bisa dari interaksi sosial atau lingkungan di sekitar, baik udara atau oksigen. Jika tinggal di lingkungan yang sumpek, maka seseroang akan sulit memiliki energi yang besar,” terang Zoya.

Maka dari itu, menciptakan suasana yang nyaman dan berinteraksi dengan orang-orang yang bisa memberikan semangat akan meningkatkan energi. Berinteraksi dengan orang-orang terdekat seperti sahabat dan keluarga biasanya mampu memberikan dorongan tenaga yang berlimpah.

Untuk pasangan, energi yang digunakan untuk bercinta dapat ditingkatkan dengan menata ulang tempat tidur serta menambahkan dekorasi untuk membuat suasana menjadi lebih nyaman.

Bisa dengan menempatkan tanaman di sudut kamar dan membuang benda-benda yang dapat mengganggu suasana romantis, seperti televisi dan gadget. Menempatkan televisi dan gadget ke dalam kamar akan membuat pasangan tidak berfokus membina percakapan yang dibutuhkan untuk menciptakan suasana romantis.

“Kalau kita tidak bisa mengatur lingkungan kerja dan tempat tidur, pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dan sebaliknya,” pungkas Zoya.(detik.com)

Ini Penyebab Pasangan Malas Bercinta

Ini Penyebab Pasangan Malas Bercinta

Alasan Malas Bercinta(detik.com) Seharusnya menikah dan tinggal serumah membuat pasangan semakin bahagia. Setidaknya, mereka bisa bercinta setiap saat tanpa harus mengkhawatirkan pendapat orang lain. Tapi nyatanya, banyak pasangan yang pada akhirnya kecewa dengan keputusannya ini.

Sebuah penelitian yang dilaporkan The Journal of Sex & Marriage Therapy mengamati kehidupan seks dari 3.240 orang pria dan 3.304 orang wanita yang sudah menikah dan tinggal serumah dengan pasangannya. Ternyata sebagian besar peserta tidak begitu puas dengan kehidupan seksualnya.

Sekitar 54 persen pria dan dan 42 persen wanita mengaku tidak puas dengan frekuensi seks dalam hubungannya. Pria berusia 35-44 tahun yang telah menikah selama 6 tahun atau lebih adalah yang paling besar kemungkinannya merasa tidak bahagia akan kehidupan seksualnya.

“Mayoritas orang dalam penelitian berharap lebih banyak berhubungan seks daripada yang mereka dapatkan saat ini. Apa yang kita lihat adalah ada kesenjangan antara frekuensi hubungan seks yang ideal dengan apa yang berhasil dicapai dalam hubungan,” kata Anthony Smith, profesor kesehatan masyarakat di La Trobe University di Melbourne seperti dilansir Sydney Morning Herald, Sabtu (8/12/2012).

Dr Smith menduga kebanyakan pasangan tidak memiliki cukup waktu untuk berhubungan seks. Sebagian besar orang akan menyalahkan wanita karena memiliki dorongan seks yang lebih rendah. Namun ternyata, tidak semua masalah ranjang ini dapat disalahkan kepada pihak wanita.

Penulis buku ‘He’s Just Not Up For It Anymore‘ bernama Bob Berkowitz dan Susan Yager-Berkowitz mensurvei lebih dari 4000 orang. Hasilnya ternyata justru kebanyakan pihak pria lah yang lebih dahulu memilih berhenti bercinta dengan pasangan. Bahkan mereka menemukan bahwa para wanita mengeluh kenapa suaminya tak lagi bergairah seperti dulu.

Penyebabnya belum tentu karena ada pihak ketiga. Para ahli menyarankan pasangan untuk membicarakan masalah seks ini, kalau perlu membuat jadwal dan meletakkan seks sebagai prioritas dalam hubungannya. Hasil wawancara Berkowitz menemukan ada beberapa alasan pasangan jarang melakukan seks, yaitu:

1. Pasangan terlihat tidak menikmati seks
2. Pasangan sedang marah
3. Pasangan lebih tertarik untuk bercinta dengan orang lain.
4. Kebosanan
5. Tertekan atau stres
6. Pasangan bertambah gemuk
7. Pasangan tak lagi dianggap menarik secara fisik
8. Gangguan disfungsi ereksi

Untuk membantu pasangan yang mengalami masalah-masalah diatas PT. ABE dengan misi  untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mempunyai produk yang resmi dan aman karena telah memiliki ijin dari BPOM dan juga rekomendasi Boyke Dian Nugraha. Produk keharmonisan dari PT. ABE yaitu Foredi Gel, Gasa, TDM dan Ladyfem. Order sekarang juga untuk keharmonisan rumah tangga Anda.