Tidak Hanya Seks, Ini 6 Hal yang Diinginkan Wanita di Malam Pertama

Pasangan Mesra
Dok. Thinkstock

Setelah berjam-jam menjalani prosesi akad nikah dan menyalami ratusan tamu, saatnya menikmati waktu berduaan saja dengan suami di malam pertama. Namun bagi wanita, malam pertama tidak hanya dihabiskan dengan berhubungan intim saja. Mereka juga menginginkan keintiman dan keterikatan emosional dengan pria yang baru saja resmi menjadi suaminya itu. Ini dia enam hal yang diinginkan wanita saat malam pertama, seperti dikutip dari iDiva.
Continue reading →

Sst! Ini Hal-hal yang Mungkin Terjadi Saat Bercinta di Malam Pertama

Pasangan Mesra
Dok. Thinkstock

Saat pertama kali bercinta, seringkali kesenangan yang dibayangkan suami istri tidak berjalan mulus. Bahkan sebagian wanita justru merasa ketakutan melaluinya. Apa saja hal yang mungkin terjadi saat bercinta di malam pertama?

Semua pasangan suami istri ingin kali pertama mereka bercinta tampak sempurna, tidak ada yang salah dengan itu. Namun harus diketahui mungkin terjadi beberapa hal yang tidak dibayangkan sebelumnya. Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi saat bercinta di malam pertama, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (15/5/2013):

1. Suami gagal ereksi
Pria sering ingin berhubungan untuk bertahan lebih lama, namun kadang ia mencapai orgasme lebih awal yang mungkin disebabkan oleh terlalu gembira dan terburu-buru. Beberapa pria bahkan gagal mencapai ereksi dan kepercayaan dirinya akan menurun. Hal ini dapat diatasi dengan menambah waktu untuk foreplay.

Umumnya masalah gagal ereksi ini terjadi bukan karena pria memiliki masalah dengan penisnya, namun ia hanya terlalu gugup sehingga akhirnya kesulitan mengontrol dirinya sendiri.

2. Terasa nyeri bagi wanita 
Bagi sebagian besar wanita, pertama kali bercinta akan menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri ini biasanya semakin buruk karena wanita pun merasa gugup, seperti halnya pria. Gara-gara gugup, sedikit sentuhan saja kadang membuat nyeri. Di sinilah peran penting suami untuk mengambil peran.

Pastikan istri merasa nyaman dengan Anda. Waktu foreplay yang cukup merupakan suatu keharusan agar vagina cukup terlumasi sebelum dilakukannya penetrasi. Kuncinya adalah melakukannya dengan perlahan-lahan.

3. Tidak selalu ‘berdarah’
Seorang wanita tidak harus berdarah saat pertama kali bercinta, sebab berdarah terjadi ketika selaput dara rusak. Seperti diketahui, selaput dara tidak hanya dapat rusak melalui bercinta, latihan yang ketat seperti bersepeda pun dapat membuat selaput dara menjadi rusak.

Dalam beberapa kasus bahkan wanita mungkin tidak memiliki selaput dara sejak lahir. Selain itu, selaput dara juga bisa rusak ketika wanita masturbasi.

4. Kontrasepsi bisa gagal
Jika memang pasangan suami istri belum ingin memiliki anak dalam waktu dekat, mereka biasanya akan menggunakan kontrasepsi meskipun sudah menikah. Namun, salah bergerak bisa menggagalkannya.

Istri dapat mengunjungi dokter kandungan paling tidak 1 bulan sebelum pernikahan. Dokter akan memberikan kontrasepsi oral. Kontrasepsi ini cukup aman digunakan pasangan suami istri selama bulan madu. Atau suami istri dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan dan memilih metode kontrasepsi lain yang cocok bagi mereka.

5. Terdapat ‘cairan’ di tempat tidur
Saat bercinta, baik suami maupun istri akan mengeluarkan cairan dari masing-masing organ intimnya. Ketika cairan tubuh tersebut keluar dan tidak dalam posisi yang benar, hal ini bisa menimbulkan sebagian cairan ‘berceceran’ di tempat tidur.

Namun ini wajar terjadi bagi pasangan yang baru pertama kali bercinta. Jadi jangan terlalu khawatir, siapkan saja beberapa lembar tisu di sekitar tempat tidur jika diperlukan. (detik.com)

Apa yang Terjadi Saat Pertama Kali Bercinta?

Setelah menikah, pasangan pengantin baru akan dihadapkan pada ritual berhubungan seksual, tak lain dan tak bukan demi keharmonisan dan upaya untuk memperoleh keturunan.

Tapi karena belum pernah berhubungan seksual sebelumnya, tak masalah jika pasangan tak langsung bisa melakukannya dengan benar dan lancar. Bahkan faktanya, banyak pasangan yang mengaku takut atau khawatir karenanya.

Untuk itu, Dr Mahinder Watsa akan memaparkan sejumlah fakta tentang apa yang terjadi pada pasangan yang pertama kali melakukan aktivitas intim ini seperti halnya dikutip dari timesofindia, Rabu (12/9/2012) berikut ini.

1. Wajar kalau pasangan gagal atau melakukan banyak kesalahan
Setiap pasangan tentu ingin seks pertamanya terasa sempurna. Tak ada yang salah dengan hal itu tapi semua orang harus tahu bahwa segala hal yang baru dilakukan pertama kali itu tak selalu sempurna, pasti ada saja kesalahan yang muncul.

Para pria seringkali bercita-cita seksnya bisa tahan lama, hanya saja jika mereka mencapai orgasme lebih cepat (mungkin karena terlalu senang) sebenarnya itu tak jadi masalah. Bahkan sejumlah pria lain gagal melakukan ereksi dan seketika itu juga mereka merasa kecewa lalu mengecap diri mereka sendiri ‘tak cukup lihai’ dalam bercinta. Tapi jika Anda keburu berpikir seperti itu maka justru itulah kesalahan terbesar Anda.

Kalaupun tak bisa ereksi, Anda cukup mengakhiri sesi bercinta dengan foreplay ringan. Percayalah jika segala sesuatunya tak berjalan sesuai rencana maka akan selalu ada kesempatan kedua. Sama halnya ketika seorang pria tak bisa ereksi sepanjang melakukan masturbasi dan nyatanya hal itu dianggap normal-normal saja.

2. Seks pertama kali pasti menyakitkan tapi jangan menyerah begitu saja
Bagi wanita, ketika pertama kali melakukan seks rasanya pasti sangat menyakitkan tapi pada dasarnya sebagian besar nyeri yang dirasakan wanita saat pertama kali bercinta itu rasanya tak lebih dari seperti nyeri akibat jari yang tertusuk jarum atau duri.

Yang perlu digarisbawahi adalah perasaan takut akan nyeri ini harus diupayakan agar tak membuat semua wanita merasa ketakutan tiap kali diajak berhubungan oleh pasangannya. Jika hal ini terjadi, bisa jadi si wanita akan gemetaran meski hanya disentuh sedikit saja oleh pasangannya.

Kalau sudah begini, para pria tak boleh tinggal diam. Pertama, pastikan si dia merasa nyaman dengan Anda. Foreplay ringan merupakan sesuatu yang harus Anda lakukan agar vaginanya terlubrikasi. Mulailah dengan memasukkan jari Anda ke vagina untuk memecahkan selaput daranya lalu lanjutkan dengan penetrasi. Yang penting kuncinya adalah lakukan secara perlahan-lahan.

3. Pendarahan? Bisa iya, bisa tidak
Seorang wanita yang harus mengalami pendarahan saat pertama kali berhubungan seksual itu hanyalah rumor. Faktanya, pendarahan hanya terjadi ketika selaput dara pecah. Tapi yang perlu dipahami adalah selaput dara yang dianggap sebagai tanda keperawanan itu bisa saja pecah karena faktor lain.

Diantaranya latihan fisik dengan intensitas tinggi seperti bersepeda. Pada kasus lain, hal ini juga bisa disebabkan oleh cacat bawaan sejak lahir. Bahkan selaput dara juga bisa pecah saat si wanita melakukan masturbasi.

Jika Anda ragu apakah pasangan masih perawan atau tidak hanya karena si dia tak mengalami pendarahan saat pertama kali bercinta dengan Anda, selesaikan masalah itu di luar ranjang. Pastikan ketika berada di atas ranjang, Anda dan pasangan sudah memahami dan mempercayai satu sama lain.

4. Kontrasepsi itu tak selalu berhasil
Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat pada kehamilan yang tak diinginkan, apalagi jika Anda mengandalkan metode menarik penis sebelum ejakulasi (withdrawal method) atau bercinta diantara masa subur pasangan.

Akan lebih baik lagi jika pasangan menemui dokter spesialis ginekologi sebulan sebelum menikah agar si dokter dapat memberikan kontrasepsi oral yang cukup aman dikonsumsi oleh pasangan, terutama selama berbulan madu. Setelah itu, pasangan dapat berkonsultasi lagi dengan dokter untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat dan pas untuk berdua.

5. Seks itu bisa bikin berantakan
Saat cairan tubuh pasangan saling bertukar dalam ritual bercinta, jangan kaget jika nantinya ranjang Anda berantakan. Jangan khawatirkan banyaknya noda yang berceceran di ranjang. Nikmati saja proses itu dan tak lupa untuk selalu menyediakan seprai ekstra.

Sumber : detik.com