Ini Tanda-tandanya Kehidupan Seksual Anda Perlu di-Make Over

Ini Tanda-tandanya Kehidupan Seksual Anda Perlu di-Make Over

Pasangan Harmonis
Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jangan mengabaikan masalah-masalah kecil yang sering Anda temui dalam kehidupan seksual sehari-hari. Beberapa hal mungkin dapat merusak keharmonisan rumah tangga, sehingga Anda perlu mengenali tanda-tandanya dan segera melakukan make over terhadap kehidupan seksual.

Seperti dilansir Only My Health, Minggu (17/3/2013) berikut ini tanda-tanda yang menunjukkan bahwa perlu dilakukan perubahan dalam kehidupan seksual Anda, antara lain:

1. Lebih memilih untuk tidur
Wajar jika seseorang lebih memilih tidur daripada berhubungan seks, ketika badannya terasa begitu lelah. Tetapi jika tidur telah dijadikan alasan untuk menghindari seks, itu tandanya ada suatu hal yang tidak beres dengan kehidupan seksualnya.

Banyak orang sering mengeluh bahwa pasangannya terlalu lelah dan tertidur, hal ini menunjukkan bahwa kehidupan seksualnya harus sedikit dirubah agar kembali harmonis.

2. Pasangan berpura-pura mengalami orgasme
Beberapa orang kadang berpikir bahwa dirinya dapat menyenangkan pasangan jika berhasil mencapai orgasme, sehingga tidak jarang dari mereka berpura-pura orgasme untuk mendapatkan tujuan tersebut. Padahal, jika pasangan menyadari kepalsuan orgasme, dirinya justru akan kehilangan minatnya untuk berhubungan seks kembali.

3. Seks adalah rutinitas
Di awal pernikahan, hubungan seks akan terasa sangat menyenangkan hingga membuat pasangan pengantin baru menjadikannya sebagai rutinitas. Tetapi seiring bertambahnya usia dan lamanya pernikahan, anggapan bahwa seks merupakan rutinitas mungkin tanda-tanda memburuknya kehidupan seksual Anda.

Jika seks dianggap sebagai rutinitas, berarti Anda dan pasangan terikat oleh kewajiban yang harus dilakukan. Sayangnya, hubungan seks yang dilakukan semata-mata karena rasa terpaksa oleh kewajiban, selalu berakhir dengan tidak baik.

4. Seks yang tidak diawali foreplay
Seks bukan hanya tentang hubungan seksual saja, tetapi meliputi proses membangun keintiman, seperti foreplay atau berpelukan mesra setelah bercinta. Foreplay sangatlah penting dalam seks, karena rangsangan yang diberikan baik itu berupa sentuhan ataupun lisan membuat pasangan merasa dihargai.

Jika hubungan seks tidak lagi diawali dengan foreplay dan langsung penetrasi, hal ini mungkin menandakan bahwa perlu dilakukan make over terhadap kehidupan seksual Anda.

5. Seks mulai terasa membosankan
Ketika sentuhan yang biasa Anda berikan pada pasangan tidak lagi membuatnya terangsang, hal ini mungkin disebabkan karena pasangan mulai bosan dengan gaya bercinta yang selalu sama. Hal ini dapat membuat pasangan tidak lagi bersemangat untuk seks.

Cobalah untuk melakukan sesuatu yang baru untuk mengejutkan pasangan dan membuat pengalaman seks kali ini terasa berbeda dari biasanya.

6. Tidak lagi ada percakapan ketika bercinta
Berbincang-bincang romantis di tempat tidur juga dapat menghangatkan suasana kehidupan seksual seseorang. Apabila kedua pasangan hanya sibuk dengan keintiman dan tidak bercakap-cakap sama sekali, itu tandanya harus ada perubahan dalam kehidupan seksual Anda.

Seseorang akan merasa lebih dihargai dan disayangi melalui pembicaraan dengan kata-kata yang manis dan perhatian di tempat tidur. (detik.com)

Kalau Anda ada masalah dengan keharmonisan rumah tangga tidak ada salahnya mencoba produk-produk dari PT. ABE yang pasti aman karena semua sudah ada ijin dari BPOM dan juga rekomendasi pakar kesehatan reproduksi Boyke Dian Nugraha.

Kehidupan Seksual akan Padam Karena Perilaku Ini

Perilaku yang Anda anggap wajar dilakukan mungkin tanpa sadar telah merusak hubungan seksual Anda bersama pasangan. Bahkan jika dilakukan terus menerus dapat membunuh gairah seksual pasangan dan mematikan kehidupan seksual Anda.

Seperti dilansir msn, Senin (10/9/12), berikut 6 perilaku yang dapat mematikan kehidupan seksual Anda bersama pasangan:

1. Membicarakan kehidupan seks di masa lalu

Seseorang yang pernah mengalami gagalnya pernikahan dan kini memulai kehidupan pernikahan yang baru, jangan membicarakan kehidupan seks di masa lalu. Pasangan Anda mungkin akan tersinggung dan merasa dibanding-bandingkan.

Hal ini dapat menjadi masalah besar dan mematikan kehidupan seksual dalam rumah tangga. Sehingga, Anda perlu berhati-hati dalam menjaga perasaan pasangan dengan menghindari pembicaraan yang mengarah ke kehidupan di masa lalu.

2. Melakukan teknik yang sama dan berulang-ulang di ranjang

Ketika seseorang telah terpuaskan dengan foreplay, teknik rangsangan dan gaya bercinta tertentu, dirinya cenderung mengulangi teknik yang sama setiap kali berhubungan seks. Padahal, apa yang menurut Anda nyaman dan dapat menempatkan pada titik klimaks, belum tentu berlaku juga pada pasangan.

Hal ini akan membuat pasangan bosan dengan seks dan merasa kehilangan kenikmatan ketika bercinta. Sehingga, Anda perlu memastikan bahwa segala sesuatu yang baik untuk Anda dapat pula bekerja untuk pasangan.

3. Berbicara dengan cara yang kotor ketika berhubungan seks

Wanita menyukai percakapan yang sedikit kotor ketika sedang berhubungan seks, tetapi Anda juga harus mengetahui perbedaan berbicara kotor dan berbicara dengan cara yang kotor. Kata-kata yang terlalu kotor dapat membuat wanita merasa risih dan mungkin akan menolak ajakan seks di lain waktu.

4. Melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang dapat merusak seks

Waspadalah terhadap beberapa fungsi tubuh yang seharusnya tidak Anda lakukan ketika seks sedang berlangsung, misalnya seperti bersendawa atau hal lain yang lebih buruk. Hal ini berlaku dari waktu ke waktu, dan tidak hanya di awal hubungan pernikahan saja.

Banyak pria mungkin berpikir hal tersebut lucu dan tidak akan mengganggu kehidupan seksualnya. Beberapa wanita mungkin akan tertawa pada awalnya, tetapi jika Anda terus melakukannya, wanita akan merasa tidak mendapat perlakuan yang istimewa ketika sedang menikmati waktu berdua di kamar tidur.

5. Tertidur setelah seks

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah mencapai klimaks dalam bercinta, kebanyakan pria akan merasa mengantuk karena pelepasan bahan kimia otak tertentu. Tetapi menguap dan tertidur setelah bercinta mungkin dapat membuat pasangan merasa diacuhkan atau tidak dihargai.

Oleh karena itu, Anda perlu menemukan energi kembali untuk memberikan pelukan dan pujian-pujian tertentu kepada pasangan setelah seks berakhir sebelum Anda dapat tertidur kembali.

6. Terlalu cepat mengakhiri seks tanpa memberikan kode kepada pasangan

Kehidupan seks dalam rumah tangga lama-kelamaan akan padam dengan sendirinya jika Anda hanya mementingkan kebutuhan diri sendiri tanpa memperdulikan kebutuhan pasangan.

Pria mungkin mengetahui berapa lama lagi dirinya akan mencapai titik klimaks ketika sedang bercinta, tetapi jangan terlalu cepat mengakhirinya tanpa memberikan kode-kode tertentu pada pasangan. Ketika Anda merasa cukup dan mengakhiri seks begitu saja, mungkin wanita sedang mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu.

Akibatnya, wanita akan mengalami sedikit kekecewaan yang dapat berakibat terhadap kelangsungan kehidupan seksual Anda. Anda mungkin perlu belajar mengontrol diri dan mengamati apa yang terjadi pada pasangan, sehingga dapat dijadikan panduan seberapa lama lagi Anda perlu bertahan (detik.com).

PT. ABE merupakan perusahan yang mempunyai visi menciptakan keluarga yang sehat, sejahtra dan harmonis, mempunyai produk pasutri yang membantu pasangan suami istri dalam menciptakan keharmonisan keluarga. Produk pasutri PT. ABE yaitu Foredi Gel, Gasa, TDM dan LadyFem merupakan produk dengan 100% herbal dan terdaftar secara resmi di BPOM dan rekomendasi pakar kesehatan reproduksi Boyke Dian Nugraha sehingga Anda tidak perlu ragu lagi akan kualitas dan keamannya. Order sekarang untuk keharmonisan keluarga Anda.