Ini Teknik Bercinta yang Bisa Membantu Suami Atasi Ejakulasi Dini

Ini Teknik Bercinta yang Bisa Membantu Suami Atasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi Dini
Dok. Thinkstock

Banyak pria yang mengeluhkan mengalami ejakulasi dini saat bercinta. Apakah suami Anda termasuk? Bantu dia mengatasinya dengan teknik bercinta yang mudah dilakukan ini.

Seperti dikutip dari askdanandjennifer, Jack Grave penulis ‘Ejaculation Guru’ membeberkan teknik yang diklaimnya 95% efektif mengatasi ejakulasi dini. Sebelum menjelaskan apa teknik tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui dulu.

Coba pikirkan apa yang terjadi pada otot saat bercinta sebelum orgasme. Otot menjadi tegang bukan? Secara umum, pria menyadari kalau otot kaki dan bokonglah yang paling tegang. Hal itu karena orgasme terjadi bukan secara tiba-tiba. Ada proses di dalam tubuh yang membuat hal itu terjadi. Proses natural yang terjadi untuk terjadinya orgasme adalah tubuh menegang dan kemudian melepaskan ketegangan itu dengan orgasme.

Bagaimana kalau tidak ada otot yang tegang? Tentu orgasme akan lebih lama terjadi. Hal itu karena ‘bahan bakar’ yang dibutuhkan tubuh untuk terjadinya orgasme tidak ada.

Dijelaskan Grave, ketika hal di atas terjadi artinya para pria harus mengontrol ketegangan di otot tersebut selama bercinta agar bisa bertahan lebih lama dan tak lagi ejakulasi dini.

Untuk mengontrol ketegangan tersebut teknik paling tepat adalah pernapasan. Menurut Grave, 99% yang pria lakukan saat bercinta adalah bernapas pendek terlalu cepat. Hal itu terjadi tanpa disadari. Pernapasan memang hal terakhir yang ada di pikiran saat bercinta.

Sayangnya pernapasan pendek yang cepat inilah yang bisa menyebabkan otot lebih cepat tegang. Ketika pria bernapas dengan cepat dan tubuh menegang, dia akan ejakulasi lebih cepat.

Jadi yang harus dilakukan adalah dengan bernapas lebih perlahan dan berat. Persis seperti yang dilakukan orang ketika melakukan olahraga yoga atau tai-chi. Kedua olahraga tersebut memang sangat mempengaruhi bagaimana tubuh beraksi.

Dengan bernapas lebih perlahan dan berat, otot akan lebih rileks. Otot yang rileks pun akan menurunkan seluruh ketegangan sehingga Anda bisa melakukan penetrasi lebih lama dan tak terlalu cepat ejakulais.

Tentunya perlu latihan untuk menguasai teknik pernapasan ini. Jika memang ingin suami tak lagi ejakulasi dini, tak ada salahnya untuk mencoba bersama.(detik.com eny/hst)

PT. ABE memiliki produk yang aman untuk mengatasi masalah ejakulasi dini pertama di indonesia sekaligus sebagai antiseptik. Ijin BPOM dan rekomendasi Boyke Dian Nugraha. Foredi Gel adalah herbal berbentuk gel untuk mengatasi masalah ejakulasi dini.

Pria Sering Masturbasi Bisa Ejakulasi Dini, Mitos atau Fakta?

Ada banyak mitos seks, khususnya mengenai ejakulasi dini. Salah satunya adalah pria yang sering masturbasi pasti akan mengalami masalah ejakulasi dini saat bercinta dengan pasangannya. Apakah hal itu mitos atau fakta?

Terapis seks Ian Kerner mencoba meluruskan empat mitos ejakulasi dini yang selama ini banyak didengar orang, bisa jadi termasuk Anda. Penulis buku She Comes First itu sudah sering menangani berbagai kasus ejakulasi dini. Ini empat mitos yang dipaparkan Ian pada Ask Men:

Mitos 1: Ejakulasi Dini Berkurang Seiring Pertambahan Usia
Sebagian besar pria yang menderita ejakulasi dini, dalam kondisi kronis. Para pria ini tidak tahu bagaimana keluar dari masalah tersebut dan saat usia makin bertambah ejakulasi dini pun tak menjadi lebih baik. Malah menurut Ian, ejakulasi dini bisa semakin buruk seiring pertambahan usia seorang pria. Sudah menjadi hal yang umum kalau pria paruh baya menderita ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.

Mitos 2: Sering Masturbasi = Risiko Ejakulasi Dini Makin Besar
Menurut Ian, kebiasaan masturbasi yang sering tidak ada hubungannya dengan ejakulasi dini. Memang mitos yang selama ini beredar, pria yang masturbasi terlalu cepat, melatih tubuhnya untuk ejakulasi dengan mudah. Namun penelitian membuktikan pria dengan ejakulasi dini memiliki kebiasaan masturbasi yang tidak jauh berbeda ketimbang pria yang tak punya masalah ejakulasi. Kesensitifan penis kedua pria tersebut pun sama.

Mitos 3: Teknik Stop & Start
Ian selama ini banyak mendengar kalau teknik stop dan start bisa menyembuhkan penderita ejakulasi dini. Teknik stop dan start yang dimaksud adalah berhenti bercinta sejenak ketika akan ejakulasi dan mulai kembali saat keinginan itu sudah hilang. Teknik itu menurutnya sangat tidak efektif, apalagi jika tujuan bercinta bukan hanya untuk memuaskan pria saja, tapi juga wanitanya.

Untuk mendapatkan orgasme, wanita perlu relaks, keluar sejenak dari dunia nyata dan melepaskan klimaksnya. Penelitian pun menunjukkan, saat bercinta, bagian otak wanita yang berhubungan dengan stres dan kecemasan harus berada dalam kondisi tidak aktif. Lalu apa hubungannya dengan teknik stop dan start? Coba pikikan, bagaimana wanita bisa relaks jika pasangannya mengucapkan kata stop setiap 15 menit sekali saat bercinta. Tentu saja orgasme tidak akan pernah didapat jika hal ini terjadi.

Mitos 4: Ejakulasi Dini Bisa Disembuhkan
Menurut Ian, ejakulasi dini bukan bisa disembuhkan tapi diatasi. Pria dengan ejakulasi dini punya senyawa di otak yang membuat mereka memiliki masalah tersebut. Sehingga ejakulasi dini pun dianggap sebagai kondisi genetis. Untuk mengatasi ejakulasi dini, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter. Dengan obat tersebut pria bisa bertahan lebih lama saat bercinta.

PT. ABE mempunyai produk yang sangat aman dan telah direkomendasi Boyke dian Nugraha yaitu Foredi Gel. Herbal dahsyat ini terbukti telah banyak menolong pasangan suami istri makin harmonis.

Untuk order bisa menghubungi agen foredi Oka : 0818986657. Pastikan foredi selalu siap di saku anda.

Teknik Ini 95% Efektif Atasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini tentunya bisa merusak kehidupan seks Anda dan suami. Tapi tak perlu resah, sebenarnya ada teknik yang cukup efektif bisa mengatasi masalah tersebut. Teknik apa?

Seperti dikutip dari askdanandjennifer, Jack Grave penulis ‘Ejaculation Guru’ membeberkan teknik yang diklaimnya 95% efektif mengatasi ejakulasi dini. Sebelum menjelaskan apa teknik tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui dulu.

Coba pikirkan apa yang terjadi pada otot saat bercinta sebelum orgasme. Otot menjadi tegang bukan? Secara umum, pria menyadari kalau otot kaki dan bokonglah yang paling tegang. Hal itu karena orgasme terjadi bukan secara tiba-tiba. Ada proses di dalam tubuh yang membuat hal itu terjadi. Proses natural yang terjadi untuk terjadinya orgasme adalah tubuh menegang dan kemudian melepaskan ketegangan itu dengan orgasme.

Bagaimana kalau tidak ada otot yang tegang? Tentu orgasme akan lebih lama terjadi. Hal itu karena ‘bahan bakar’ yang dibutuhkan tubuh untuk terjadinya orgasme tidak ada.

Dijelaskan Grave, ketika hal di atas terjadi artinya para pria harus mengontrol ketegangan di otot tersebut selama bercinta agar bisa bertahan lebih lama dan tak lagi ejakulasi dini.

Untuk mengontrol ketegangan tersebut teknik paling tepat adalah pernapasan. Menurut Grave, 99% yang pria lakukan saat bercinta adalah bernapas pendek terlalu cepat. Hal itu terjadi tanpa disadari. Pernapasan memang hal terakhir yang ada di pikiran saat bercinta.

Sayangnya pernapasan pendek yang cepat inilah yang bisa menyebabkan otot lebih cepat tegang. Ketika pria bernapas dengan cepat dan tubuh menegang, dia akan ejakulasi lebih cepat.

Jadi yang harus dilakukan adalah dengan bernapas lebih perlahan dan berat. Persis seperti yang dilakukan orang ketika melakukan olahraga yoga atau tai-chi. Kedua olahraga tersebut memang sangat mempengaruhi bagaimana tubuh beraksi.

Dengan bernapas lebih perlahan dan berat, otot akan lebih rileks. Otot yang rileks pun akan menurunkan seluruh ketegangan sehingga Anda bisa melakukan penetrasi lebih lama dan tak terlalu cepat ejakulais.

Tentunya perlu latihan untuk menguasai teknik pernapasan ini. Jika memang ingin suami tak lagi ejakulasi dini, tak ada salahnya untuk mencoba bersama.

sumber : detik.com

ABE mempunyai produk herbal yang aman, teregister di BPOM dan rekomendasi dari pakar kesehatan reproduksi Boyke Dian Nugraha.