Seks Rutin Demi Penuhi ‘Kebutuhan’ Si Dia, Kunci Langgengnya Hubungan

kehidupan SeksBertahun-tahun menikah, rasa bosan pasti akan melanda pasangan. Namun kondisi ini dapat disiasati dengan komunikasi dan kolaborasi keduanya untuk mengatasi kebosanan yang ada. Sebuah studi baru pun mengungkap salah satu kuncinya adalah motivasi dari masing-masing pasangan untuk memenuhi kebutuhan seksual satu sama lain.

Tim peneliti dari University of Toronto mengemukakan kunci mempertahankan gairah dan hasrat seksual pada hubungan yang telah berlangsung lama itu cukup sederhana, yaitu pasangan berkenan melakukan aktivitas seksual karena mereka tahu ini penting bagi pasangan, termasuk demi kesehatan hubungan mereka.

Peneliti melakukan ‘studi pengalaman harian’ (daily experience study) terhadap 44 pasangan yang tinggal bersama selama 21 hari ditambah dengan follow-up selama empat bulan. Studi pengalaman harian yang diberlakukan peneliti diawali dengan melakukan survei online, diikuti dengan pengerjaan kuesioner selama 10 menit yang dilakukan responden setiap hari selama 21 hari.

Usia responden studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological And Personality Science ini bervariasi antara 23-60 tahun dan durasi hubungan responden berlangsung antara 3-39 tahun. 82 responden merupakan kulit putih, 68 persen menikah dan 48 persen telah mempunyai anak dari hubungan tersebut.

Seperti dilansir Huffingtonpost, Rabu (24/4/2013), dari hasil survei online teridentifikasi bahwa sejumlah individu yang sanggup bertahan dalam hubungan jangka panjang memiliki motivasi yang kuat untuk merespons kebutuhan pasangan tanpa mengharapkan balasan apapun, khususnya motivasi untuk merespons kebutuhan seksual pasangan.

Selain itu diketahui rata-rata responden bercinta sebanyak satu kali dalam seminggu selama 21 hari. Namun responden dengan motivasi yang lebih kuat untuk merespons kebutuhan pasangan dilaporkan memiliki hasrat seksual harian yang lebih tinggi, bahkan mampu mempertahankan hasrat ini hingga periode follow-up.

Sebaliknya, responden yang komitmen untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan yang lebih rendah dilaporkan telah memiliki hasrat seksual yang rendah sejak studi dimulai. Bahkan hasrat ini terus menurun selama periode follow-up.

Kondisi ini tetap konsisten meski peneliti telah mengendalikan sejumlah faktor pendukung lainnya seperti usia, durasi hubungan dan apakah pasangan tersebut memiliki anak atau tidak.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang yang dilaporkan memiliki hasrat seksual yang tinggi biasanya jauh lebih puas dengan hubungan mereka, termasuk mempunyai kecenderungan lebih kecil untuk berpisah dengan pasangannya sekarang.

Tak hanya itu, studi lain yang digelar pada tahun 2009 juga menemukan, meski frekuensi aktivitas seksual akan berkurang seiring dengan pertambahan usia, tapi lain halnya dengan hasrat seksual. Untuk meningkatkan frekuensi aktivitas seksual, yang terpenting adalah pasangan yang berhasrat tinggi dan terampil dalam meningkatkan gairah seksual Anda.