Kadar Bakteri di Vagina Pengaruhi Kesehatan Bayi yang Dilahirkan

Banyak dijumpai ibu-ibu hamil, terutama di perkotaan, lebih memilih melahirkan lewat bedah caesar dibandingkan persalinan normal. Alasannya karena takut sakit dan diyakini lebih kecil risiko komplikasinya. Padahal persalinan lewat vagina jauh lebih banyak manfaatnya.

“Yang bagus adalah (bayi) keluar lewat vagina. Karena di vagina, bakteri yang baik ada banyak. Oleh karena itu di vagina rasanya asam, itu karena kandungan asam laktat dari probiotik. Ketika lahir via vagina, dia terkontaminasi bakteri dari vagina,” kata kata Prof. Dr. M. Juffrie, SpA.(K) Ph.D, Kepala Subdivisi Gastronepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Hal itu disampaikan dia dalam launching ‘Happy Tummy Council’ yang digelar Nestle Nutrition di Hotel JW Marriot Jakarta, Senin (25/3/2013), prof Juffrie menjelaskan bahwa probiotik atau bakteri baik amat bermanfaat bagi kesehatan bayi. Bakteri ini menjamin sistem pencernaan bayi agar tetap sehat.

Bahkan sekitar 80 persen sistem kekebalan tubuh manusia dipengaruhi oleh saluran pencernaan. Bakteri-bakteri di dalam perut ini lah yang menjamin berfungsinya sistem pencernaan tersebut. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa bayi yang memiliki banyak probiotik lebih jarang sakit dan tahan stres.

“Kadarnya tergantung pada makanan dan environment vagina ibu. Faktor mikrobium ini sangat menentukan penyakit anak-anak nantinya,” terang dr Juffrie.

Fungsi kekebalan tubuh dan penyerapan nutrisi sangat penting bagi kecerdasan dan perkembangan anak. Misalnya pada anak yang memiliki gen dengan skor IQ yang hanya 100, sedangkan rata-rata skor IQ normal adalah 110 – 120, maka kecerdasan anak bisa ditingkatkan dengan mikrobium yang dapat mengubah genetik manusia.

Bayi memperoleh asupan probiotik dari ASI yang merupakan sumber utama probiotik. Kandungan probiotik pada perut ibu juga mempengaruhi kadar probiotik bayi dalam rahimnya. Namun ada kalanya kandungan probiotik itu terganggu oleh berbagai sebab seperti konsumsi antibiotik yang berlebihan dan pola makan tak sehat. Lalu bagaimana agar bayi bisa mendapat probiotik yang cukup?

“Dari ibu hamil mengkonsumsi probiotik dalam bentuk lactobacillus dan bifidiobakterium. Disamping makan, alangkah baiknya agar ibu-ibu hamil diberikan obat-obat via vaginanya yang mengandung probiotik. Jadi begitu lahir anak dilumuri dengan probiotik,” kata Prof. Dr H. Soebijanto Marto Sudarmo, SpA(K) dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Pemberian probiotik via vagina pada ibu hamil atau ibu melahirkan ini masih sebatas wacana. Namun di masa depan, tidak menutup kemungkinan hal itu dapat dilakukan agar bayi-bayi yang dilahirkan memiliki otak dan fisik yang kuat secara keseluruhan. (detik.com)

Pentingnya menjaga organ intim wanita yang sangat rentan terhadap bakteri yang merugikan. PT. ABE mempunyai produk yang berfungsi untuk menjaga kebersihan organ intim wanita yaitu TDM atau Tissue Double Majakani with Chamomile

PhoneOrder Foredi via SMS Pin BB Add Pin BB