Ini Frekuensi Ideal Berhubungan Seks Jika Ingin Cepat Punya Momongan

Pasangan Harmonis

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Banyak mitos yang dipercaya pasangan untuk bisa segera mendapatkan keturunan, seperti menggunakan posisi seks tertentu, atau memperbanyak hubungan intim di pagi hari.

Kalau tidak, pasangan yang baru menikah juga biasanya diarahkan untuk berhubungan intim di masa subur, yaitu lima hari menjelang ovulasi. Namun peneliti dari Indiana University ini justru mengatakan baiknya hubungan seksual dilakukan selepas ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium.

Pertama, karena tubuh wanita sedang bersiap-siap mengalami pembuahan. Kedua, pada saat itu sistem kekebalan tubuh pada sang istri sudah berubah. Mengapa harus menunggu perubahan pada sistem imun?

Inilah yang ditemukan peneliti setelah mengamati siklus menstruasi dari 30 responden wanita. Kendati sama-sama sehat, hanya separuh dari mereka yang memiliki kehidupan seksual yang aktif, sedangkan sisanya jarang bercinta dengan pasangan masing-masing.

“Ternyata mereka yang aktif berhubungan intim berpeluang lebih besar untuk mengalami perubahan pada sistem imunnya,” tandas ketua tim peneliti, Dr Tierney Lorenz seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (7/10/2015).

Lantas apa hubungannya dengan peluang kehamilan? Dr Lorenz kemudian menjelaskan bahwa wanita yang mempunyai kehidupan seks yang aktif berpeluang lebih besar mengalami perubahan pada sistem imunnya, terutama pada sel-sel T yang dimilikinya.

Secara garis besar, sel T dalam tubuh seseorang terdiri atas 2 tipe. Sel T tipe 1 merupakan sel-sel yang membantu tubuh melawan serangan penyakit, sedangkan sel T tipe 2 bertugas membantu tubuh untuk menerima perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh ketika terjadi kehamilan.

Dari pengamatan itulah terbukti bahwa jumlah sel T tipe 2 pada wanita yang sering bercinta jauh lebih tinggi, terutama pada fase luteal atau 14 hari terakhir dari siklus menstruasi (fase pasca-ovulasi). Sedangkan pada fase folikular (fase pra-ovulasi), yang melonjak tajam adalah jumlah sel T tipe 1-nya, sehingga kehamilan justru sulit terjadi.

“Bagaimanapun sistem kekebalan si wanita menganggap sperma atau embrio yang sedang tumbuh sebagai ‘benda asing’,” terang peneliti.

Uniknya, peneliti mengatakan untuk memperbesar peluang kehamilan, pasutri diharapkan untuk bercinta selama satu bulan penuh selepas ovulasi.(detik.com)

PhoneOrder Foredi via SMS Pin BB Add Pin BB